Puluhan Mantan Buruh PT WRP Desak Dispenda Medan Hapus Nilai Pajak Bangunan

Medan, LN.wp.com

Saat tim LN masuk ke kantor Dinas Pendapatan Kota Medan Jalan AH Nasution, Kamis (25/7) terlihat puluhan ibu-ibu berkerumun seperti sedang melakukan sebuah aksi di depan ruangan kantor Kadispenda Medan. Tatkala dihampiri kerumunan ibu-ibu tersebut tampaklah seorang wanita berusia 30-an seperti sedang memberikan penjelasan kepada seorang staf Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan yang terlihat sedang memegang surat pajak PBB (Pajak Bumi dan Bangunan).

“Kami ini pak adalah mantan buruh PT WRP yang di PHK tahun 2009 lalu memohon agar pajak PBB perusahaan WRP dirubah menjadi tanpa bangunan. Karena memang bangunan telah rata dengan tanah,” jelas wanita tersebut kepada staf Kadispenda Medan.

“Kami kemari belum sebanyak 600 orang mantan buruh yang di PHK tahun 2009 lalu hanya puluhan saja memohon agar segera dirubah nilai pajak bangunan menjadi tanpa bangunan karena telah rata habis terbakar tahun 2012 yang lalu. Tanah itu akan dilelang dan pihak BPN telah mendesak kami agar segera membayar pajak PBB tanah tersebut agar bisa mengeluarkan sertifikat tanah. Tapi kenapa masih tertera nilai pajak bangunannya padahal bangunannya udah rata sama tanah?” tanya wanita tersebut lebih lanjut.

Setelah staf Kadispenda Medan menyuruh mereka untuk sabar menunggu arahan dari Kadispenda Medan, LN segera menanyakan maksud kedatangan mereka ke kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan tersebut hari ini kepada wanita tersebut.

“Kami ini semua adalah mantan buruh PT WRP atau PT Buana Multi Corporation yang di PHK karena perusahaan telah bangkrut tahun 2009 yang lalu. Pemiliknya sendiri Mr Lee Sam Hong telah lari ke negara asalnya, Malaysia. Jadi kami sedang memperjuangkan hak-hak yang belum kami dapatkan dari perusahaan akibat di PHK. Tanah perusahaan seluas lebih kurang 20 ha akan dilelang namun pihak BPN mendesak agar kami membayar pajak PBB perusahaan yang berlokasi di jalan Jermal 20 B Medan Labuhan agar dapat mengeluarkan sertifikat tanah tersebut. Semalam perwakilan kami akan membayar pajak tanah perusahaan namun ternyata masih tercantum nilai pajak bangunan perusahaan WRP. Makanya kami kemari memohon kepada pihak Dispenda Medan agar merubah surat pajak PBB perusahaan WRP menjadi nilai pajak tanah saja karena bangunan telah musnah terbakar karena dijarah massa tahun 2012 yang lalu. Dan kami juga butuh dukungan dari pihak LSM untuk membantu kami dalam masalah ini,” ungkap Vina boru Munthe yang merupakan pimpinan aksi mantan buruh PT WRP tersebut kepada tim LN.

Saat LN ingin mengkonfirmasikan masalah tersebut kepada Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan namun stafnya mengatakan bahwa Kadispenda Medan belum dapat ditemui karena sibuk. (tim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s