Kapoldasu Sumut : Propamkan AKBP Yustan Alpiani

Medan, LasserNews.wordpress.com

Menurut Kabid Humas Poldasu, Kombes Raden Heru Prakoso dan Kasubdit Pengelola Informasi AKBP MP Nainggolan, Kapoldasu merespon agar kedua wartawan yang dipanggil paksa dan diinterogasi selama 3 jam oleh Polres Asahan pada dua wartawan untuk mempropamkan AKBP Yustan Alpiani.

Kemudian ditegaskan MP Nainggolan di ruang kerjanya bahwa laporan kedua wartawan dan juga masyarakat yang merasa dirugikan oknum Polri pasti akan ditangani sesuai prosedur Propam.

“Jika merasa dirugikan atas perbuatan Kapolres Asahan segera laporkan ke Propam. Itu merupakan hak setiap warga negara. Nanti akan diproses,” kata Nainggolan.

Juga dikatakan Nainggolan dia sudah menghubungi Kapolres AKBP Yustan Alpiani menanyakan kenapa sampai memanggil dan memeriksa wartawan pemberi ionformasi adanya pengangkut kayu. Jawaban Yustan bahwa pihaknya cuma ingin mengetahui apakah ada temuan baru soal kayu tersebut.

Terpisah disebutkan kalau tindakan interogasi dan panggil paksa apalagi mempertemukan kedua wartawan dengan pengusaha kayu tidak dapat ditolerir berbagai elemen masyarakat. Tindakan polisi tersebut dapat mengancam nyawa si pemberi informasi (wartawan/masyarakat). Soalnya dikhawatirkan si pengusaha kayu akan menyimpan dendam dan mengenali wajah kedua wartawan tersebut.

“Berarti ini namanya oknum polisi mau menyelamatkan diri dan dugaan kelancaran setoran illegal namun mengorbankan narasumber. Undang-undang Perlindungan saksi juga ada. Wartawan sudah dipanggil paksa dan diinterogasi lalu dipertemukan pula dengan orang yang dicurigai berbuat kriminal. Legal atau illegal kayu yang diangkut truk sesuai yang dilaporkan masyarakat atau wartawan yang menentukan adalah penyidik Polri. Bisa saja dikatakan legal karena dicurigai ada sesuatu,” kata aktifis hukum Sumut, Mulkan SH di Medan.

Hal senada dikemukakan masyarakat Kabupaten Asahan dan berbagai elemen yang meminta agar Kapoldasu meninjau ulang jabatan AKBP Yustan Alpiani sebagai Kapolres. Sebab tindakan yang tidak profesional Kapolres dan jajarannya dikhawatirkan akan menjadikan Asahan tidak kondusif ke depannya.

Pemanggilan paksa dan interogasi serta mempertemukan (konfrontier) wartawan dengan si pengusaha adalah bentuk pengekangan serta intimidasi jurnalis/warga. Diduga agar jurnalis dan elemen masyarakat lainnya jangan melakukan pengawasan atau kontrol sosial soal maraknya perambahan hutan, judi, penyelundupan di perairan Asahan, penimbunan BBM maupun pencurian CPO dan lainnya di Asahan, emikian menurut LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Asahan, Hendra SP. (ds)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s