Hasil Rekapitulasi Rapat Pleno KPU Sumut, Ganteng Menang

Medan, LasserNews.wordpress.com

Rekapitulasi hasil penghitungan suara Tingkat Provsu dalam Pilgubsu 2013 yang berlangsung di Hotel Grand Angkasa Jl Perintis Kemerdekaan dalam rapat pleno, Jum’at (15/3) menetapkan Ganteng nomor urut 5, Gatot Pujo Nugroho dan T Erry Nuradi sebagai pemenang setelah memperoleh suara terbanyak 1.604.337 (33%) dari total suara yang masuk sebanyak 5.001.430.

Menyusul urutan nomor 2, Effendi Simbolan-Jumiran Abdi dengan jumlah suara 1.183.187 (24,34%). Dalam rapat pleno ini tim Esja keberatan karena menemukan 2.158 pelanggaran di Pilgubsu dengan menyerahkan berkas 68 halaman terkait temuan pelanggaran ke KPUD Sumut. Pasangan GusMan menempati urutan posisi ketiga dengan perolehan suara 1.027.433 (21.13%), lalu disusul pasangan nomor urut 4 Amri-RE dengan suara sebanyak 594.414 (12,23%). Dan diposisi terakhir pasangan Chaeruman-Fadly dengan jumlah suara sebanyak 452.096 (9,30%).

Pasangan Ganteng dinyatakan sebagai pemenang Pilgubsu 2013 sesuai dengan surat keputusan KPUD Provsu bernomor 20/Kpts/KPU-Prov-002/2013 tertanggal 15 Maret 2013, demikian Ketua KPUD sumut Irham Buana membacakan surat keputusan tersebut.

“Tingkat partisipasi masyarakat Sumut yang menjadi pemilih hanya 48% dari 10.310.872 jiwa yang tercantum pada daftar pemilih tetap memang merupakan kelemahan KPU bukan indikasi kegagalan KPU,” bantah Irham Buana saat ditanyakan tentang rendahnya partisipasi masyarakat yang ikut memilih dalam Pilgubsu 2013 ini.

“Penilaian adanya indikasi kegagalan pilkada 7 Maret 2013 yang lalu sangatlah bervariasi dan tergantung atas pemahaman terhadap tingkat partisipasi masyarakat. Karena kenyataannya di lapangan pengetahuan masyarakat di Kota Medan kegiatan pilkada tersebut cukup tinggi terbukti dilihat dari berbagai ruang publik di Medan dimanfaatkan dengan jor-joran,” katanya.

Sebelum menetapkan pasangan terpilih, KPUD Sumut menggelar rapat pleno terbuka untuk menghitung seluruh jumlah suara yang masuk dari KPU kabupaten/kota se-Provinsi Sumut.

Tim Esja dalam rapat pleno tersebut berulangkali menyampaikan keberatannya atas penyelenggaraan Pilgubsu 7 Maret 2013 lalu. Pasalnya, mereka menemukan 2.518 pelenggaran dalam Pilgubsu itu. diantaranya terdapat beberapa Bupati dan pimpinan SKPD yang memobilisasi pemilih untuk mencoblos salah satu pasangan.

Tidak meratanya pembagian formulir C6 sebagai salah satu syarat untuk mencoblos tumpang tindih sehingga merugikan pasangan yang didukung tim Esja. Selanjutnya mereka menuding bahwa Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang dan Bupati Nias Selatan Dachi diduga bermain dalam memobilisasi pemilih untuk mendukung pasangan nomor urut 5. Pasangan nomor urut 5 juga diduga telah memanfaatkan pimpinan SKPD untuk memenangkan pasangan tersebut. Pasangan Ganteng juga telah memanfaatkan fasilitas bantuan negara untuk daerah berupa bantuan raskin dan alat pertanian. Dari awal kami telah mengatakan hal tersebut namun Panwas diam saja. Saksi Esja, arteria Dahlan ST SH menyerahkan berkas pelanggaran yang mereka data setebal 86 halaman kepada Ketua KPUD Sumut Irham Buana Nasution.

“Kami menolak dan tidak mengakui surat keputusan tersebut dan berharap seluruh temuan pelanggaran tersebut dapat direspon oleh KPUD Sumut dan Panwaslu Sumut,” ucapnya. Tim Esja keberatan menandatangani berita acara rekapitulasi penghitungan suara tingkat KPU Provsu.

Pasangan nomor urut 1 juga tidak menandatangani berita acara rekapitulasi tersebut karena mereka menemukan berbagai kecurangan dalam Pilgubsu yang lalu.

Irham Buana mengatakan bahwa pihaknya sejak awal telah mencoba untuk menuntaskan persoalan tidak terbaginya formulir C6 dengan memberikankesempatan kepada warga yang ingin menggunankan hak pilihnya dengan memperlihatkan KTP apabila tidak terdaftar di DPT.

Mengenai masalah terlibatnya Kepala Daerah dan pimpinan SKPD yang memobilisasi warga untuk memenangkan salah satu calon uknlah wewenangnya sebab itu sesuai dengan UU kita mesti melokalisir terhadap masalah tersebut.

Aparat Pengamanan Ekstra Ketat

Kapolda Sumut Irjen Wisnu Amat Sastro telah mengerahkan 1000 personil kepolisian untuk pengamanan rekapitulasi suara Pilgubsu yang berlangsung di Hotel Grand Angkasa tersebut.

Pengamanan ekstra ketat aparat kepolisian menyebar di semua kawasan termasuk kenderaan baraccuda dan kenderaan taktis telah disiagakan untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang tidak diharapkan. Demikian juga kawat berduri (security barrier) terpasang memagari sekeliling luar Hotel tersebut. (SR)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s