FITRA Sumut : Awasi Seleksi Anggota KPUD Sumut Yang Terindikasi Pengaruh Uang

Medan, LN

Permainan dan pengaruh uang dalam seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Sumut membuat Forum Indonesia Transparansi Anggaran (FITRA) mengajak segenap elemen masyarakat Sumut agar melakukan pengawasan dan berperan serta terhadap kinerja seleksi komisioner KPUD tersebut.

“Diharapkan segenap elemen masyarakat melakukan pengawasan melekat terhadap penjaringan dan seleksi Komisioner KPUD di daerah ini harus dilakukan seefektif mungkin guna melahirkan komisioner yang berkualitas dan profesional dalam menjalankan tugasnya ada Pemilu 2014 mendatang,” ungkap Direktur Eksekutif FITRA Sumut Rurita Ningrum, Senin (2/9).

Berdasarkan UU RI Nomor 15 tahun 2011 tentang penyelenggara Pemilihan Umum pada Pasal 17 tentang pembentukan tim seleksi KPU Provinsi dan Pasal 21 tentang pembentukan tim seleksi KPU Kabupaten/kota dan sesuai PKPU Nomor : 02/2013 tentang seleksi anggota Komisioner KPUD Kabupaten/kota, masyarakat berwenang melakukan pengawwasan dalam seleksi yang dilakukan tim yang dihunjuk, demikian menurut Rurita kepada wartawan.

Tm seleksi anggota KPUD harus dapat memegang teguh indepensi, imparsialitas serta menolak segala bentuk hal-hal yang bersifat intervensif yang didasari kepentingan primordialitas serta politik uang demi lolsnya kandidat tertentu yang sebetulnya jauh dari pantas. Tugas KPU dalam UU RI tersebut adalah menyelenggarakan Pemilu untuk mengisi anggota lembaga perwakilan rakyat dari pusat ke daerah, baik dari Presiden maupun Wakil Presiden dan Kepala Daerah serta Wakil Kepala Daerah.

KPU memiliki tugas yang besar dalam menyelenggarakan pemilu secara juurdan adil karena hal itu menentukan nasib bangsa 5 tahun ke depan. Jadi sudah seharusnya diisi oleh orang-orang yang memiliki kapasitas, kapabilitas, kredibilitas, integritas dan reputasi yang memiliki rekam jejak yang baik danbisa dipertanggungjawabkan, lanjut Rurita.

Ini berarti KPU merupakan lembaga peyelenggaraan Pemilu harus benar-benar memiliki kemampuan yang cukup bukan diisi orang-orang yang berkategori medioker dan pencari kerja. Jadi KPU harus memikirkan nasib bangsa selama 5 tahun ke depannya sebagai perwujudan pengabdian KPU kepada tanah air, nusa dan bangsa.

Pilihlah orang-orang yang amanah, berkualitas, kredibilitas dan mempunyi reputasi yang tinggi sesuai yang diharapkan.

Selama ini kinerja tim seleksi komisioner KPUD Sumut tidak efisiens bahkan diragukan karena telah terjadi barbagai kejanggalan dalam seleksi tersebut. Sehingga jika seluruh elemen masyarakat mampu mengawasi seleksi Komisioner KPUD diharapkan semua perdagangan uang dapat dihindarkan juga dari prasangka negatif masyarakat selama ini dan dana rakyat yang bersumber dari APBN untuk proses seleksi tak terbuang sia-sia, demikian Rurita mengakhiri keterangannya. (SR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s