MPI Anti Korupsi Kota Medan Desak Kejatisu Tangkap Rahudman

Medan, LN.wordpress.com

Ratusan massa MPI Anti Korupsi Kota Medan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejatisu Jl AH Nasution, Selasa (4/6). Di tengah teriknya matahari ratusan massa MPI Anti Korupsi Kota Medan penuh semangat menggelar aksi tersebut dan dalam orasinya, Ketua Aksi Koordinatornya Rendi dari MPI Anti Korupsi Kecamatan Medan Amplas menyatakan tuntutannya agar pihak Kejatisu menangkap dan memenjarakan Wali KOta Medan nonaktif Rahudman yang sebenarnya telah berstatus tersangka sejak tanggal 26 Oktober 2010 yang lalu.

Selain itu diminta kepada pihak Kejatisu agar tidak ‘main mata’ dengan Rahudman dan persidangan Rahudman jangan tertutup untuk kalangan tertentu saja sehingga bisa diduga ada apa dengan persidangan Rahudman?

Juve Girsang dari MPI Anti Korupsi Kecamatan Medan Johor mengatakan kepada LN.wordpress.com bahwa disetiap persidangan Rahudman selalu saja didukung oleh Lurah dan Camat sekotamadya Medan, PNS, ibu-ibu Dharma Wanita Pemko Medan. Sehingga Lurah dan Camat yang notabene adalah PNS sekaligus pelayan masyarakat telah jelas-jelas meninggalkan tugasnya dengan sengaja untuk mendukung terdakwa koruptor. Sehingga tugas-tugas mereka terabaikan disetiap adanya persidangan Rahudman. Dan menurut salah seorang PNS mereka datang ke Pengadilan Negeri karena diperintahkan atasan, demikian info yang didapat Juve dari Pengadilan Negeri.

Sangat aneh memang persidangan Rahudman yang dijaga dengan kenderaan antikerusuhan, semacam meriam air, sepasukan polisi dari pasukan Anti huru-hara dan Brigade Mobil dan kawat berduri terpasang di depan Pengadilan Negeri Medan. Sejak 3 Mei lalu para pejabat Kota Medan, Camat, Lurah dan ibu-ibu Dharma Wanita Pemko Medan selalu terlihat dalam ruangan sidang memberikan dukungan untuk Rahudman, lanjut Juve.

Rahudman diadili Pengadilan Tindak Pidana Korupsi karena dakwaan menyalahgunakan anggaran Tunjangan Perangkat apartur Pemerintah Desa (TPAPD) tahun 2005 senilai 2,07 miliar dengan potensi kerugian negara mencapai 1,5 miliar. Rahudman dan bendahara Kabupaten Tapanuli Selatan Amrin Tambunan telah mencairkan uang tersebut namun tidak dibayarkan kepada perangkat desa.

Sementara itu Amrin Tambunan, mantan Bendahara Pemkab Tapanuli Selatan telah divonis empat tahun dalam kasus ini. Amrin merupakan saksi kunci dan telah dihadirkan pada sidang Rahudman, demikian menurut sebuah sumber yang yang tak mau disebutkan namanya kepada LN.wordpress.com di jalan Candi Mendut Medan. (rs)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s