DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sumut Tolak Kenaikan BBM

Medan, LN.wp.com

Ratusan massa yang menamakan dirinya Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Sumut yang juga tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan aksi damai menolak kenaikan BBM dan beberapa tuntutan mereka di depan kantor Gubsu Jl P. Diponegoro Medan.

Minggu Saragih, Ketua Koordinator Aksi dalam orasinya mengatakan bahwa pemerintah yang akan menaikkan harga BBM dianggap sangat tidak berpihak kepada nasib rakyat dan buruh dan malah akan memiskinkan rakyat Indonesia.

Kenaikan upah rata-rata buruh/pekerja tahun 2013 sebesar 18,23% akan tergerus dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokok, perumahan, transportasi, kesehatan dll. Kenaikan upah buruh tersebut belum dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Konsumsi BBM bersubsidi semakin meningkat karena gagalnya pemerintah mengefektifkan pemakaian gas untuk pembangkit tenaga listrik, industri dan transportasi dalam negeri. Bahkan tak jarang kelangkaan gas terjadi di dalam negeri dan SPBG justru banyak tutup sementara gas Indonesia justru dijual ke luar negeri dengan harga yang sangat murah.

Selanjutnya pemadaman aliran listrik bergilir di Sumut marak terjadi yang pasti merugikan seluruh masyarakat karena listrik telah menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat dalam segala hal. Bahkan ada indikasi bahwa pemadaman aliran listrik adalah untuk menimbun BBM karena issue kenaikan BBM yang begitu besar.

FSPMI menilai pemerintah pusat lamban dalam menentukan sikap kesejahteraan rakyat khususnya kaum buruh dan hal ini dibuktikan dengan belum dibentuknya aturan teknis pelaksanaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenaga Kerjaan yang akan menanggung seluruh biaya pengobatan disaat buruh sakit dan jaminan pensiunan buruh.

Situasi perburuhan di Sumut juga tidak baik dan banyak mengalami persoalan-persoalan dalam menuntut hak-haknya yang telah diatur dalam UU Ketenaga Kerjaan karena banyaknya pengusaha yang melanggar hukum tenaga kerja namun pihak Dinas Tenaga Kerja dan aparat hukum hanya diam tanpa bisa berbuat apa-apa.

Belum lagi rencana Gubsu terpilih Gatot Pujo Nugroho yang ingin menghapuskan sistem Upah Minimum Provinsi yang dipastikan akan menyengsarakan kaum buruh sebab para pengusaha akan sewenang-wenang memberikan upah murah kepada kaum buruh.

Selain itu FSPMI juga meminta pertanggungjawaban pihak Lion Air atas hilangnya satu unit Note Book inventaris DPW FSPMI Sumut sehingga FSPMI kehilangan data-data anggota FSPMI yang sangat berharga dan mengakibatkan kerugian dipihak FSPMI. Pihak Lion Air dianggap lalai dalam melayani konsumennya.

Pemerintah SBY akan memberikan kompensasi kenaikan BBM melalui BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) dan BLT (Bantuan Langsung Tunai) dianggap bermotif politis. Sementara itu pemerintah juga belum mampu mengendalikan kebebasan pasar yang dengan rencananya menaikkan harga BBM telah dimanfaatkan spekulan untuk menaikkan harga barang-barang.

Harri S. seorang pensiunan Pemko Medan mengatakan kepada LN.wp.com bahwa solusi pemerintah dengan Program BLSM dan BLT itu hanya bisa untuk makan satu hari atau dua hari satu keluarga. Sementara itu dalam sebulan ada 30 hari, lalu akan makan apa masyarakat yang tidak mampu dalam 29 harinya lagi. Sehingga BLSM dan BLT tidak sebanding dengan apa yang akan mereka rasakan dengan naiknya harga barang-barang setelah kenaikan BBM.

Jika pemerintah memberikan dana puluhan triliun untuk BLSM dan BLT kepada masyarakat yang tidak mampu akan jauh lebih baik jika dana tersebut digunakan untuk pembanguinan infrastruktur yang bisa menjadikan stimulus ekonomi bagi rakyat. Tenaga kerja akan terserap melalui proyek-proyek pembangunan jalan-jalan, jembatan dan lain-lain.

Sementara itu, seorang aktifis LSM Perisai Indonesia mengatakan bahwa semestinya pemerintah melakukan penghematan anggaran di sana sini dengan mengevaluasi dana APBN tahun 2013 yang telah disusun pemerintah. Terutama untuk belanja modal dan belanja pegawai. (tim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s