Bulan: Februari 2013

Visi Misi Lima Pasang Calon Gubernur dan Wakil Gubernur di DPRD Sumut

Medan, Lassernews.wordpress.com

Meskipun semua Cagub dan Cawagub telat datang ke DPRDSU namun ke-lima pasang Cagub dan Cawagub tersebut menyampaikan visi misi dan program kerja mereka dalam rapat Paripurna Istimewa DPRDSU, Senin (18/2), masing-masing 30 menit.

Rapat paripurna Istimewa di DPRDSU dalam rangka Penyampaian Visi, Misi dan Program Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumut Periode 2013-2018 dihadiri Sekdaprovsu M. Nurdin Lubis dan sejumlah Bupati/Walikota yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRDSU H. Saleh Bangun bersama empat Wakil Ketua; Sigit Pramono asri, Kamaluddin Harahap, Chaidir Ritonga dan M. Affan.

Pasangan Gus Irawan Pasaribu dan Soekirman (GusMan) dalam visi misi dan program mereka adalah untuk mewujudkan Sumut Sejahtera melalui misi good government dan clean government. Juga merubah paradigma bahwa pemuda kita usai tamat kuliah harus jadi PNS padahyal ketersediaan tenaga PNS sangatlah terbatas sehingga terkadang untuk masuk PNS orang harus berbuat kecurangan dengan cara menyogok sejumlah dana dan bisa dipastikan kualitas mereka tidak terjamin.

Selanjutnya adalah meningkatkan human capital, pemberdayaan potensi diri dan lingkungan agar berdaya saing tinggi dan mandiri. Meningkatkan perekonomian, penyelesaian masalah pertanahan, hutan dan infrastruktur yang adil dan merata. Dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan dengan optimalisasi pengelolaan sumber daya alam seperti pertanian dan nelayan yang berwawasan lingkungan. Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan pada semua jenjang hingga ke pelosok kabupaten/kota Provinsi Sumut. Menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dan terjangkau dengan meningkatkan tenaga pendidik dan juga tenaga kesehatan.

Sementara pasangan Effendi Simbolon-Jumiran Abdi menyatakan visi misinya akan memaksimalkan daya guna seluruh sumber dan potensi Sumut baik dari SDM maupun kekayaan alam melalui perencanaan yang strategis bagi kemajuan seluruh masyarakat.

Masyarakat Sumut masih banyak yang miskin dan alangkah sedihnya mereka melihat rumah rakyat/uang rakyat yang memfasilitasi para anggota dewan yang sangat mewah. “Bagaimana mungkin para pemimpin daerah kita masih bisa tidur nyenyak sementara 1200 desa tidak ada penerangan listrik di desanya dan 3000 desa masih sangat tertinggal. Belum lagi 90.000 anak sekolah putus sekolah setiap tahunnya,” ungkap Effendi Simbolon.

Pasangan Chaeruman Harahap-Fadly Nurzal dalam visi misinya adalah untuk menggerakkan pembangunan dari desa sebagai kondisi riil masyarakat Sumut dengan mengkoordinasikan pembangunan Sumut secara efektif, sugestif, bersahabat dan nasinalis sehingga menghilangkan ego sektoral dan ego lokal. “Jangan ada lagi menggunting dalam lipatan antara gubernur dan wakil gubernur karena dapat melemahkan kekuatan dalam proses pemerintahan,” demikian Chaeruman mengatakan.

Fadly Nurzal mengatakan bahwa mereka adalah pasangan yang saling melengkapi karena berasal dari dua daerah utama di Sumut yakni Gunung Tua, Padang Lawas dan Tanjung Balai pantai Timur.

Pasangan Amri Tambunan-RE Nainggolan dalam penyampaian visi misinya adalah memprioritaskan perbaikan tata kelola pemerintahan dengan menurunkan tingkat korupsi dan kolusi dalam penempatan PNS, membaiknya pelayanan publik dan pengurangan ekonomi biaya tinggi. Juga memperbaiki kapasitas kelembagaan untuk mendudkung kelanjutan program pembangunan.

Dan pasangan Gatot pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi dalam visi misinya mengangkat masalah pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan serta penanganan yang lebih intens. Serta membangun sumber daya manusia dan menciptakan kehidupan masyarakat yang beriman dan bertaqwa serta harmonis dalam keberagaman. (SR)

Iklan

Pemerintahan SBY, Pembodohan Bagi Rakyat Indonesia. Saatnya Untuk Revolusi!

Medan, LasserNews.wordpress.com

Sambutan terhadap acara pelantikan pengurus SIRI (Suara Independen Rakyat Indonesia), Jum’at (22/2) di Madani Hotel Jl SM Raja Medan sangatlah luar biasa. Dihadiri oleh berbagai LSM, FPI, para kyai, anggota DPRD SU fraksi PAN Kamaluddin Harahap dan juga Presiden SIRI DR.H. Eggy Sudjana dan seluruh pengurus DPW SIRI Sumut yang dilantik dan sejumlah wartawan dari teve swasta, media cetak juga wartawan elektronik. Ketua DPW SIRI terpilih adalah Zul Badri SH.

SIRI dalam setiap acara pelantikan pengurusnya selalu mengangkat issue nasional yang berkembang di Indonesia. Dan pada acara ini SIRI mengangkat issue diseputaran pilgubsu yang sebentar lagi berlangsung di Sumut dan juga mengenai para koruptor di Sumut yang belum tersentuh hukum.

SIRI adalah ormas yang muncul di Indonesia karena keadaan Indonesia yang semakin terpuruk dan semakin mencapai keterpurukan dalam masa 8 tahun pemerintahan SBY sebagai Presiden Indonesia. Pemerintahan SBY tidak mampu membendung hilangnya nilai-nilai moral, kebenaran menjadi suatu barang langka, harga diri dan martabat bangsa semakin memudar.

Bahkan media massa dan dunia kampus yang seyogyanya menjadi tonggak penjaga nilai berubah jadi semata komoditas politik, ekonomi dan wahana selebritas. Wartawan menjadi disfungsional tak berjalan sesuai yang diharapkan. Masyarakat Indonesia menyikapi moral secara acuh tak acuh dan penghormatan pada perbedaan menjadi salah satu prinsip agama pudar dan mengancam stabilitas dan solidaritas berbangsa.

Pemerintahan SBY malah membuat kebodohan dan kemiskinan semakin merajalela karena melalui UU 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal, SBY-Budiono merelakan modal asing menguasai tanah negara hingga 95 persen. Melalui Perpres 36 tahun 2010 SBY bahkan mengizinkan modal asing menguasai 95 persen hingga 99 persen sektor ekonomi, pertanian, energi, minyak dan gas, keuangan, perbankan hingga ritel. Pembangunan fisik berkembang namun orang miskin terabaikan dan memprihatinkan sementara orang yang seharusnya memperhatikan mereka malah justru melupakan mereka atau berpura-pura lupa dan membiarkan keadaan mereka dalam keadaan terjepit.

SIRI bukanlah Ormas yang mengandalkan proposal kesana kemari berdasarkan kedekatan seseorang kepada pejabat terhadap kelompok tertentu yang hanya untuk meningkatkan popularitas murahan dari para pejabat. Acara pelantikan pengurus DPW SIRI Sumut ini atas biaya pengurus SIRI sendiri. Tidak mungkin kita berbicara tentang pemberantasa korupsi kalau masih ada bantuan/proposal di luar dana APBN/APBD karena seharusnya semua bantuan haruslah tercantum di dana APBN/APBD. Karena itu Bantuan Sosial adalah merupakan sumber korupsi yang tidak terkontrol, Eggy Sudjana mengungkapkan hal tersebut dalam sambutannya.

SBY mengizinkan impor besar-besaran produk pertanian, pangan hingga hasil industri yang membuat petani makin miskin dan industri nasional ambruk sehingga Indonesia menjadi lahan jarahan kapitalisme asing dalam seluruh sendi kehidupan ekonominya. Kekayaan alam dikeruk dan diangkut keluar negeri. Minyak, gas, batubara dieksploitasi demi kebutuhan asing. Mineral, hasil hutan dan perkebunan dipersembahkan untuk membangun industri di negari imperialis dan rakyat Indonesia pada akhirnya hanya mendapatkan limbah beracun, kerusakan lingkungan, kehancuran hutan, bencana banjir, longsor yang terus berlangsung di seantero tanah air Indonesia, lanjutnya.

Pemerintahan SBY telah mengkhianati Sumpah Pemuda, Pancasila dan UUD’45 dan mengingkari sumpah yang diucapkan atas nama Tuhan. Pemerintahan SBY telah menggadaikan hampir seluruh kekayaan sumber daya alam Indonesia sehingga kesenjangan sosial semakin melebar, harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan dan kesehatan tidak terjangkau. Teror dan intimidasi terhadap petani dan buruh semakin keji, konflik sosial dan pelanggaran HAM semakin merebak. Pemerintahan SBY demi kelanggengan kekuasaannya lepas tang dan melakukan pembiaran, demikian Eggy Sudjana berapi-api dalam sambutannya di acara pelantikan pengurus DPW SIRI Sumut.

Tidak ada lagi alasan untuk menunggu perubahan melalui Pemilu 2014 yang notabene digerakkan oleh politik uang. Satu-satunya jalan menyelamatkan bangsa ini adalah revolusi terhadap pemerintahan SBY-Budiono sebagai dalang korupsi-korupsi terbesar di negeri ini sehingga hutang negara terus menumpuk hingga mencapai Rp 2000 triliun lebih saat ini, lanjut Eggy. Dan disambut dengan tepuk tangan dari para undangan yang hadir.

Untuk itulah MKRI (Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia) serta cabang-cabangnya di 17 Provinsi di Indonesia mengultimatum pemerintahan SBY hingga tanggal 24 Maret 2013 agar mundur atau dilengserkan oleh rakyat Indonesia jika tidak dapat melakukan nasionalisasi tambang dan migas dan sejumlah masalah besar lainnya. Dan untuk revolusi ini peran media massa sangatlah dibutuhkan agar mampu memberitakan semua bentuk penyelewengan atau penyalahgunaan wewenang dari pembusukan mental masyarakat birokrasi yang terjadi di dalam pemerintahan SBY ini. Dengan niat terus beorientasi, fokus dan fungsional untuk dapat melaksanakan revolusi fungsional ini.(SR)

Pelantikan Rektor dan Peringatan HUT ke-30 Yayasan Sari Mutiara Bidang Pendidikan

Medan, LasserNews.wordpress.com

Suasana meriah dan bersahaja tampak memenuhi kampus Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan. Hari itu, Selasa (29/1) acara pelantikan Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia, Dr. Dra. Ivan Elisabeth Purba, MKes sekaligus juga memperingati HUT ke-30 Yayasan Sari Mutiara di Bidang Pendidikan di Jl Kapten Pattimura No 79 Medan.

Tampak hadir dalam acara tersebut Dewan Pembina Yayasan Sari Mutiara Parlindungan Purba SH>MM, Ketua Badan Sari Mutiara Medan Drs. W. Purba, Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut dan Aceh, Prof. Dian Armanto, ketrua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wil-I Sumut dan seluruh jajaran pengurus APTISI Sumut. Bupati/Walikota se-Sumut, para Rektor, Direktur dan Pimpinan Yayasan PTS se-Sumut, Kantor Wilayah I PT Bank Mandiri Tbk dan jajarannya, para Ketua/Pengurus Asosiasi Profesi Provsu, pengurus APINDO, PSMTI, dan INTI Sumut, Senat Universitas Sari Mutiara Indonesia, tokoh-tokoh masyarakat, civitas akademika Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan. Dr. Dra Ivan Elisabeth Purba MKes, Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia yang baru dilantik dalam kata sambutannya mengatakan bahwa dirinya merasa yakin akan dapat melaksanakan tugas barunya sebagai Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia dengan mengharapkan dukungan dan doa serta kerja sama dari Koordinator Kopertis Wilayah I dan juga dukungan dari Bupati/Walikota se-Sumut, Pemprovsu dan bantuan dukungan dari semua undangan.

Universitas Sari Mutiara Indonesia merupakan pengembangan STIKes Mutiara Indonesia dengan berbagai program studi yang dipercayakan pemerintah Republin Indonesia lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diharapkan kehadiran Universitas Sari Mutiara Indonesia di Kota Medan ini dapat melengkapi keberadaan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang telah ada di Sumut ini. Dan Ivan Elisabeth berharap dengan adanya Universitas Sari Mutiara Indonesia ini dapat mengurangi tingkat pilihan masyarakat Sumut untuk kuliah ke perguruan tinggi di luar Sumut dengan meningkatkan tempat kuliah yang nyaman dan bermutu. (SR)

Gaung Bahana Catur WASPADA CUP 2013

Medan, LasserNews.wordpress.com

Gaung olahraga catur semakin di Sumut. Hal ini terlihat dari banyaknya peminat peserta Turnamen Catur Terbuka Perorangan WASPADA CUP 2013 yang berlangsung acara pembukaannya pada hari ini, Jum’at (14/2) di Gedung PWI Parada Harahap 14-18 Februari 2013 di Jalan Adinegoro No 4 Medan.

Tampak hadir Ketua Umum PB PERCASI Hashim Djojohadikusumo, Ketua KONI Sumut Gus Irawan Pasaribu, Walikota Medan (yang mewakili), Ketua Umum Percasi Parlindungan Purba, Sekretaris Umum Ferry Iskandar, Ketua Umum Percasi Kota Medan, pengurus Kota Medan dan seluruh peserta Turnamen Catur Waspada Cup 2013 ini.

Gus Irawan Pasaribu selaku Ketua KONI Sumut mengatakan bahwa dirinya sangatlah bangga dengan semakin besarnya peminat catur di Sumut hingga ke sekolah-sekolah. Hal ini dilihat dari peserta turnamen catur mulai pelajar Sekolah Dasar hingga SMU yang menjadi kelompok Junior A (14 tahun kebawah) dan kelompok Junior B (14-19 tahun). Dan diharapkan akan muncul pecatur-pecatur unggul nantinya.

Demikian pula Hashim Djojohadikusumo mengatakan sangat tidak menyangka peminat catur sudah semakin diminati di Sumut dan Kota Medan ini sehingga dirinya akan lebih memperhatikan Percasi Sumut dan Percasi Kota Medan ke depannya.

Usai acara pembukaan Turnamen Catur Perorangan Waspada Cup 2013 seluruh peserta turnamen diberi pengarahan oleh Sekretaris Umum Percasi Kota Medan. Dan hari ini dimulai pertandingan catur kelompok Senior babak pertama. (SR)

Jl Karya Wisata Gedung Johor Ujung Medan Kupak Kapik

Medan, LasserNews.wordpress.com

Sudah lebih setahun yang lalu, wartawati Lassernews.wp.com yang juga warga Gedung Johor setiap melintasi Jl Karya Wisata ujung Kecamatan Medan Johor selalu berpikir ,mengapa jalan ini semakin hancur apalagi sekarang ini semakin kupak kapik keadaannya. Apalagi saat hujan turun, jalanan banjir sehingga bagi orang yang baru pertama kali melintasi jalan tersebut sering jatuh masuk lubang.

Kondisi di sepanjang Jl Karya Wisata ujung Kecamatan Medan Johor Medan tersebut hampir 4 km hancur total. Apalagi drainasenya juga tidak karuan sementara pembangunan perumahan disana semakin bertambah saja.

Telah banyak pengaduan masyarakat kepada Lurah dan Camat Medan Johor namun belum ada tanggapan dari Dinas Bina Marga Kota Medan sampai saat ini.

“Bayangkan dek, kalau harinya hujan pasti airnya tergenang dan banjir. Kondisi jalan yang berlubang sering membuat warga yang melintasi jalan disana terjatuh. Kami warga masyarakat Gedung Johor meminta kepada Dinas Bina Marga Kota Medan agar segera memperbaiki Jalan Karya Wisata ujung Medan ini lewat kucuran dana APBD dari Pemko Medan untuk perbaikan infrastruktur di Kota medan ini. Semestinya Rahudman sebagai Walikota Medan juga blusukan kemari untuk melihat kondisi jalan yang hancur ini. Apalagi Medan ingin mendapatkan penghargaan Adipura Kencana. Jangan Adipura Kencananya dapat tetapi kenyataan di lapangan masih banyak jalan di Kota Medan ini yang hancur-hancuran,” tutur Opung M Hutauruk.

Sementara itu Gimun seorang warga Jl Eka Surya Gang Eka Sekolah pemilik Warkop Gimun menuturkan bahwa Jl Karya Wisata ujung yang hancur tersebut telah memakan korban. “Tahun lalu seorang remaja laki-laki warga Jl Eka Surya juga meninggal akibat terjatuh di Jl Karya Wisata ujung yang hancur dan berlubang itu,” ujarnya.

Dan LasserNews.wp.com telah melihat sendiri masih banyak jalan disekiar Gedung Johor Medan yang hancur dan berlubang bahkan ada jalanan yang berubah seperti kolam di Jl Karya Dharma Medan Johor dab juga telah memakan korban. Juga jalanan di Jl Karya Kasih Gedung Johor Medan yang hancur dan berlubang tetapi tidak pernah ada perhatian dari Pemko Medan untuk memperbaiki jalan-jalan tersebut. Jadi perlu dipertanyakan kembali kepada pemerintah jika Medan mendapatkan penghargaan Adipura Kencana apa saja kriteria penilaiannya dan dengan kondisi jalanan yang masih berlubang apakan pantas Medan mendapatkan Adipura Kencana tersebut. Jika penilaian bagus, bersih dan bernilai estetika apakah hanya di daerah yang mendapatkan kunjungan penilaian dari Tim Penilai Adipura di kota saja tidak ke seluruh wilayah Kecamatan di Kota Medan ini? Sebuah penilaian yang subjektif kalau begitu, ungkap Opung Hutauruk. (SR)

Demo Mahasiswa Tangkap Kadispenda Sumut Razali Korupsi Rp 13 Miliar

Medan, LasserNews.wordpress.com

Gelombang unjuk rasa mahasiswa tak terbendung lagi untuk mengusut Kadispenda Razali karena kasus korupsi Rp 13 miliar di Biro Umum Pemprovsu, apalagi proses terdakwa Aminuddin mantan Bendahara Biro Umum telah sampai di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan.

Sangatlah aneh jika Razali tidak terlibat dalam kasus korupsi Rp 13 miliar tersebut karena tanda tangan Razali ada di dalam kwitansi bersama Aminuddin.

“Jelas terungkap Razali punya peranan dalam kasus korupsi di Biro Umum Pemprovsu dan terkesan Razali memiliki keistimewaan dimata hukum. Seharusnya Razali juga diseret dan diproses hukum bersama Aminuddin,” demikian menurut Ketua LKMM (Lembaga Kajian Masyarakat Marginal), Muhammad pada hari Minggu (10/2).

Razali tidak layak menjadi Kadispenda Sumut karena kasus tersebut dan dikhawatirkan ke depannya hanya akan menyalahgunakan PAD atau uang yang sumbernya dari rakyat. Jadi diharapkan agar Poldasu segera menangkap Razali dan memprosesnya secara hukum sebagai tersangka. Dan Jaksa agar segera mengungkap fakta-fakta keterlibatan Razali, lanjut Muhammad.

Sebelumnya ratusan massayang tergabung dalam Pimpinan Pusat Gerakan Pejuang Pembaharuan Sumut berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut Jl Imam Bonjol Selasa (5/2) merngkimbau agar DPRDSu meminta penjelasan Pemprovsu mengenai pengangkatan Razali sebagai Kadispenda Sumut padahal tersangkut kasus korupsi. Banyak bukti-bukti korupsi Razali semasa menjabat Kabiro Umum Pemprovsu dan juga mantan Kepala Perhubungan Sumut. (sr)

Indikasi Kerugian Negara Rp 3 Miliar di PDAM Tirtanadi

Medan, LasserNews.wordpress.com

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Poldasu Kombes Pol Sadono Budi Nugroho mengatakan bahwa ditemukan indikasi kerugian negara yang mencapai Rp 3 miliar dalam pengadaan jasa penagihan rekening air PDAM Tirtanadi.

Jumlah kerugian tersebut baru dari hasil perhitungan sementara penyidik Poldasu sementara jadi kemungkinan jumlah tersebut bisa bertambah melalui audit BPKP (Badan dan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) Perwakilan Sumut, ujarnya.

Penyidik masih memerlukan kelengkapan dokumen lainnya untuk memperkuat data yang telah dimiliki. Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Poldasu telah menggeledah Kantor Koperasi PDAM Tirtanadi di Jl Petani Kecamatan Medan Kota, Jum’at (1/2) dengan tujuan mencari data terkait dugaan korupsi dalam pengadaan jasa penagihan rekening air di perusahaan milik Pemprovsu tersebut. Selain itu ada ikatan kerja sama antara PDAM Tirtanadi dan Koperasi Tirtanadi yang dinilai dilakukan tanpa mekanisme pengadaan barang dan jasa yang diatur dalam SK Direksi PDAM Tirtanadi. Dan keterangan telah diberikan Bendahara Koperasi Adiyawarstuti, Kabag Sumber Daya Manusia, Arifuddin dan Yapto sebagai sekuriti koperasi, demikian menurut Kasubbid Pengelola Informasi dan Data Bidang HUmas Poldasu, AKBP MP Nainggolan.

Penentuan nilai pembayaran/prestasi atas pekerjaan tersebut juga tidak didasarkan pada perhitunganteknis yang dapatdipertanggungjawabkan sehingga ada dugaan nilai pembayaran tersebut terlalu mahal, lanjutnya.

Salah satu pejabat PDAM Tirtanadi juga membeberkan bahwa masalah ini sebenarnya pernah dipersoalkan Badan Pengawas PDAM Tirtanadi karena prosedurnya yang tidak sesuai. Semestinya uang pembayaran rekening dari konsumen/pelanggan masuk dulu ke rekening milik PDAM Tirtanadi baru manajemen membayarkan jasa kepada koperasi. Namun yang sekarang terjadi malah sebaliknya, uang rekening masuk ke Koperasi lalu koperasi yang membayarkan kepada PDAM Tirtanadi. Jadi bisa dikhawatirkan dana penyertaan modal oleh Pemprovsu melalui APBD tersebut diselewengkan adalah anggaran untuk produksi air.

Ketua LSM Cahaya Madani, Syafaruddin Hasibuan SH menyesalkan kejadian ini dan berharap kasus dugaan korupsi di PDAM Tirtanadi ini dapat diproses hukum jika terbukti adanya penyimpangan dalam penagihan rekening air di PDAM Tirtanadi sebab selama ini masyarakat selalu mengeluh tentang pelayanan Tirtanadi baik kualitas maupun debit air. Jika biaya produksi air dikorupsi bagaimana PDAM Tirtanadi dapat melayani mayarakat seperti yang diharapkan. (SR)