Bulan: April 2012

Abis Ngeseks Pejabat Kemenbudpar “Matek”

Medan, LasserNews.wordpress.com

Turman Siagian, Kepala Biro Perencanaan dan Hukum Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata tewas usai ngesek dengan seorang wanita PSK bernama Anggi Murni, warga Kecamatan Sunggal Gang Barokah. Jasad Turman ditemukan telentang diatas tempat tidurnya hanya mengenakan kolor saja.

Turman bersama seorang temannya datang ke Medan untuk urusan kerja. Mereka menginap di Hotel Arya Duta, Jl Kapten Maulana. Turman adalah warga asal Jl Yana Tera 5, Desa Jati Melati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi chck-in dikamar 118 sedangkan temannya dikamar 111. Temannya balik duluan ke Bekasi dan Turman memperpanjang check-in kamarnya.

Sabtu (28/04) Turman mungkin karena kesepian pergi ke Naff Karaoke yang letaknya tidak begitu jaug dari hotel tempatnya menginap. Disana, Turman bertemu Anggi dan kemudian disepakati harga, lalu Turman mengajak Anggi untuk ngesek dengannya.

Usai ngesek dengan Anggi lalu Turman beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dan saat itulah Turman tewas. Anggin yang menemukan teman kencannya tidak bernafas lagi langsung melapor ke pihak hotel dan membuat heboh. Seluruh tamu lalu dialihkan masuk melalui pintu belakang hotel. Dan selanjutnya pihak hotel segera melaporkan kepada petugas Polsek Medan Baru.

tak lama kemudian sejumlah polisi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Medan Baru, Kompol Donny Alexander tiba di lokasi. Setelah melakukan olah kejadian tempat perkara, mayat turman dibawa ke RSU Pingardi Medan untuk diotopsi.

Saat korban ditemukan tewas memang seluruh tamu yang datang dialihkan lewat pintu belakang untuk menghindari wartawan .

Sementara Anggi hingga tadi malam masih dimintai keterangannya di Mapolsek Medan Baru. Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Akp Andik mengatakan bahwa korban tewas karena penyakit jantung yang dideritanya. (SR)

Tim Investigasi Adipura Jakarta Sidak ke Medan

Medan, LasserNews.wordpress.com

Pagi yang sejuk di Puskesmas Medan Johor sebagai Puskesmas Induk dari Puskesmas Pangkalan Masyhur, Kwala Bekala dan Gedung Johor terlihat selalu bersih dan nyaman. Pagi itu, Jum’at (20/04) para perawat Puskesmas sedang membersihkan halaman Puskesmas. Sebahagian mencabut rumput dan sebagian lagi menyapu halaman.

Menurut dr Marlina, Kepala Puskesmas Medan Johor sudah ada beberapa bulan kegiatan ini dilakukan sesuai instruksi Wali Kota Medan, Rahudman Harahap yang meminta setiap jajaran SKPD Pemko Medan untuk menggiatkan program bersih lingkungan sebagai proses untuk meraih Adipura tauhun 2012. Sebab selama masa pemerintahan Rahudman Harahap belum pernah kota Medan meraih penghargaan Adipura seperti yang pernah diraih Wali Kota Medan sebelumnya, Abdillah.

Saat sedang berbincang-bincang dengan dr Marlina tiba-tiba seseorang masuk ke ruang kerjanya mengatakan bahwa tim investigasi Adipura dari Jakarta datang untuk melakukan sidak. Namun karena kegiatan kebersihan sedang dilakukan maka dr Marlina menjumpai tim investigasi tersebut sejenak.

Selanjutnya LasserNews menanyakan apakah ada terdapat kasus gizi buruk di wilayahnya. dr Marlina mengatakan bahwa ada 5 kasus gizi buruk di wilayah Pangkalan Masyhur, Kwala Bekala dan Gedung Johor. Hampir semuanya adalah balita. Sayangnya menurut dr Marlina terkadang si ibu balita tersebut yang datang saat membawa balitanya yang mengalami gizi buruk tidak senang jika anaknya disebut menderita gizi buruk.

Saat si balita secara intens mendapatkan tambahan gizi dari Puskesmas ada terjadi kemajuan pada kesehatan si balita dengan membaiknya berat badan balita. Namun setelah itu si ibu lalai tidak mau lagi membawa anaknya ke Puskesmas untuk mendapatkan perbaikan gizi dan kembali lagi setelah si anak menderita penyakit lain seperti mencret dan keadaan berat badannya kembali menurun.

dr Marlina berharap dan menghimbau bahwa janganlah berkecil hati jika memang si balita mengalami gizi buruk dan cobalah secara rutin untuk tetap membawa anaknya tersebut ke Puskesmas untuk mendapatkan tambahan gizi lewat Posyandu dan imunisasi yang teratur. (SR)

Wartawan vs Markus Nyaris Baku Hantam di Polsek Medan Baru

Medan, LasserNews.wordpress.com

Frans Marbun (29) seorang wartawan unit Polsek Medan Baru nyaris baku hantam dengan seorang Makelar Kasus di depan Polsek Medan Baru, Rabu (18/4).

Awal keributan hanya karena Marbun ingin mengambil foto korban penganiayaan, Selly boru Tobing (17) warga Jalan Sejati Baru, Kecamatan Medan Polonia saat di Polsek Medan Baru. Namun Marbun malah dihalang-halangi.

Sambil berucap,”Sudahlah kalian wartawan jangan ambil foto enggak ada urusan kalian disini. Biar aku yang urus ini.” Lelaki tersebut juga mengaku wartawan berusaha menghalangi Marbun.

Tidak senang dengan hal tersebut Marbun menuding bahwa lelaki tersebut telah mengahalangi pekerjaan wartawan sembari pergi menuju warung disamping Polsek Medan Baru. Disini Marbun dikejar hingga sejenak mengundang kehebohan. Namun kehebohan berakhir setelah dilerai oleh massa. (SR)

Dugaan Korupsi Rp 7,7 Milyar Direktur RS Pirngadi Bakal Dipanggil Jaksa

Medan, LasserNews.wordpress.com

Direktur RS Pirngadi Medan, dr Dewi Syahnan SpTHT bakal dipanggil Penyidik Pidana Khisus Kejatisu dengan adanya indikasi dugaan korupsi senilai Rp 7,7 milyar dalam proyek pengadaan Sarana Informasi Rumah Sakit (SIR).

Hal ini disampaikan oleh Plh Kasi Penkum Kejatisu, Ronald Bakara SH MH di kantor Kejatisu Medan saat ditanyakan tentang perkembangan proses penyidikan dugaan korupsi tersebut, Jum’at (20/04).

Jadi tidak tertutup kemungkinan bahwa kita akan memeriksa direktur RS Pirngadi jika ternyata memang dia ada sangkutannya dalam kasus ini.

Penyidik Kejatisu telah memanggil 20 pegawai untuk dimintai keterangannya. Mereka adalah Wakil Direktur RS Pirngadi, penanggung jawab Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR), Bendahara RS Pirngadi, panitia lelang proyek dan para kepala instalasi.

Dugaan korupsi tersebut berupa imbalan jasa sebesar 7 persen atau Rp 7,7 milyar terhadap pihak ketiga yang menyediakan alat tersebut dalam hal ini PT Buana. Namun alat tersebut tidak berfungsi sejak tahun 2010 akan tetapi imbalan jasa tetap diberikan. Karena adanya indikasi tindak pidana korupsi dalam hal pengadaan alat SIR tersebut pihak Kejatisu melakukan pemeriksaan terhadap kasus tersebut mulai 5 April 2012.

Pemeriksaan terhadapa 20 karyawan tersebut adalah untuk pengumpulan bahan-bahan keterangan dalam kasus dugaan penyimpangan dana tersebut. (SR)

Acara Perpisahan SMA Angkasa Medan

Medan, LasserNews.wordpress.com

Suasana hujan yang mengiringi acara perpisahan siswa-siswi SMA Angkasa Medan tidaklah membuat semangat mereka menurun. Bertempat di Restoran Sari Laut Avia Samudera yang berada di samping Bandara Polonia Medan dengan semangat dan keceriaan remaja mereka penuh semangat mengikuti acara tersebut, Jum’at (20/4).

Mungkin keceriaan mereka setelah mengikuti ujian UN dan berkumpul bersama teman-teman dengan berbagai harapan setelah kelulusan mereka nanti.Tampak para siswa putrea mengenakan jas hitam dan sisw putri mengenakan pakaian kebaya yang dimodifikasi sehingga penampilan mereka sungguh sangat menarik.


Para siswa-siswi SMA Angkasa Medan yang turut menghadiri acara perpisahan di Restoran Avia Samudera Medan

Lidya, salah seorang siswi SMA Angkasa mengatakan bahwa harapan mereka semoga hasil UN nanti mereka lulus semua. Karena sebagian dari mereka sudah berharap untuk bisa kuliah demi menggapai cita-cita mereka. Hasil kelulusan akan diumumkan pada tanggal 26 Mei 2012 mendatang.

Saat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Hening Cipta mereka menyanyikannya penuh khidmat.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Sekolah Angkasa Medan beserta guru-guru dan staf-staf SMA Angkasa Medan dan orang tua siswa-siswi SMA Angkasa Medan. (SR)

BRI Unit Hinai, Langkat Kebobolan Rp 200 Juta

Langkat, LasserNews.wordpress.com

Brankas BRI unit Hinai dibobol maling, Rabu (18/04). Diperkirakan mencapai kerugian Rp 200 juta. Pihak kepolisian masih terus menyelidik. Namun harapan untuk bisa cepat mengetahui si pelakunya buyar saat mengetahui si pelaku lolos dari rekaman CCTV.

Kapolres Langkat AKBP L. Eric Bhismo didampingi Waka Polres Kompol Safwan Khayat dan Kasat Reskrim AKP Aldi Subartono menegaskan saat mengecek ke lokasi akan mengejar pelaku.

Penyelidikan akan dilanjutkan dengan memeriksa saksi-saksi dan keterangan penjaga malam. Dan pihak polisi menyayangkan arah kamera CCTV tidak dipasang mengarah langsung ke lokasi brankas.

Diperkirakan pelaku menjebol pintu belakang menggunakan las karbit begitu juga dengan brankas uang. Waktu tiga jam dibutuhkan pelaku untuk menuntaskan semuanya.

Ada tiga orang saksi yang sudah diperiksa. Saat disinggung estimasi jumlah pelaku dan apakah ada kemungkinan ada keterlibatan orang dalam, Kasat Reskrim tidak memberikan jawaban.

Menurut informasi yang dihimpun, bobolnya brankas BRI persis disisi jalan lintas Medan – Aceh, pertama kali diketahui oleh M Sabri (35) selaku penjaga malam. Selanjutnya, dia melaporkan kepada pimpinan bank hingga polisi. Dikatakannya saat peristiwa berlangsung sekira pukul 22.00 WIB ketika Sabri pulang karena merasa kurang enak badan.

Saat dirinya kembali ke bank seusai sholat guna mengecek langsung terkejut. Pasalnya saat masuk ke gedung dia melihat pintu belakang sudah terbuka dan brankas penyimpanan uang sudah terbuka.

Kawanan pelaku diperkirakan lebih dari satu danprofesional karena merusak pintu brankas dengan menggunakan alat las dan sekaligus menggasak uang didalamnya Rp 200 juta. (irv)

Camat Medan Polonia : Bersihkan Lingkungan Untuk Menciptakan Suasan Bersih dan Nyaman

Medan, LasserNews.wordpress.com

Jajaran pihak kecamatan dan kelurahan Medan Polonia melakukan pembersihan sampah diseputaran bundaran taman Polonia. Hal ini untuk menciptakan kebersihan disetiap kelurahan dan lingkungan.

Demikian menurt Camat Medan Polonia, Ody Dodi Prasetyo didampingi Sekretaris Camat Hidayat saat melakukan kegiatan kebersihan di lingkungan Medan Polonia, Minggu (15/04).

Selain membersihkan sampah pihaknya juga melakukan pengecatan pot bunga serta menanam bunga di seputaran bundaran Polonia tersebut dengan tujuan untuk penghijauan lingkungan.

Ody juga menghimbau kepada masyarakat agar terus menciptakan suasana kebersihan dilingkungannya masing-masing. Selain kita melakukan program kebersihan juga ada pengangkutan sampah pada malam hari. Pemantauan sampah dimulai pukul 19.00 – 21.00 WIB di setiap tempat pembuangan sampah.

Sekretaris Camat Medan Polonia, Hidayat mengharapkan agar warga tetap sadar kepada kebersihan lingkungannya sehingga akan tercipta rasa nyaman dan tentram dilingkungan kita masing-masing. (SR)

Persediaan Beras Meningkat Namun Konsumsi Beras Menurun

Medan, LasserNews.wordpress.com

Kepala BKP (Badan Ketahanan Pangan) Sumut, Ir Setyo Purwadi mengatakan bahwa program diversifikasi pangan yang digalakkan menghasilkan tingkat konsumsi beras di Sumatera Utara mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir ini sekitar 1,89 persen per tahun.

Selanjutnya Setyo Purwadi mengatakan bahwa dengan berkurangnya konsumsi beras dimasyarakat maka ketahanan pangan akan terwujud. “Satu diantara program kami adalah menurunkan konsumsi beras dan ini upaya peningkatan ketersediaan bahan pangan melalui kebijakan intensifikasi, ekstensifikasi pengembangan cadangan pangan dan diversifikasi bahan pangan,” ujarnya.

Purwadi menguraikan bahwa konsumsi beras masyarakat Sumut tahun 2009 berkisar 139,50 kg per kapita per tahun. Ditahun 2010 mengalami penurunan menjadi 136,85 kg per kapita per tahun. Berdasarkan analisis situasi pangan ditahu 2011 kembali menunjukkan penurunan denagn kisaran 134,24 per kapita per tahun.

Untuk kembali mendapatkan penurunan konsumsi beras ditahun ini, pihaknya akan melakukan upaya sosialisasi peningkatan konsumsi bahan pangan non beras serta membangkitkan kearifan lokal di Sumut. Seperti mengkonsumsi umbi-umbian sebelum makan nasi yang disebut denagn istilah ‘manggadong’ (memakan ubi), kentang, sayuran dan bahan pangan lainnya.

Diharapkan tepat ditahun 2013 pola pangan harapan di Sumut dapat meningkat menjadi 93 dari kondisi tahun 2010 sebesar 78,7. Dan upaya yang dilakukan antara lain melalui percepatan penganekaragaman konsumsi pangan. Langkah lainnya yang akan dilakukan BKP Sumut adalah ketersediaan beras di Sumut juga mengalami peningkatan yakni dari 2,063 juta ton pada tahun 2010 menjadi 3,085 juta ton pada tahun 2012.

Kondisi ini memberikan dampak positif pada peningkatan cadangan beras di Sumut dalam upaya mempertahankan surplus beras. (SR)..

Kuasa Hukum RS Colombia Asia Tuding Anggota DPRD Arogan

Medan, LasserNews.wordpress.com

Kuasa hukum PT Nusatama Medicalindo atau RS Columbia Asia menuding bahwa anggota DPRD Sumut arogan dan tidak menghargai mitra kerjanya. Hal tersebut dikatakannya usai penundaan rapat dengar pendapat gabungan Komisi B, Komisi C dan Komisi E DPRD Sumut di gedung dewan, Rabu (11/04).

Rapat dengan Perusahaan Modal Asing (PMA) tersebut tadinyan adalah untuk mempertanyakan issue yang berkembang di media seperti pelanggaran UU kepemilikan PMA, pengemplangan pajak, hingga keikutsertaan akademi kebidanan yang tidak terdaftar sebagai PMA.

Namun anggota dewan merasa kecewa sebab jajaran direksi perusahaan tidak hadir dan hanya mengirimkan humas dan kuasa hukumnya saja. Lembaga DPR merasa dilecehkan dan rapat pun ditunda dan dijadwalkan kembali bulan depan dalam Badan Musyawarah (Banmus).

Rapat bahkan sempat ‘memanas’ sebab pihak PT Nusatama Medicalindo merasa tidak dihargai bahkan menurut Julheri DPRD terkesan mengusir mereka dan ada ungkapan jika gedung dewan agak mencekam sebab anggota dewan membentak-bentak mereka.

“Hari ini DPRD Sumut menunjukkan kearogansian kekuasaannya. Dan karena kami jelas dilindungi oleh UU sebagai advokat jadi boleh beracara dalam ligitasi dan non ligitasi. Tindakan yang dilakukan para anggota DPRD Sumut terhadap kami yang juga seakan-akan mengusir dari ruangan saya pikir adalah bentuk tindakan yang mempertontonkan arogansi kekuasaan,” ujar Julheri.

Julheri berharap kejadian tersebut adalah proses pembelajaran bagi semua pihak termasuk anggota DPRD Sumut dan pihaknya juga. Apalagi sebabgai masyarakat Sumut dirinya juga memberi kontribusi terhadap pembangunan anggota dewan juga. “Saya juga membayar pajak penghasilan yang dikumpulkan untuk membangun kantor ini.”

Lembaga DPR juga membuat UU tentang advokat dan harus menghargai UU itu. Julheri kemungkinan akan menyurati lembaga profesi tersebut untuk lebih melakukan kajian terhadap UU itu agar semua pihak dapat menghargai UU tersebut. Sangat mengecewakan jika pendapat DPRD menyatakan tidak ada aspek hukumnya dan hal tersebut sangat menyedihkan bagi kita yang berlatar belakang pendidikan hukum.

Ketua Komisi B DPRD Sumut, Tengku Dirkansyah mengatakan rapat ditunda karena kehadiran perusahaan yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Yang diharapkan tidaklah diwakili namun didamping oleh kuasa hukumnya dan mereka hadir di sini. Dicky sangat memahami jika PT Nusatama merasa keadaan mencekam sebab psikologis mereka yang sudah beberapa kali diundang oleh DPRD Sumut seperti Komisi A, Komisi C dan Komisi E juga. Dan jika dikatakan membentak tidaklah betul karena hanya suara saja yang keras khas Sumut, ungkapnya. (SR)

Kapoldasu Sumut : Propamkan AKBP Yustan Alpiani

Medan, LasserNews.wordpress.com

Menurut Kabid Humas Poldasu, Kombes Raden Heru Prakoso dan Kasubdit Pengelola Informasi AKBP MP Nainggolan, Kapoldasu merespon agar kedua wartawan yang dipanggil paksa dan diinterogasi selama 3 jam oleh Polres Asahan pada dua wartawan untuk mempropamkan AKBP Yustan Alpiani.

Kemudian ditegaskan MP Nainggolan di ruang kerjanya bahwa laporan kedua wartawan dan juga masyarakat yang merasa dirugikan oknum Polri pasti akan ditangani sesuai prosedur Propam.

“Jika merasa dirugikan atas perbuatan Kapolres Asahan segera laporkan ke Propam. Itu merupakan hak setiap warga negara. Nanti akan diproses,” kata Nainggolan.

Juga dikatakan Nainggolan dia sudah menghubungi Kapolres AKBP Yustan Alpiani menanyakan kenapa sampai memanggil dan memeriksa wartawan pemberi ionformasi adanya pengangkut kayu. Jawaban Yustan bahwa pihaknya cuma ingin mengetahui apakah ada temuan baru soal kayu tersebut.

Terpisah disebutkan kalau tindakan interogasi dan panggil paksa apalagi mempertemukan kedua wartawan dengan pengusaha kayu tidak dapat ditolerir berbagai elemen masyarakat. Tindakan polisi tersebut dapat mengancam nyawa si pemberi informasi (wartawan/masyarakat). Soalnya dikhawatirkan si pengusaha kayu akan menyimpan dendam dan mengenali wajah kedua wartawan tersebut.

“Berarti ini namanya oknum polisi mau menyelamatkan diri dan dugaan kelancaran setoran illegal namun mengorbankan narasumber. Undang-undang Perlindungan saksi juga ada. Wartawan sudah dipanggil paksa dan diinterogasi lalu dipertemukan pula dengan orang yang dicurigai berbuat kriminal. Legal atau illegal kayu yang diangkut truk sesuai yang dilaporkan masyarakat atau wartawan yang menentukan adalah penyidik Polri. Bisa saja dikatakan legal karena dicurigai ada sesuatu,” kata aktifis hukum Sumut, Mulkan SH di Medan.

Hal senada dikemukakan masyarakat Kabupaten Asahan dan berbagai elemen yang meminta agar Kapoldasu meninjau ulang jabatan AKBP Yustan Alpiani sebagai Kapolres. Sebab tindakan yang tidak profesional Kapolres dan jajarannya dikhawatirkan akan menjadikan Asahan tidak kondusif ke depannya.

Pemanggilan paksa dan interogasi serta mempertemukan (konfrontier) wartawan dengan si pengusaha adalah bentuk pengekangan serta intimidasi jurnalis/warga. Diduga agar jurnalis dan elemen masyarakat lainnya jangan melakukan pengawasan atau kontrol sosial soal maraknya perambahan hutan, judi, penyelundupan di perairan Asahan, penimbunan BBM maupun pencurian CPO dan lainnya di Asahan, emikian menurut LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Asahan, Hendra SP. (ds)