Kepala Desa Emplasmen Kuala Namu Akui Memang Menerbitkan Surat Keterangan di Atas Lahan Eks PTPN 2 Kuala Namu Deli Serdang

Deli Serdang, LasserNews.wp.com

Oknum Kepala Desa Emplasmen Kuala Namu Kecamatan Beringin Deli Serdang Suwito mengakui baru menerbitkan sekitar 20 SK (Surat Keterangan) tanah lahan eks PTPN 2 Kuala Namu Deli Serdang, Jum’at (09/11). Hal tersebut diungkapkan Kades Emplasmen Kuala Namu kepada wartawan Media Nuansa saat mengkonfirmasikan kebenaran tentang diterbitkannya Surat Keterangan kepemilikan tanah eks PTPN 2 Kuala Namu.

Dari informasi yang didapat wartawan majalah Media Nuansa bahwa ratusan massa penggarap merasa resah karena banyak SK tanah belum diterbitkan lagi oleh oknum Kades Desa Emplasmen Kuala Namu padahal uang administrasi sebesar Rp. 600.000,-/SK telah diberikan kepada ketua pengurus kelompok penggarap yang berinisial B.

Camat Beringin, Batara Harahap yang juga sempat datang sejenak ke kantor Kepala Desa tersebut, Jum’at (09/11) tetap memberikan pernyataannya yang dengan tegas melarang Kades Emplasmen Kuala Namu tersebut agaR tidak lagi menandatangani SK tanah yang lainnya. Apalagi pihak perkebunan PTPN 2 masih memperpanjang HGUnya sehingga sampai kapan pun masyarakat petani penggarap tidak akan pernah bisa memiliki tanah itu.

Ketika ditanyakan kepada Kades Emplasmen Kuala Namu Kecamatan Beringin tersebut mengapa masih menandatangani dan mengeluarkan SK tanah eks PTPN 2 Kuala Namu tersebut. Padahal sesuai surat edaran Bupati Deli Serdang Drs Amri Tambunan beberapa waktu lalu bahwa seluruh jajaran pimpinan di pemerintahan Deli Serdang baik di kecamatan maupun di pedesaan tidak diperkenankan uantuk mengeluarkan sebuah bentuk surat keterangan di lahan tanah yang berstatus sengketa.

“Saya hanya ingin menolong massa penggarap dilahan eks PTPN 2 Kuala Namu tersebut supaya tidak gontok-gontokan dalam menggarap tanah di atas lahan eks PTPN 2 Kuala namu tersebut,” ungkapnya diruang kerjanya.

Massa penggarap merasa resah sebab lahan yang mereka garap saat ini yang luasnya sekitar 57 hektar kondisi kepemilikannya sudah tumpang tindih. Hal ini disebabkan selalu terjadi pergantian kepengurusan. Jika Kades mengerti bahwa tanah garapan tersebut tidak boleh dikeluarkan SKnya namun sang Kades seperti tidak peduli dengan larangan tersebut dan tetap menerbitkan SK tanah eks PTPN 2 Kuala Namu Deli serdang. Disinyalir bahwa Kades emplasmen Kuala Namu bekerja sama dengan B si ketua kelompok petani penggarap dalam menerbitkan SK tanh eks PTPN 2 Kuala Namu saat ini. Bahkan B juga menjual lahan yanah eks PTPN 2 kepada pengusah galian C sehingga kondisi lahan tanah eks PTPN 2 Kuala Namu saat ini seperti kubangan dan kolam. Ada indikasi bahwa B mendapatkan upeti dari si pengusaha galian C, demikian keterangan seorang warga penggarap disana.

Tahun 2002 yang lalu saat DPRD Deli Serdang dari fraksi TNI yang diketuai Kol. M. Naibaho yang menjadi mediator masyarakat saat itu dalam memperjuangkan petani penggarap. Saat itu lahan eks P{TPN 2 Kuala Namu adalah diperuntukkan untuk setapak tanah bukan lahan sawah ataupun ladang, demikian ungkap seseorang berinisial PS kepada wartawan Media Nuansa.

Namun sekarang semuanya sudah berubah fungsi menjadi tanah garapan dan bahkan tanah kaplingan yang masih dalam tahap perjuangan juga telah dimanfaatkan untuk kepentingan tersendiri dan bahkan telah diperjualbelikan oleh seseorang yang bernama Edison Sinaga pegawai Dinas Kebersihan Pemkab DS. Dan kelihaian B selaku Ketua Petani Penggarap lahan eks PTPN 2 sangatlah pintar bersandiwara dalam melakukan pembodohan kepada massa penggarap. (RamsesSrg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s