Legenda Batu Merdahup Cerita Rakyat Dairi

Medan, LasserNews.wordpress.com

Hari kedua PRSU, Sabtu (16/3) stand Pemkab Dairi menggelar pagelaran Budaya Dairi/Pakpak di open stage PRSU Medan. Dalam pagelaran budaya Pakpak tersebut tampak hadir Bupati Pemkab Dairi KRA Jhonny Sitohang Adinegoro, Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi Sh, Kadis Budaya dan Pariwisata, Budaya dan Olahraga Dairi Drs Bonar Butar-butar, Ketua DPRD Dairi Delfi Masdiana Ujung SH. MSi, pimpinan SKPD Pemkab Dairi, unsur Muspida Pemkab Dairi, anggota DPRD Provsu asal Dairi dari fraksi Golkar Edi Richard M Lingga SE, tokoh-tokoh masyarakat Dairi, masyarakat Pakpak yang berdomisili di Kota Medan.

Bupati Pemkab Dairi dalam sambutannya mengatakan bahwa sudah saatnya Dairi menunjukkan kepada masyarakat Sumut bahwa Dairi/Pakpak tidak lagi mesti ditakuti lagi seperti selama ini oleh masyarakat Sumut sebab banyak hal-hal positif dan menarik yang dapat ditemui dan dilihat di Kabupaten Dairi/Pakpak. Untuk itu di PRSU ini diharapkan masyarakat lainnya dapat melihat semua itu dari berbagai promosi budaya, industri dan hasil agribisnis yang memiliki daya saing dan juga hasil-hasil perkebunan dari daerah Dairi di stand pameran Pemkab Dairi

Lembaga Kebudayaan Pakpak (LKP) menampilkan persembahan cerita rakyat yang berjudul “Legenda Batu Merdahup”. Menureut Kabid Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pemkab Dairi Drs Naik Capah kepada LasserNews.wp.com menuturkan bahwa legenda ini mengisahkan kehidupan tentang seorang raja di zaman dahulu yang hidup di salah satu kampung Pakpak bernama Parube Haji yang suka bertindak semena-mena terhadap rakyatnya. Pada suatu hari, sang raja menikahi seorang wanita yang dijadikannya sebagai istri muda. Namun tidak disangka istri muda tersebut malah mengusir bindohara (istri pertama) Parube Haji dan putra putrinya sehingga mereka terlantar dan menderita.

Penderitaan mereka itu membuat bindohara tidak sanggup menerimanya sehingga bindohara pergi mendekati batu besar (batu Merdahup). Batu Merdahup pun menelan bindohara sehingga tinggallah putra-putrinya yang tidak mengetahui bahwa ibu mereka telah ditelan batu Merdahup. Lalu putra-piutrinya berjalan mendekati batu Merdahup dan melihat sebutir telur ayam dan 7 helai rambut ibunya sehingga mereka meratapi ibunya yang telah ditelan batu Merdahup tersebut. Lalu saat mereka menangisi ibunya dan berniat ingin ditelan batu tersebut tiba-tiba terdengar sayup-sayup suara yang menyuruh mereka agar meninggalkan tempat tersebut. Lalu mereka pun pergi meninggalkan batu Merdahup sambil membawa telur dan helai rambut ibunya.

Telur tersebut merupakan kunci akan bertahtanya putra Parube Haji dari sang bindohara kelak dan selanjutnya ikuti kisahnya dalam pagelaran budaya Pakpak di open stage PRSU, Sabtu (16/3). (SR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s