SMK Negeri 10 Medan Terapkan Kedisiplinan Untuk Meningkatkan SDM Siswa/i

Medan, HR

Selain untuk memberikan pendidikan melalui mata pelajaran di sekolah dengan mengikuti sistem pendidikan Nasional, SMK Negeri 10 Medan juga menerapkan pendidikan kedisiplinan di dalam lingkungan sekolahnya kepada seluruh siswa siswinya.

Hal ini dapat dilihat melalui sanksi yang diberikan sang Kepala Sekolah SMKN 10 Medan, Dra Dahlia Purba dengan menyuruh pulang jika ada siswa/i nya yang terlambat masuk sekolah. Namun hal ini banyak disesalkan oleh para siswa/i dan orang tua murid yang keberatan jika anaknya terlambat datang ke sekolah diberikan sanksi disuruh pulang ke rumah.

Tatkala tim HR menyambangi SMK Negeri 10 Medan untuk mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Sekolah SMKN 10 Medan namun Kepala Sekolah tersebut tidak ada di tempat sedang ke kantor Dinas Pendidikan Kota Medan.

Akhirnya tim HR diarahkan ke Wakil Manajemen SMKN 10 Medan, Rejeki Purba dan menanyakan tentang peraturan kedisiplinan tentang memulangkan siswa/i yang terlambat nmasuk sekolah tersebut.

Rejeki Purba menegaskan bahwa kedisplinan juga termasuk dalam ilmu pendidikan di sekolah yang tujuannya adalah untuk meningkatkan SMD siswa/i di bidang disiplin dan mental mereka juga untuk mengurangi angka keterlambatan siswa/i yang datang ke sekolah. Namun sebelum kami menyuruh mereka pulang terlebih dahulu kami telah menghubungi orang tua masing-masing siswa/i melalui selulernya (HP). Dan diharapkan orang tua siswa/i tersebut dapat mengerti dan kalau bisa menunggu anaknya di rumah. Dan sanksi kedisiplinan ini juga masih dalam taraf uji coba dan akan ditinjau kembali apakah efektif atau tidak. Jika tidak efektif maka pihak sekolah akan mengadakan rapat dengan Dewan Komite Sekolah SMKN 10 Medan.

Saat disinggung tentang apakah ada siswa/i yang dibantu dari pungutan biaya sekolah, Rejeki Purba mengatakan ada namun menyatakan bahwa untuk memberikan informasi selanjutnya bukan kapasitasnya sebagai Wakil Manajemen SMKN 10 Medan.

Pada saat tim HR masih berada di SMKN 10 Medan ternyata di sekolah tersebut hadir pula orang tua murid, Saleh yang datang untuk bermohon kepada pihak SMKN 10 Medan agar tidak memberikan sanksi memulangkan siswa/i sekolah tersebut mengingat banyaknya godaan yang ditemui siswa/i tersebut di luar lingkungan sekolah. Karena tidak jarang juga bahwa banyak kedapatan pelajar-pelajar tidak langsung pulang ke rumah melainkan pergi ke tampat-tempat hiburan dan bahkan ke pondok/warung lesehan yang terdapat di kota Medan ini. Jadi pihak sekolah diharapkan untuk dapat mencari sanksi yang lain bukan dengan memulangkan siswa/i tersebut dalam jam sekolah. (tim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s