Bulan: Juli 2013

Seminggu Menjabat Kapolsekta Delitua, AKP Wahyudi SIK Berhasil Tangkap Pengedar Narkoba dan Preman

Delitua, LN

Baru seminggu menjabat Kapolsekta Delitua, AKP Wahyudi, SIK mantan Kasat reskrim Polres Labuhanbatu bersama unit Reskrim Polsekta Delitua dibawah pimpinan Kanit Reskrim berhasil menangkap pelaku pencurian di jalan Brigjend Zein Hamid Medan, Jum’at (5/7) sekira pukul 10.00 WIB yang berinisial DG (35) pekerjaan swasta dan Al beralamat Jl SM Raja km 5,5 no 4H diamankan dekat TKP setelah sebelumnya dilakuakn penyelidikan usai menerima laporan pencurian tersebut. Penggeledahan di rumah tersangka disaksikan oleh Kepling Jl Garu V Medan, marga Tampubolon.

Saat digeledah rumahnya tersangka merasa resah bahkan tersangka menunjukkan rumah kontrakan orang tuanya yang telah menjanda. Dan setelah digeledah rumah tersebut malah ditemukan : satu amplop daun ganja, empat bungkus sabu seberat 1,6 gram, satu timbangan elektrik, satu buah bong, 6,5 gr serbuk kafein dan ratusan plastik klip.

Tersangka dijerat pasal berlapis yaitu tanpa hak memiliki, menguasai narkotika golongan I seperti yang diatur dalam pasal 114 subs 112 subs subs 111 UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara, maksimal penjara seumur hidup.

Sementara itu, Sabtu (6/7) sekira pukul 01.35 WIB unit Reskrim Polsekta Delitua berhasil menangkap 2 orang pengedar narkoba dimana salah satunya merupakan target operasi (TO) bernama Mariadi (32) dan AI pendududk Jl Karya Tani Gg Keluarga ditangkap dekat rumahnya setelah diintai oleh petugas sebelumnya. Dikantongnya ditemukan barang bukti satu paket sabu senilai Rp 200.000,-. Namun saat ditangkap malah dia mengatakan agar jangan dirinya saja yang ditangkap karena bosnya ada di rumah sedang make.

Tak ingin melepaskan kesempatan tersebut mendengan target operasi ada di kamar rumahnya maka petugas langsung mengembangkannya dan segera ke rumah Mariadi dan akhirnya terlihat bahwa MAF (30) yang diakui Mariadi sebagai bosnya yang ternyata merupakan residivis narkoba yang baru selesai menjalani hukuman 8 bulan penjara terkait kasus narkoba. dari tersangka ditemukan barang bukti satu paket sabu, lima lembar plastik klip dan satu pisau sangkur merk AK 47.

Selain itu Firman Purba (33) seorang pengangguran penduduk Jalan Pales simpang Simalingkar yang telah meresahkan masyarakat ditangkap unit Reskrim Polsekta Delitua karena dalam sebulan Polsekta Delitua telah menerima 3 laporan dari masyarakat atas perbuatannya.

Dan unit Reskrim Polsekta Delitua juga telah berhasil menangkap perampas sebuah sepeda motor yang bernama Judi Boy Purba (24) penduduk Jalan Harapan Tani Kelurahan Sidomulyo Medan. Saat ditangkap ditemukan barang bukti sebuah pisau bilah panjang dan diduga terlibat kasus pencurian namun masih dalam pengembangan. Untuk sementara tersangka dijerat pasal tanpa hak memiliki dan membawa senjata tajam melalui pasal 2 (1) UU DRT No 12 tahun 1951 dengan ancaman 5 tahun penjara. (kz)

Puluhan Mantan Buruh PT WRP Desak Dispenda Medan Hapus Nilai Pajak Bangunan

Medan, LN.wp.com

Saat tim LN masuk ke kantor Dinas Pendapatan Kota Medan Jalan AH Nasution, Kamis (25/7) terlihat puluhan ibu-ibu berkerumun seperti sedang melakukan sebuah aksi di depan ruangan kantor Kadispenda Medan. Tatkala dihampiri kerumunan ibu-ibu tersebut tampaklah seorang wanita berusia 30-an seperti sedang memberikan penjelasan kepada seorang staf Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan yang terlihat sedang memegang surat pajak PBB (Pajak Bumi dan Bangunan).

“Kami ini pak adalah mantan buruh PT WRP yang di PHK tahun 2009 lalu memohon agar pajak PBB perusahaan WRP dirubah menjadi tanpa bangunan. Karena memang bangunan telah rata dengan tanah,” jelas wanita tersebut kepada staf Kadispenda Medan.

“Kami kemari belum sebanyak 600 orang mantan buruh yang di PHK tahun 2009 lalu hanya puluhan saja memohon agar segera dirubah nilai pajak bangunan menjadi tanpa bangunan karena telah rata habis terbakar tahun 2012 yang lalu. Tanah itu akan dilelang dan pihak BPN telah mendesak kami agar segera membayar pajak PBB tanah tersebut agar bisa mengeluarkan sertifikat tanah. Tapi kenapa masih tertera nilai pajak bangunannya padahal bangunannya udah rata sama tanah?” tanya wanita tersebut lebih lanjut.

Setelah staf Kadispenda Medan menyuruh mereka untuk sabar menunggu arahan dari Kadispenda Medan, LN segera menanyakan maksud kedatangan mereka ke kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan tersebut hari ini kepada wanita tersebut.

“Kami ini semua adalah mantan buruh PT WRP atau PT Buana Multi Corporation yang di PHK karena perusahaan telah bangkrut tahun 2009 yang lalu. Pemiliknya sendiri Mr Lee Sam Hong telah lari ke negara asalnya, Malaysia. Jadi kami sedang memperjuangkan hak-hak yang belum kami dapatkan dari perusahaan akibat di PHK. Tanah perusahaan seluas lebih kurang 20 ha akan dilelang namun pihak BPN mendesak agar kami membayar pajak PBB perusahaan yang berlokasi di jalan Jermal 20 B Medan Labuhan agar dapat mengeluarkan sertifikat tanah tersebut. Semalam perwakilan kami akan membayar pajak tanah perusahaan namun ternyata masih tercantum nilai pajak bangunan perusahaan WRP. Makanya kami kemari memohon kepada pihak Dispenda Medan agar merubah surat pajak PBB perusahaan WRP menjadi nilai pajak tanah saja karena bangunan telah musnah terbakar karena dijarah massa tahun 2012 yang lalu. Dan kami juga butuh dukungan dari pihak LSM untuk membantu kami dalam masalah ini,” ungkap Vina boru Munthe yang merupakan pimpinan aksi mantan buruh PT WRP tersebut kepada tim LN.

Saat LN ingin mengkonfirmasikan masalah tersebut kepada Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan namun stafnya mengatakan bahwa Kadispenda Medan belum dapat ditemui karena sibuk. (tim)

Puasa Pertama Medan Macet, Petugas Dishub dan Petugas Satlantas Medan Tak Nampak

Medan, LN.wp.com

Matahari memang tak menunjukkan panasnya sepenuh hati, Rabu (10/7) seperti tidak ingin membuat orang-orang yang sedang berpuasa terlalu dahaga dalam menjalani hari puasa pertamanya dihari ini. Namun justru di hari pertama puasa Ramadhan 1434 H ini kemacetan di kota Medan sangat luar biasa sehingga di sekitar Jalan Palang Merah menuju Jalan Thamrin Medan sampai-sampai kenderaan roda empat dan roda dua jalan seperti merambat perlahan. Bahkan ada juga pengguna kenderaan yang kehabisan BBM karena kemacetan tersebut.

Begitu juga di Jalan Asia menuju Jalan Sutomo macet total akibat lampu lalu lintas padam sehingga pengguna kenderaan tidak menghiraukan lagi kesemrawutan berlalu lintas.

Yang mengherankan para pengguna kenderaan, petugas Dishub dan petugas Satlantas Kota Medan malah tak nampak di kawasan macet tersebut.

H (37) warga Jalan Asia mengatakan kepada LN.wp.com bahwa sering terlihat petugas Dishub dan petugas Satlantas Medan malah terkesan tidak peduli dengan keadaan disaat macet total.

“Petugas Dishub dan petugas Satlantas taunya dan maunya hanya berdiri di simpang lalu lintas atau traffic light saja menunggu-nunggu mangsanya yakni orang-orang yang menerobos lalu lintas dan menghentikannya dan memberikan surat tilang atau menerima ‘uang damai’ sesuai kesepakatan antara petugas dan pengendara. Tapi mereka tak mau peduli dengan kemacetan total yang terjadi disaat-saat seperti ini,” keluhnya.

Selanjutnya H menghimbau Kasatlantas Medan dan Kadis Perhubungan Kota Medan agar ke depannya lebih memperhatikan para petugasnya yang bertugas di lapangan.(kar)

Ratusan Hektar Tanah Negara di Namorambe Hancur Akibat Galian C Ilegal

Namorambe, LN.wp.com

Masyarakat di Desa Candi, Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumut resah karena melihat kondisi jalan di kawasan Desa Candi Kecamatan Namorambe hancur total karena ratusan hektar tanah negara telah menjadi kubangan akibat galian C ilegal yang dilakukan oleh pengusaha galian C tersebut yang diduga telah bekerja sama dengan Kepala Desa Candi dan Camat Namorambe.

Galian C ilegal telah lama dilakukan dan jika dilihat kondisi kawasan galian C ilegal telah merugikan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan daerah galian C ilegal tersebut. Kondisi jalan yang rusak akibat lalu lalangnya truk yang mengangkut hasil galian C ilegal tersebut.

“Coba tengok jalan-jalan di kawasan ini yang sudah hancur karena dilintasi truk yang mengangkut hasil galian C, saat hujan kondisi jalan dan kawasan galian C seperti kubangan atau kolam. Di saat musim panas penuh debu sehingga menyebabkan masyarakat ada yang terkena penyakit sesak panas,” ujar seorang warga masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya kepada tim LN.wp.com.

“Kami menyesalkan Kepala desa Candi dan Camat Namorambe yang tidak mau turun tangan untuk menghimbau pengusaha galian C ilegal tersebut untuk menghentikan usahanya. Bahkan terkesan sepertinya menutup mata dan seakan-akan pura-pura tidak tau sampai saat ini. Dan kami warga masyarakat Desa Candi Kecamatan Namorambe meminta kepada Pemkab Deli Serdang agar turun tangan dalam masalah galian C ilegal yang telah merugikan masyarakat di kawasan Desa Candi Namorambe ini,” lanjut warga Desa Candi tersebut.

Masyarakat Desa Candi di Kecamatan Namorambe sangat khawatir jika hal ini semakin dibiarkan dan berlarut ke depannya akan semakin menghancurkan kondisi jalan dan daerah kawasan galian C ilegal dan si pengusaha yang semakin kaya dengan usahanya menghancurkan tanah negara di Deli Serdang ini, pungkas warga Desa Candi tersebut.

Tim LN.wp.com saat menyambangi Kepala Desa Candi dan Camat Namorambe untuk mengkonfirmasikan hal tersebut namun Kepala Desa Candi dan Camat Namorambe tidak ada di tempat. (karia)

Kegiatan Sosial di HUT LasserNews ke-1

Medan, LasserNews.wordpress.com

Pukul 08.00 WIB halaman musholla Al-Karim di Jl Brigjend Katamso Gang Intan Kampung Baru Medan, Minggu (30/6) yang tepatnya berada di depan kantor redaksi LasserNews.wp.com didatangi puluhan anak-anak yang ditemani masing-masing orang tuanya untuk mendaftar ulang sunatan massal yang diselenggarakan LasserNews.wp.com.

Usai mendaftar ulang peserta sunat massal dengan sabar menunggu datangnya tim medis FK UMSU Medan, namun sebelum sunat massal dilaksanakan diadakan dahulu Marhaban dan tepung tawar dari masing-masing orang tua peserta sunat massal.

Pemimpin redaksi LasserNews.wp.com, Sri Yuanita Chan kepada beberapa wartawan mengatakan bahwa memang sudah niatan di hati untuk melakukan kegiatan sosial seperti sunatan massal, pemneriksaan kesehatan gratis, dan pembagian Abate di HUT ke-1 LasserNews.wp.com sebagai rasa syukur kepada Allah SWT untuk dapat berbagi kepedulian terhadap sesama. LasserNews.wp.com belum ada apa-apanya namun untuk berbagi peduli kepada sesama tidak perlu memikirkan ada apa tetapi adakah sedikit rasa peduli dan kemauan untuk mewujudkannya. Dan Alhamdulillah semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar atas izin Allah SWT dan tema kegiatan sosial ini adalah “Dengan Suara Kebenaran Kita Tingkatkan Kepedulian Sosial dan Peduli Lingkungan.”

Selanjutnya Sri mengatakan bahwa kegiatan ini dapat terlaksana karena partisipasi dan dukungan mitra kerja serta uluran tangan para dermawan yang juga terketuk hatinya untuk memberikan sebentuk kepedulian kepada sesama.

H. Suwarno, warga Gang Intan Kampung Baru Medan salah satu dermawan yang telah turut berpartisipasi dalam mendukung kegiatan sosial sunatan massal ini mengatakan kepada LasserNews.wp.com bahwa sangat dibutuhkan sebentuk rasa peduli kepada sesama dan jika memang bisa diwujudkan dalam bentuk kegiatan sosial hal tersebut sangatlah baik untuk dilakukan.

Selain itu dukungan dan partisipasi juga datang dari Ketua DPC Kota Medan Gardu Prabowo, Tony Chandra yang memang suka dan peduli untuk membantu masyarakat yang tidak mampu, demikian ucap Jhon F. Girsang salah satu panitia dalam kegiatan sosial tersebut kepada beberapa wartawan. Dan hadir pula Ketua DPS Gardu Prabowo Medan Maimun, Yogi dan Wakil Ketua DPC Gardu Prabowo Maliki SH. (roy)