Kuasa Hukum RS Colombia Asia Tuding Anggota DPRD Arogan

Medan, LasserNews.wordpress.com

Kuasa hukum PT Nusatama Medicalindo atau RS Columbia Asia menuding bahwa anggota DPRD Sumut arogan dan tidak menghargai mitra kerjanya. Hal tersebut dikatakannya usai penundaan rapat dengar pendapat gabungan Komisi B, Komisi C dan Komisi E DPRD Sumut di gedung dewan, Rabu (11/04).

Rapat dengan Perusahaan Modal Asing (PMA) tersebut tadinyan adalah untuk mempertanyakan issue yang berkembang di media seperti pelanggaran UU kepemilikan PMA, pengemplangan pajak, hingga keikutsertaan akademi kebidanan yang tidak terdaftar sebagai PMA.

Namun anggota dewan merasa kecewa sebab jajaran direksi perusahaan tidak hadir dan hanya mengirimkan humas dan kuasa hukumnya saja. Lembaga DPR merasa dilecehkan dan rapat pun ditunda dan dijadwalkan kembali bulan depan dalam Badan Musyawarah (Banmus).

Rapat bahkan sempat ‘memanas’ sebab pihak PT Nusatama Medicalindo merasa tidak dihargai bahkan menurut Julheri DPRD terkesan mengusir mereka dan ada ungkapan jika gedung dewan agak mencekam sebab anggota dewan membentak-bentak mereka.

“Hari ini DPRD Sumut menunjukkan kearogansian kekuasaannya. Dan karena kami jelas dilindungi oleh UU sebagai advokat jadi boleh beracara dalam ligitasi dan non ligitasi. Tindakan yang dilakukan para anggota DPRD Sumut terhadap kami yang juga seakan-akan mengusir dari ruangan saya pikir adalah bentuk tindakan yang mempertontonkan arogansi kekuasaan,” ujar Julheri.

Julheri berharap kejadian tersebut adalah proses pembelajaran bagi semua pihak termasuk anggota DPRD Sumut dan pihaknya juga. Apalagi sebabgai masyarakat Sumut dirinya juga memberi kontribusi terhadap pembangunan anggota dewan juga. “Saya juga membayar pajak penghasilan yang dikumpulkan untuk membangun kantor ini.”

Lembaga DPR juga membuat UU tentang advokat dan harus menghargai UU itu. Julheri kemungkinan akan menyurati lembaga profesi tersebut untuk lebih melakukan kajian terhadap UU itu agar semua pihak dapat menghargai UU tersebut. Sangat mengecewakan jika pendapat DPRD menyatakan tidak ada aspek hukumnya dan hal tersebut sangat menyedihkan bagi kita yang berlatar belakang pendidikan hukum.

Ketua Komisi B DPRD Sumut, Tengku Dirkansyah mengatakan rapat ditunda karena kehadiran perusahaan yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Yang diharapkan tidaklah diwakili namun didamping oleh kuasa hukumnya dan mereka hadir di sini. Dicky sangat memahami jika PT Nusatama merasa keadaan mencekam sebab psikologis mereka yang sudah beberapa kali diundang oleh DPRD Sumut seperti Komisi A, Komisi C dan Komisi E juga. Dan jika dikatakan membentak tidaklah betul karena hanya suara saja yang keras khas Sumut, ungkapnya. (SR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s