Bulan: April 2013

‘Horas Tap Teng’ Negeri Wisata Sejuta Pesona

Medan, LasserNews.wordpress.com

Berbagai jenis kesenian budaya Tapanuli Tengah dan juga budaya etnis lainnya yang ada ditampilkan Pemkab Tapanuli Tengah di open stage PRSU ke-42, Sabtu (6/4) berhasil memukau seluruh pengunjung yang datang menyaksikan pegelaran Tapanuli Tengah tersebut.

Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang yang membuka acara pagelaran tersebut mengatakan bahwa dirinya sangatlah bangga dapat membawa keindahan daerah kabupaten Tapanuli Tengah yang memiliki potensi wisata bahari dengan alam pantainya yang sangat memukau, Kawasan Minapolitan Negeri Wisata Sejuta Pesona yang dapat dibuktikan saat berada di sana dengan petualangan bawah laut dengan olahraga snorkling atau diving, tepatnya di areal Pulau Mursala. Juga banyak terdapat air terjun yang salah satunya terdapat di Pulau Mursala.

Selain itu Kabupaten Tapanuli Tengah juga mempuanyai tempat wisata kuliner, wisata budaya dengan beragam etnis yang hidup berdampingan. Jadi tidaklah salah Kabupaten Tapanuli Tengah saat ini sangat banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.

Pagelaran seni budaya Tapanuli Tengah tersebut dihadiri oleh Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang, juag Wakil Bupati Tapanuli Tengah, seluruh pimpinan SKPD dan stakeholder Pemkab Tapanuli Tengah anggota DPRD yang asal Tapanuli Tengah dan masyarakat TapTeng yang berdomisili di Kota Medan.

Operet ‘Pariban Dari Tapanuli Tengah’ yang dibawakan oleh siswa/i SMAN 1 Matauli Plus Tapanuli Tengah juag tampil lumayan yang diselingi gaya komedian dari para siswa/i tersebut.

Usai acara pagelaran, Bonaran Situmeang juga mempromosikan film Mursala yang akan ditayangkan perdana di bioskop 21 di Jakarta pada 8 April 2013. Hal ini sangatlah membahagiakan dirinya selaku Bupati Tapanuli Tengah yang awal proses pembuatan film Mursala tersebut pernah mendapat rintangan dari oknum yang pernah bertugas sebagai Kepala Dinas di Dinas Budaya dan Pariwisata. Namun dengan dukungan dari seluruh masyarakat Tapanuli Tengah film Mursala yang 50 persen lokasinya diambil di daerah Tapanuli Tengah dan sisanya diambil lokasi di daerah Jakarta dapat dirampungkan dengan baik dan lancar tanpa kendala yang berarti. Seluruh dana pembuatan film Mursala adalah dari pihak swasta.

Diharapkan ke depannya setelah film Mursala ditayang di seluruh provinsi di Indonesia maka Kabupaten Tapanuli Tengah akan semakin maju sebagai daerah pariwisata di Provinsi Sumatera Utara dan akan membuat turis domestik dan mancanegara semakin suka berkunjung untuk menikmati semua keindahan alam daerah tujuan wisatanya di Tapanuli Tengah, pungkas Raja Bonaran Situmeang dengan sumringah. (SR)

Iklan

G-Resources MARTABE Hadirkan Informasi Terkini

Medan, LasserNews.wp.com

Stan Tambang Emas Martabe di PRSU ke-42 membuka forum diskusi dengan pesertanya dari mahasiswa-mahasiswa ITM jurusan Pertambangan semester VI tentang geologi pertambangan yang tim narasumbernya Didi Ardhi Nugroho, Senior Mine Gelogist di PT Agincourt Resources Martabe, Senin (1/4).

Dalam pemaparannya Didi menjelaskan bahwa G-Resources Martabe terletak dalam konsesi seluas 1.639 km2, memiliki sumberdaya 8,05 juta oz emas dan 77 juta oz. Pit Purnama adalah pit terbesar di area Martabe dan yang pertama ditambang. Pit Purnama memiliki umur tambang minimal 10 tahun.

Selama 4 tahun perusahaan ini telah menjalani masa konstruksi sehingga akhirnya berkat keras seluruh karyawan beserta mitra kerja PT Agincourt Resources berhasil menjadi Tambang Emas yang beroperasi penuh, lengkap dengan infrastruktur berkualitas standar internasional.

Selama masa konstruksi masyarakat di Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru memetik manfaat dari kehadiran Tambang Emas Martabe, baik di sektor tenaga kerja, program pemberdayaan masyarakat, maupun kemitraan yang sudah terjalin baik dengan para wirausahawan lokal. Dan PT Agincourt Resources Martabe lebih mengedepankan karyawan dari penduduk lokal,” demikian papar Didi.

Seluruh rangkaian aktifitas penambangan dalam Tambang Emas Martabe telah dirancang dan dibangun berdasarkan kajian studi dan didukung serta dilindungi oleh berbagai izin dari pemerintah terkait, termasuk dalam hal pengolahan dan pengaliran air ke Sungai Batangtoru.

Selanjutnya limbah yang akan dialirkan ke Sungai Batangtoru hanyalah air yang sebelumnya telah ditampung dan diolah dalam sebuah Instalasi Pengolahan Air sehingga memenuhi standar bersih dan aman (standar baku mutu). Sebagian dari air tersebut adalah air hujan yang ditampung yang turut berkontribusi memenuhi penampungan. Rencana ini telah disetujui sepenuhnya oleh pemerintah dan terdapat dalam Dokumen AMDAL yang ditandatangani tahun 2008 oleh Bupati Tapanuli Selatan. “Air tidak akan mengalami pencemaran yang membahayakan lingkungan karena manajemen Martabe telah melaksanakan studi yang sangat detail atas kualitas air,” jelas Senior Mine Geologist ini saat ditanyakan tentang limbah yang dikhawatirkan dapat merusak lingkungan sebab karakteristik bebatuan mineral yang terdapat di Tambang Emas Martabe adalah termasuk sulfidasi tinggi (high sulfidation).

Batangan emas dan perak Tambang Emas Martabe adalah tambang emas berkelas dunia yang pertama berproduksi di Sumatera Utara. Usaha mengkonversi sumber daya mineral (emas dan perak) yang menjadi cadangan mineral yang dapat diproses sehingga emas dan perak yang diambil dari bijih bisa tertangkap secara maksimal. Dan tim Mine Geology di Tambang Emas Martabe adalah melakukan aktifitas grade control yakni mengelola database mine geologydan membangun satuan kerja dengan bagian penambangan, geologi, metalurgi dan pengolahan. Sementara itu grade control merupakan suatu proses kegiatan yang berkelanjutan dimana setiap proyek mungkin dijumpai isu-isu berbeda dan baru. Selalu ada hal menarik dari setiap permasalahan yang ada. Apalagi jika permasalahan dapat terpecahkan dan memberi nilai tambah bagi perusahaan. (SR)

Ekonomi Regional Timpang, Pasar Kerja Formal Indonesia Tumbuh Lamban

Jakarta, LasserNews.wp.com

Lima tahun terakhir ini perekonomian Indonesia tumbuh mengesankan bahkan termasuk salah satu yang terkemuka di dunia. Namun pertumbuhan ekonomi yang baik ini ternyata belum tersalurkan dengan baik ke pasar kerja sehingga pergeseran pekerja informal ke formal dalam tiga tahun terakhir justru stagnan.

Laporan Tren Ketenagakerjaan dan Sosial Indonesia 2012 Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang disusun ekonom ILO, Emma Allen dan diluncurkan di Jakarta, Kamis (4/4) telah mencatat stagnannya pasar kerja di Indonesia ini.

Ketimpangan perekonomian regional membuat peralihan pekerja Informal ke formal masih berjalan lamban. Kegiatan ekonomi formal tahun 2012 baru 46,6 persen belum banyak bergerak dari tahun 1998.

Emma menilai bahwa berbagai rencana investasi infrastruktur serta manufaktur pemerintah dan swasta bakal mempercepat peralihan pasar kerja tersebut. Selanjutnya pemerintah harus membuat strategi yang tepat tahun 2013 namun investor justru memilih menunggu dan melihat perkembangan nasional.

Kondisi ini akan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja dan tingkat pengangguran akan menurun, terutama di kalangan pencari kerja lulusan diploma dan universitas. Hal ini menunjukkan permintaan pasar kerja terhadap pencari kerja trampil dan terdidik meningkat.

Antara Agustus 2011 dan agustus 2012 sebanyak 1.137.755 lapangan kerja telah tercipta. Tingkat pengangguran menurun hampir di semua provinsi kecuali Aceh dan Sulawesi Tenggara. (kompas.com)

PTPN IV Masih Memiliki Alas Hak Izin Lokasi Atas Lahan PT Panai Jaya Ajamu Labuhan Batu

Medan, LasserNews.wordpress.com

PTPN IV masih memiliki Alas Haknya Izin Lokasi dan bukti ganti rugi atas lahan PT Panai Jaya Ajamu Labuhan Batu, demikian humas PTPN IV menjelaskan atas demo aksi mahasiswa di PTPN IV, Jalan Letjen Suprapto Medan, Senin (25/3) yang menyebutkan bahwa lahan PT Panai Jaya Ajamu Labuhan Batu telah habis masa Hak Guna Usaha sejak tahun 2008 yang lalu.

PTPN IV mendapat Izin Lokasi dari Bupati Labuhan Batu pada tahun 2005 seluas 4.065 ha atas Kebun Panai Jaya Labuhan Batu yang berlokasi seluruhnya di Kabupaten Labuhan Batu. Dan dalam perjalanan usaha tersebut yang sesuai Keputusan Izin Lokasi telah dilaksanakan ganti rugi kepada masyarakat yang berasal dari Labuhan Batu.

Setelah dilakukan ganti rugi lalu dilanjutkan dengan pembukaan lahan dan kemudian ditanami. Namun sampai keada luasan lebih kurang 3.300 ha, masyarakat Riau menghentikan pekerjaan PTPN IV dengan alasan bahwa sisa areal yang belum dikerjakan termasuk wilayah Riau dan meminta kompensasi ganti rugi namun pihak Pemkab Rokan Hilir Riau menyatakan bahwa areal tersebut status kawasan Hutan di Provinsi Riau. Terjadinya permasalahan di atas adalah akibat batas Provinsi Sumatera Utara/Kabupaten Labuhan Batu yang masih dipersoalkan di lapangan.

Selanjutnya sisa areal lebih kurang 700 ha tersebut dilaporkan oleh PTPN IV ke Dirjen Kehutanan Jakarta, Lalu Dirjen Kehutanan memberi petunjuk akan segera diselesaikan dengan cara mengundang Provinsi Riau dan Provinsi Sumatera Utara namun hingga saat ini belum pernah terlaksana.

Areal lebih kurang 700 ha tersebut hingga saat ini masih dikuasai dan dikerjakan masyarakat Rokan Hilir Riau dengan vegitasi semak belukar di dalamnya secara umum.

Jadi PTPN IV menyatakan bahwa tuntutan mahasiswa tertanggal 25 Maret 2013 yang mengatakan bahwa PTPN IV telah merugikan negara hingga triliunan rupiah adalah tidak berdasar sama sekali mengingat : a. PTPN IV memiliki Alas Haknya Izin Lokasi dan bukti ganti rugi. b. PBB terhadapa areal yang dikuasai dan dikerjakan telah dibayarkan kepada negara. c. PTPN IV justru telah mempu menambah lapangan pekerjaan. d. PTPN IV telah berhasil menambah devisa dari hasil kebun yang suadah jadi.

Selanjutnya bahwa infrastruktur berupa jalan dan jembatan ke lokasi Kebun Panai Jaya pun berjalan dengan baik. (SR)

Gedung Wisma Kartini Ludes Terbakar

Medan, LasserNews.wordpress.com

Sekitar pukul 14.00 WIb, Jum’at (5/4) kepulan asap api tampak membumbung tinggi dari halaman kantor Gubernur Provsu Jalan P. Diponegoro. Para pegawai sebagian tampak berlari ke arah asap tersebut yang diduga dari Gedung Keuangan. Namun ternyata api berasal dari Yayasan Gedung Wanita Indonesia “Wisma Kartini” yang terletak di Jalan T Cik Di Tiro no 1C/49 Medan.

Tak lama kemudian beberapa unit mobil pemadam kebakaran pun datang dan berhasil memadamkan api yang sedang melahap gedung tersebut. Asal api belum diketahui sampai saat ini.

Pak Karmo (66) yang ditemui selepas maghrib di halaman Wisma Kartini yang telah diberi garis polisi, tampak masih duduk termangu bersama keluarganya. Pak Karmo dan keluarganya adalah penjaga gedung Wisma Kartini. Pak Karmo dan keluarganya telah tinggal di gedung Wisma Kartini sejak diresmikan tahun 1973. Menurut pak Karmo ada 3 keluarga yang tinggal di kamar gedung tersebut yang dikhususkan buat para penjaga gedung.

“Saya sedang tidur saat api melahap gedung ini dan istri saya sedang di luar kamar dengan pekerjaannya. Kami terkejut saat orang-orang yang berjualan di depan Wisma Kartini berteriak ‘kebakaran’ yang membangunkan saya,” ungkap Karmo yang tampak masih shock dengan kejadian ini. Dan mereka pun segera mengeluarkan barang-barangnya termasuk tilam tidur.

Sebagian penjaga gedung sedang keluar siang tadi dan mereka semua juga terkejut dengan kebakaran ini. Pak Karmo mengaku tidak tahu dari mana asal api tersebut. Api melahap bagia atas gedung dan bagian dalam gedung. Semua kursi dan meja dipastikan tidak dapat digunakan lagi, jelas pak Karmo. Juga aliran listrik pun dipadamkan hingga saat ini dan mereka masih akan tetap tidur di kamar gedung tersebut nanti malam jika sudah tenang, demikian menurut pak Karmo. (SR)

Grand Launching 3 Kantor Kas BNI Tingkatkan Pelayanan Untuk Masyarakat

Medan, HR

Grand launching 3 kantor operasional baru BNI diresmikan oleh Sedka Provsu, Kamis (28/3) di Jl AH Nasution Kecamatan Medan Johor, Stasiun Kereta Api Medan dan Cemara Asri Deli Serdang yang dipusatkan di BNI Komplek AATC Mega Residence Pangkalan Masyhur Medan.

Dalam sambutannya Gubernur Provsu Gatot Pujo Nugroho yang diwakili oleh Sekda Provsu Nurdin Lubis mengatakan bahwa dalam persfektif pembangunan ekonomi, perbankan berfungsi sebagai lembaga investasi yang dinamis dan yang menciptakan koordinasi antar pelaku pembangunan sehingga dapat dipicu akselerasi pembangunan secara maksimal guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Provsu Gatot Pujo juga mengharapkan bahwa BNI agar tetap berusaha meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat yang telah menyimpankan uang dan depositonya sebagai investasi pasif dengan mengharapkan keuntungan.

Selain itu BNI sebagai lembaga intermediasi yang menyalurkan kredit pihak lain atau pun masyarakat untuk kelancaran usahanya. Diharapkan BNI mampu menjadi katalisator peningkatan ekonomi masyarakat khususnya bagi pertumbuhan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Diharapkan ke depannya BNI dapat memberikan nilai positif sebagai lembaga perbankan di Sumut dan provinsi lainnya di Indonesia.

CEO BNI Kanwil Medan Johnny R Tampubolon mengatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya nasabah, termasuk menambah jaeringan layanan di wilayah kerjanya meliputi Sumut dan Aceh.

BNI juga mengadakan kegiatan sunatan massal, pengecatan sekolah, penghijauan, memberikan bantuan alat-alat sekolah kepada murid-murid yang berprestasi namun dari kalangan keluarga yang tidak mampu dan juga kegiatan olah raga. (jon)

Musrenbang 2013 Fokus Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Medan, HR

Musrenbang Pemerintahan Sumatera Utara tahun 2013 ini diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Dyandra Jl Kapten Maulana Lubis Medan. Musrenbang 2013 dimulai tanggal 2 – 5 April 2013. Pra Musrenbang dibuka oleh Sekda Provsu Nurdin Lubis pada, Selasa (2/4).

Rabu (3/4) Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho membuka Musrenbang tahun 2013 di Santika Convention Hall. Tujuan Musrenbang ini adalah memaparkan penyusunan RPKD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) tahun 2014 yang merupakan penyelarasan usulan program/kegiatan yang disampaikan daerah yang harus mengacu dan selaras dengan dokumen perencanaan strategis (RPJPD, RPJMD) baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi maupun RKP nasional.

Acara ini dihadiri oleh Gubernur Provsu Gatot Pujo Nugroho, Wakil Gubernur Provsu T Erry Nuradi, pimpinan SKPD Provsu beserta stakeholders, seluruh stakeholders dari 33 kabupaten/kota di Provsu, seluruh Kepala Bappeda dari 33 kabupaten/kota, yang mewakili Menteri Dalam Negeri, dan undangan lainnya.

Gubernur Provsu Gatot Pujo Nugroho mengatakan bahwa Musrenbang kali ini akan lebih membicarakan bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara. Selain itu juga untuk lebih meningkatkan pendidikan dan sumber daya manusia (SDM). Selain itu Pemprovsu akan lebih memfokuskan pengautan tata kelola pemerintahan yang baik dengan mengedepankan pelayanan publik, peningkatan aksesibilitas dan pelayananan kesehatan, meningkatkan infrastruktur dan mengembangkan wilayah mendukung daya saing ekonomi di perkotaan maupun pedesaan.

Sementara itu Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis mengatakan bahwa Musrenbang tahun 2013 kali ini mengundang narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, MEneg PPN/Kepala Bappenas RI, Kementerian PU, Kementerian Perekonomian, Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian. (jon)