ITC Finance Sewa Jasa Preman Cegat dan Rampas Sepeda Motor Konsumen

Medan, LN

Kecewa atas perlakuan debt collector ITC Finance yang telah melakukan penarikan sepeda motornya dengan cara preman, Jum’at (18/10) padahal konsumen tersebut telah membayar 32 bulan angsuran kredit sepeda motornya, maka konsumen PT Internusa Citra Multi Finance (ITC) mengadukan masalahnya tersebut ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen di Jl AH Nasution No 17 Medan. Pasalnya Sri Yuanita Chan telah beritikad baik untuk membayar sisa angsuran pokok yang hanya tinggal 4 (empat) bulan lagi namun selalu ditolak pihak ITC Finance. Dan Sri ingin mendapatkan Hak perlindungan Konsumen dari BPSK atas masalahnya itu.

Ceritanya pada Jum’at (18/10) yang lalu Sri sedang berhenti di halaman restoran KFC depan kampus Nomensen tiba-tiba dihampiri 4 orang yang tidak dikenalnya yang mengendarai 3 sepeda motor. Stang Honda Blade miliknya dipegang salah satu dari mereka dan mengatakan,”Kami dari ITC Finance kak Kakak kami mohon untuk ikut ke kantor ITC Finance Jl Serdang karena ada yang ingin dibicarakan di sana.” Namun mereka tidak ada memperlihatkan tanda pengenal atau identitasnya kepada Sri.

Sri menjawab.”Sebentar, saya masih ada urusan ke Jl Pembangunan III krakatau Medan untuk menemui teman saya. Kalau kalian mau ikuti saja saya kesana.”

Lalu keempat orang tersebut mengikuti Sri ke Jl Pembangunan III Krakatau Medan. Dan Sri sesampainya di Jl Pembangunan III segera menjumpai Uli Hutabarat temannya dan mengajak Uli untuk menemaninya ke Jl Serdang Medan kantor ITC Finance karena Sri khawatir kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan kantor ITC Finance Jl Serdang Medan.

Sesampainya di ITC Finance Jl Serdang Sri memarkirkan sepeda motor Honda Blade BK 6562 AAI di atas trotoar di depan kantor ITC tersebut. Uli temannya menunggu di bawah. Setelah itu Sri naik ke lantai 2 gedung ITC Finance untuk menjumpai bagian akunting menurut debt collector. Saat sedang berbicara dengan bagian akunting salah seorang debt collector naik ke lantai 2 menemui Sri dan meminta kunci kontak Honda Blade dengan alasan ingin menyamakan nomor mesin namun Sri tidak mau memberikan kunci kontaknya kepada debt collector tersebut. “jika mau menyamakan nomor mesin saya juga ikut karena sepeda motor saya bukan curian,” jawab Sri mempertahankan kunci kontak Honda Blade miliknya.

Tak lama setelah itu tiba-tiba Uli menelponnya dan mengatakan bahwa salah seorang dari debt collector memegang kunci T akan membongkar Honda Bladenya jadi Uli di bawah saja menjaga sepeda motor.

Karena persaan Sri kurang enak maka Sri pun segera turun ke bawah dan melihat Honda Blade miliknya yang tadi diparkirkannya di atas trotoar telah berpindah ke dalam ruangan kantor ITC Finance. Sri menanyakan kepada Uli bagaimana Honda Bladenya bisa berpindah masuk ke dalam ruangan tersebut dan Uli menjawab bahwa debt collector telah menggotong paksa Honda Blade Sri masuk ke ruangan ITC Finance.

Sri dan Uli pun berdebat dengan orang kantor ITC Finance kenapa tidak bisa membawa Honda Bladenya pulang yang mana Honda Blade tersebut notabene adalah milik Sri karena telah dibayarkan 32 bulan atau lebih dari Rp 18.000.000 (delapan belas juta rupiah).

“Kalau hanya sisa 4 (empat) bulan lagi saya akan bayarkan dalam tempo sebulan ini,” kata Sri kepada karyawan ITC Finance namun mereka diam saja.

Tak lama kemudian Kepala Koordinator Penarikan ITC Finance Jl Serdang Medan Jon Piter Nababan datng ke kantor dan setelah berdebat maka Sri disarankan untuk datang ke ITC Finance Jl SM Raja No 360 Medan untuk membayar angsuran pokok selama 4 bulan dan uang tarik juga dendanya.

Sekira pukul 15.30 WIB Sri hendak pulang namun masih tidak diperkenankan membawa kembali Honda Bladenya maka Sri meminta surat yang menyatakan Honda Bladenya ada di pihak ITC Finance dan setelah menandatangani surat Sri dan Uli pun pulang dan kunci kontak ada dengan Sri.

Esok harinya, Sabtu (19/10) Sri datang ke kantor ITC Finance di Jl SM Raja untu menemui bagian administrasi dan menanyakan apa saja yang harus dibayarkan untuk bisa mengambil Honda Bladenya kembali. Bagian administrasi Deby Bayu Citra yang didampingi Fredi Nerick Asmara Koordinator Collection mengharuskan Sri untuk membayar sisa angsuran pokok dan denda minimal Rp 500.000,- sampai tanggal 30 Oktober 2013. Dan Sri menolak saat disuruh juga membayar uang tarik sepeda motornya.

Rabu (30/10) Sri datang sendirian ke ITC Finance dan hanya membawa uang sisa angsuran pokok 4 bulan sebesar Rp 2.260.000,- tanpa uang denda. setelah menjumpai Deby Bayu Citra yang segera menghubungi Fredi Nerick Asmara untuk menemui Sri di meja kerjanya. Lalu Fredi dan Deby menolak uang tersebut dan mengatakan bahwa uang tersebut jika diterima adalah merupakan “uang titipan” jadi mereka tidak dapat menerimanya. Sementara pimpinan mereka menghendaki Sri membayar juga uang tarika yang dipermanis dengan kata uang administrasi sebesar Rp 1.250.000 dan uang denda sebesar Rp 1.800.000,-

Sabtu (02/11) Sri datang kembali namun tetap ditolak uang sisa angsuran pokoknya dan Rabu (06/11) Sri datang kembali dan bertemu dengan Kepala Cabang ITC Finance Otase Sitorus yang sedang berada di luar gedung ITC finance Jl SM Raja. Setelah mengemukakan bahwa Sri hanya ingin membayarkan sisa angsuran pokoknya yang hanya tinggal 4 bulan lagi namun Otase Sitorus menjawab bahwa jawabannya sama dengan kata anggotanya bahwa Sri mesti membayar uang tarik sebesar Rp 1.250.000,- dan denda Rp1.800.000,-

“Haram bagi kami menerima uang titipan,” ketusnya kepada Sri yang didampingi rekan wartawan yang saat diperkenalkan Sri Kepala Cabang ITC Finance Otasew Sitorus sempat menghentakkan tangan saat bersalaman dengan rekan Sri. (SR)

Seminggu Menjabat Kapolsekta Delitua, AKP Wahyudi SIK Berhasil Tangkap Pengedar Narkoba dan Preman

Delitua, LN

Baru seminggu menjabat Kapolsekta Delitua, AKP Wahyudi, SIK mantan Kasat reskrim Polres Labuhanbatu bersama unit Reskrim Polsekta Delitua dibawah pimpinan Kanit Reskrim berhasil menangkap pelaku pencurian di jalan Brigjend Zein Hamid Medan, Jum’at (5/7) sekira pukul 10.00 WIB yang berinisial DG (35) pekerjaan swasta dan Al beralamat Jl SM Raja km 5,5 no 4H diamankan dekat TKP setelah sebelumnya dilakuakn penyelidikan usai menerima laporan pencurian tersebut. Penggeledahan di rumah tersangka disaksikan oleh Kepling Jl Garu V Medan, marga Tampubolon.

Saat digeledah rumahnya tersangka merasa resah bahkan tersangka menunjukkan rumah kontrakan orang tuanya yang telah menjanda. Dan setelah digeledah rumah tersebut malah ditemukan : satu amplop daun ganja, empat bungkus sabu seberat 1,6 gram, satu timbangan elektrik, satu buah bong, 6,5 gr serbuk kafein dan ratusan plastik klip.

Tersangka dijerat pasal berlapis yaitu tanpa hak memiliki, menguasai narkotika golongan I seperti yang diatur dalam pasal 114 subs 112 subs subs 111 UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara, maksimal penjara seumur hidup.

Sementara itu, Sabtu (6/7) sekira pukul 01.35 WIB unit Reskrim Polsekta Delitua berhasil menangkap 2 orang pengedar narkoba dimana salah satunya merupakan target operasi (TO) bernama Mariadi (32) dan AI pendududk Jl Karya Tani Gg Keluarga ditangkap dekat rumahnya setelah diintai oleh petugas sebelumnya. Dikantongnya ditemukan barang bukti satu paket sabu senilai Rp 200.000,-. Namun saat ditangkap malah dia mengatakan agar jangan dirinya saja yang ditangkap karena bosnya ada di rumah sedang make.

Tak ingin melepaskan kesempatan tersebut mendengan target operasi ada di kamar rumahnya maka petugas langsung mengembangkannya dan segera ke rumah Mariadi dan akhirnya terlihat bahwa MAF (30) yang diakui Mariadi sebagai bosnya yang ternyata merupakan residivis narkoba yang baru selesai menjalani hukuman 8 bulan penjara terkait kasus narkoba. dari tersangka ditemukan barang bukti satu paket sabu, lima lembar plastik klip dan satu pisau sangkur merk AK 47.

Selain itu Firman Purba (33) seorang pengangguran penduduk Jalan Pales simpang Simalingkar yang telah meresahkan masyarakat ditangkap unit Reskrim Polsekta Delitua karena dalam sebulan Polsekta Delitua telah menerima 3 laporan dari masyarakat atas perbuatannya.

Dan unit Reskrim Polsekta Delitua juga telah berhasil menangkap perampas sebuah sepeda motor yang bernama Judi Boy Purba (24) penduduk Jalan Harapan Tani Kelurahan Sidomulyo Medan. Saat ditangkap ditemukan barang bukti sebuah pisau bilah panjang dan diduga terlibat kasus pencurian namun masih dalam pengembangan. Untuk sementara tersangka dijerat pasal tanpa hak memiliki dan membawa senjata tajam melalui pasal 2 (1) UU DRT No 12 tahun 1951 dengan ancaman 5 tahun penjara. (kz)

Periksa Kepala Bappedasu! Usut Tuntas Kasus Korupsi di Bappeda Sumut

Medan, LasserNews.wp.com

Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Provinsi Sumut tahun 2013 telah berlalu beberapa bulan yang lalu, namun belum ada hasil dari Musrenbang tahun ini yang dilaksanakan. Disinyalir sepertinya pelaksanaan kegiatan Musrenbang tersebut hanyalah pemborosan uang negara saja. Bahkan ada seorang PNS dari sebuah instansi Provsu yang mengatakan kepada LasserNews.wp.com bahwa semua hasil dari Musrenbang Provsu tidak pernah dilaksanakan jadi kegiatan tersebut hanyalah pemborosan uang negara alias uang rakyat. Apalagi rencana atau pun program pembangunan yang mengatur dari Pemprovsu berdasarkan senang tidaknya si pimpinan provinsi, demikian ungkap PNS tersebut di saat Musrenbang tahun 2013 yang lalu. Begitu juga dengan pelaksanaan Skala Prioritas 1, Skala Prioritas 2 dan Skala Prioritas 3 dari hasil Musrenbang hanya berdasarkan cocok tidaknya negosiasi.

Kepala Bappedasu Ir. Riadil Akhir Lubis sendiri dari tahun 2012 lalu sudah sering didemo oleh berbagai lembaga dan organisasi di Sumut ini atas dugaan kasus korupsi berjamaah yang diduga telah dilakukannya di Bappeda Sumut. Namun pihak Kejatisu sepertinya sangat lamban menangani kasus-kasus di Bappedasu.

Hari ini, Rabu (12/6) kembali ratusan massa yang menamakan dirinya dari Lembaga Gerakan Masyarakat Peduli Pembangunan (LGMPP) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubsu Jl P. Diponegoro No. 30 Medan yang menyampaikan tuntutannya kepada aparat penegak hukum di Sumut ini yang sepertinya tidak peduli dengan kasus dugaan korupsi yang ada di Bappedasu yang dilakukan oleh Kepala Bappedasu Riadil Akhir Lubis dan kroninya.

LGMPP menuntut Kajatisu untuk segera menangkap dan memeriksa Kepla Bappedsu Ir Riadil Akhir Lubis yang diduga telah melakukan tindakan pidana korupsi pada belanja jasa pihak ketiga dan belanja jasa konsultasi perencanaan sebesar Rp. 3.149.229.000,- dengan 9 kontrak pengadaan jasa konsultasi pada Bappedasu.

Diharapkan Kapoldasu untuk segera melakukan penyelidikan di Bappedasu khususnya terhadap Kepala Bappedasu Riadil Akhir Lubis yang diduga sebagai komandan kasus korupsi yang terjadi di Bappedasu.

Audit BPK dengan nomor 43.A/LHP/XVIII.MDN/06/2012 pada kontrak pengadaan jasa konsultasi atas Penetapan Biaya Langsung Personil (remuneration) sebesar Rp. 6.837.255.000,- dan Penetapan Biaya Langsung Non Personil (remuneration) sebesar Rp 2.702.298.270 dalam 9 kontrak pada Bappedasu melalui PT. PRK yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kewajarannya dan telah melanggar ketentuan yang berlaku serta tidak disetorkan ke kas daerah. Dan itu berarti telah merugikan keuangan negara miliaran rupiah.

Mendesak Gubsu Gatot Pujo Nugroho agar segera mencopot Kepala Bappedasu atas dugaan korupsi dalam 9 kontrak dimana 5 item dari 9 kontrak tersebut tidak disertai pertanggungjawaban yang jelas dan telah melanggar Keppres nomor 54 tahun 2010..

Edi Marwan Harahap, pimpinan koordinator aksi LGMPP Sumut kepada LasserNews.wp.com mengatakan agar Kejatisu tidak tebang pilih dalam mengusut kasus-kasus dugaan korupsi yang ada di Sumut termasuk kasu korupsi yang terjadi di Bappedasu. Semoga Kepala Kejaksaan Tinggi yang baru Bambang Setyo Wahyudi mampu menegakkan supremasi hukum yang terjadi di Bappedasu ini. Masyarakat Sumut selau bertanya-tanya ada apa dengan aparat penegak dan supremasi hukum di negara kita ini, pungkasnya. (SR)

MPI Anti Korupsi Kota Medan Desak Kejatisu Tangkap Rahudman

Medan, LN.wordpress.com

Ratusan massa MPI Anti Korupsi Kota Medan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejatisu Jl AH Nasution, Selasa (4/6). Di tengah teriknya matahari ratusan massa MPI Anti Korupsi Kota Medan penuh semangat menggelar aksi tersebut dan dalam orasinya, Ketua Aksi Koordinatornya Rendi dari MPI Anti Korupsi Kecamatan Medan Amplas menyatakan tuntutannya agar pihak Kejatisu menangkap dan memenjarakan Wali KOta Medan nonaktif Rahudman yang sebenarnya telah berstatus tersangka sejak tanggal 26 Oktober 2010 yang lalu.

Selain itu diminta kepada pihak Kejatisu agar tidak ‘main mata’ dengan Rahudman dan persidangan Rahudman jangan tertutup untuk kalangan tertentu saja sehingga bisa diduga ada apa dengan persidangan Rahudman?

Juve Girsang dari MPI Anti Korupsi Kecamatan Medan Johor mengatakan kepada LN.wordpress.com bahwa disetiap persidangan Rahudman selalu saja didukung oleh Lurah dan Camat sekotamadya Medan, PNS, ibu-ibu Dharma Wanita Pemko Medan. Sehingga Lurah dan Camat yang notabene adalah PNS sekaligus pelayan masyarakat telah jelas-jelas meninggalkan tugasnya dengan sengaja untuk mendukung terdakwa koruptor. Sehingga tugas-tugas mereka terabaikan disetiap adanya persidangan Rahudman. Dan menurut salah seorang PNS mereka datang ke Pengadilan Negeri karena diperintahkan atasan, demikian info yang didapat Juve dari Pengadilan Negeri.

Sangat aneh memang persidangan Rahudman yang dijaga dengan kenderaan antikerusuhan, semacam meriam air, sepasukan polisi dari pasukan Anti huru-hara dan Brigade Mobil dan kawat berduri terpasang di depan Pengadilan Negeri Medan. Sejak 3 Mei lalu para pejabat Kota Medan, Camat, Lurah dan ibu-ibu Dharma Wanita Pemko Medan selalu terlihat dalam ruangan sidang memberikan dukungan untuk Rahudman, lanjut Juve.

Rahudman diadili Pengadilan Tindak Pidana Korupsi karena dakwaan menyalahgunakan anggaran Tunjangan Perangkat apartur Pemerintah Desa (TPAPD) tahun 2005 senilai 2,07 miliar dengan potensi kerugian negara mencapai 1,5 miliar. Rahudman dan bendahara Kabupaten Tapanuli Selatan Amrin Tambunan telah mencairkan uang tersebut namun tidak dibayarkan kepada perangkat desa.

Sementara itu Amrin Tambunan, mantan Bendahara Pemkab Tapanuli Selatan telah divonis empat tahun dalam kasus ini. Amrin merupakan saksi kunci dan telah dihadirkan pada sidang Rahudman, demikian menurut sebuah sumber yang yang tak mau disebutkan namanya kepada LN.wordpress.com di jalan Candi Mendut Medan. (rs)

Suami Bawa Istri Muda, Istri Tua Tewas Bunuh Diri

Medan, LasserNews.wordpress.com

Mei Ling (40) seorang wanita warga perumahan Avros Indah dalam, ditemukan tewas berlumuran darah di lantai dasar rumahnya di Jalan Avros Kampung Baru Medan,Kamis (30/5) sekira pukul 12.30 WIB. Kondisi jenazah kepala bagian belakang pecah dari hidung keluar darah. Diduga Mei Ling bunuh diri melompat dari lantai 3 rumahnya.

Saat ini Apok (44) sedang diperiksa sebagai saksi dengan pembantu dan anaknya yang masih sekolah di Polsekta medan Kota Jalan stadion Medan. Juga orang tua Mei Ling berada di Polsekta Medan Kota sebagai saksi.

Menurut keterangan beberapa tetangganya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang tinggal dibelakang rumahnya bahwa Mei Ling sering terdengar menangis disaat suaminya tidak pulang ke rumah. Dan sering terjadi percekcokan antara kedua suami istri tersebut.

Dan salah satu sumber mengatakan bahwa baru-baru ini Apok telah membawa istri mudanya ke rumah tersebut dan saat itulah mulai terjadi percekcokan besar diantara mereka. Jadi diduga Mei Ling Tewas bunuh diri karena cemburu tidak tahan dimadu oleh suaminya.

Awalnya keluarga Mei Ling tidak bersedia jika Mei Ling harus diotopsi dan segera dibawa untuk dikremasi, namun dengan penjelasan dari pihak kepolisian bahwa itu adalah tugas yang berwajib untuk mengetahui penyebab kematian Mei Ling lebih lanjut.

Kapolsek Medan Kota Hotman hanya menjawan ‘no comment’ saat ditanya Lassernews.wp.com apa penyebab kematian Mei Ling tersebut saat jenazah masih berada di TKP. Dan akan dijawab saat telah mendapatkan hasil otopsi.

Selain itu beberapa barang bukti dibawa ke Polsekta Medan Kota berupa kunci monyet, obeng, pisau dan tang yang ditemukan ada di rumah tersebut. (SR)

MPI DPC Medan Johor Temukan Bukti Curangnya Surya Pemalsu Surat Silang Sengketa

Medan, LasserNews.wordpress.com

Dalam tempo singkat tim investigasi MPI Anti Korupsi DPC Medan Johor, Sabtu (4/4) berhasil mendapatkan bukti indikasi adanya pemalsuan yang dilakukan Surya si pengusaha sukses yang berdomisili di Jalan Willem Iskandar tentang Surat Silang Sengketa tanah yang terdapat di Jl Karya Jaya Gedung Johor Medan.

Tim investigasi MPI Anti Korupsi DPC Medan Johor merasa heran mengapa Surya si pemalsu Surat Silang Sengketa dan diduga telah memalsukan tanda tangan Lurah Gedung Johor masih terlihat bebas melakukan aktifitasnya seperti biasa.

Juga Lurah Gedung Johor Edwin Faisal yang telah melaporkan kasus pemalsuan tanda tangannya oleh Surya ke Polresta Medan pada 6 Februari 2013 yang lalu dengan nomor STTPL/333/K/II/2013/SKPT-RESTA Medan kelihatan tenang-tenang saja tanpa merasa ingin melanjutkan kasus ini lebih lanjut.

Sebelumnya di awal Januari 2013 tim investigasi telah datang ke kantor Lurah Gedung Johor menanyakan kepada Edwin Faisal apakah ada tanah yang akan dijual di daerah Gedung Johor tersebut. Edwin lalu menunjukkan surat tanah yang ada di sekitar Jalan Karya Jaya Gedung Johor. Setelah itu tim investigasi MPI Anti Korupsi DPC Medan Johor melakukan pertemuan dengan Edwin dan dari situ mulai diketahui adanya nama pemilik Surat Silang Sengketa yang ditandatangani oleh Lurah Edwin Faisal atas nama Jack Sibero dengan Nomor 593.7/2602/SK-SS/GJ/2012 bertanggal 14 Desember 2012, atas nama Terkelin Ginting dengan Nomor 593.7/2603/SK-SS/GJ/2012 bertanggal 14 Desember 2012 dan atas nama Andi Purnama dengan Nomor 593.7/2604/SK-SS/GJ/2012 bertanggal 14 Desember 2012. Tim investigasi segera mengkonfirmasikan tentang Surat Silang Sengketa yang ditandatangani Lurah Edwin Faisal tersebut namun Edwin mengatakan “Tidak ada itu!” sebanyak tiga kali kepada tim investigasi MPI Anti Korupsi¬† DPC Medan Johor.

Minggu lalu, awal Mei 2012 tim investigasi MPI Anti Korupsi DPC Medan Johor yang dikoordinatori Jhon F Girsang mendapatkan info bahwa antara pihak Surya dan Lurah Gedung Johor akan berdamai namun hal itu masih dalam taraf dugaan saja.

Saat tim investigasi MPI Anti Korupsi DPC Medan Johor menanyakan apakah pihak Surya dan Lurah telah berdamai kepada Juper Polresta Medan namun jawaban yang diberikan Juper Polresta Medan tidak tahu menahu dan disarankan supay tim investigasi MPI Anti Korupsi DPC Medan Johor menanyakan langsung kepada Lurah Gedung Johor Edwin Faisal.

Yang mengherankan tim investigasi MPI Anti Korupsi DPC Gedung Johor telah menemukan adanya bukti kecurangan dalam Surat Silang Sengketa tanah yang berlokasi di Jalan Karya Jaya  yang dilakukan oleh Surya dengan adanya tanda tangan Lurah Edwin Faisal.

Jadi kuat dugaan bahwa antara Surya dan Edwin telah melakukan kerja sama yang baik dalam hal pemalsuan Surat Silang Sengketa dengan nama-nama pemilik Surat Silang Sengketa yang diduga adalah nama rekayasa saja. Dan diduga Lurah Edwin Faisal melaporkan hal tersebut ke Polresta Medan adalah hanya untuk membersihkan dirinya dari hal yang telah dilakukannya bersama Surya sang pengusaha sukses tersebut. “Kami menduga bahwa Surat Silang Sengketa tersebut telah dipalsukan oleh Surya dan juga Lurah Edwin Faisal,” ujar Jhon F Girsang kepada LasserNews.wp.com pada Sabtu (5/4).

Tim investigasi MPI Anti Korupsi DPC Medan Johor sangat berharap agar pihak Polresta Medan agar serius dan segera menindaklanjuti kasus tersebut dan menangkap Surya yang telah memalsukan Surat Silang Sengketa yang terletak di sekitar Jalan Karya Jaya tersebut. (tim)

 

LSM Tuding Kapolres Nias Tak Bernyali Berantas dan Narkoba

Nias, LasserNews.wordpress.com

Semakin maraknya judi togel dan narkoba di Nias mendapat kecaman dari sejumlah LSM Nias untuk angkat bicara. Kapolres Nias AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto MHum dituding tidak bernyali memberantas judi togel dan narkoba yang peredarannya telah lama berlangsung di kepulauan Nias tersebut.

Ketua LSM Gerakan Peduli Nias (GPN) Ododogo Lase kepada LasserNews.wp.com bahwa Kapolres Nias seperti tidak punya nyali untuk memberantas judi togel dan narkoba di Nias ini. Bahkan terkesan Kapolres Nias seperti tutup mata saja dengan kondisi ini.

“Dikhawatirkan maraknya judi togel dan narkoba di Nias akan membuat hancurnya hancurnya generasi muda karena dampak penggunaan narkoba sangatlah mencemaskan. Juga judi togel akan membuat masyarakat Nias menjadi pemimpi yang suka berangan-angan dengan membahas angka togel di hari-hari mereka,” tegas Ododogo Lase prihatin.

“Saya sebagai Ketua LSM Grerakan Peduli Nias menghimbau Kapolres Nias agar menabuh genderang perang terhadap judi togel dan narkoba! Karena dampak pemakaian narkoba dapat menurunkan drastis kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat kepulauan Nias sendiri sehingga akan menghambat pembangunan. Karena keberhasilan pembangunan di Nias adalah berhasilnya pimpinan daerah Nias mengatasi masalah narkoba,” lanjut Ododogo Lase.

Selanjutnya Ododogo Lase mengatakan jika Kapolres Nias tidak memperhatikan himbauan mereka maka LSM Gerakan Peduli Nias akan mengadukan hal tersebut kepada Kapolda Sumut agar dapat ditindaklanjuti.

LasserNews.wp.com yang mencoba mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Kapolres Nias melalui selulernya Kapolres hanya bungkam tidak memberikan tanggapan apa-apa. (kariaman)