Koordinator Banggar DPRDSU Diduga Terlibat Proyek Alkes

Medan, LN

Penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu terus mendalami dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) dan Keluarga Berencana (KB) di Pemkab Tobasa senilai Rp 9 miliar. Termasuk dugaan keterlibatan Koordinator Badan Anggaran (Banggar) DPRDSU berinisial SPA dan dugaan fee ke Gubsu Gatot Pujo Nugroho dari proyek yang dananya bersumber dari Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Provsu tersebut.

Pasca penggeledahan di sejumlah ruangan di DPRDSU dan kantor Gubsu, Jum’at (30/8) lalu, polisi telah mengantongi sejumlah berkas dan bukti-bukti yang terus dikumpulkan.

Koordinator Banggar DPRDSU adalah SPA yang mengkoordinir kegiatan Banggar. Bahkan SPA yang menandatangani usulan ke Gubsu agar proyek-proyek yang bersumber dari BDB disetujui Gubsu, jelas Kasubdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu, AKBP Yudha Nusa didampingin Kabid Humas Poldasu Kombes Heru Prakoso kepada wartawan di aula Ditreskrimsusu Poldasu, Senin (2/9) kemarin.

Selanjutnya Yudha mengatakan bahwa pihaknya meyakini bahwa adanya fee dalam meloloskan proyek-proyek tersebut. Namun untuk hal tersebut pihaknya tetap melakukan peneyelidikan apa kapasitas SPA menyetujui alokasi dana untuk proyek Alkes yang dibahas Banggar olehnya selaku Koordinator Banggar DPRDSU.

Pihak Tipikor Ditreskrimsus Poldasu menggeledah ruangan kerja SPAdan ruangan kerja Kepala Biro Keuangan Pemprovsu Baharuddin serta ruangan Ketua Fraksi Hanura untuk mendapatkan bukti. Dari sana pihaknya telah menyita dokumen dan komputer yang menyangkut proyek Alkes.

Namun Yudha menegaskan bahwa oknum anggota Banggar DPRDSU berinisial ZES masih sebagai saksi namun setelah penggeledahan ditemukan bukti perannya dalam menggolkan proyek Alkes di Pemkab Tobasa. Jadi tidak ada hubungannya dengan partai.

Sementara itu Ridwan Winata yang menjadi rekanan pengadaan Alkes di 6 kabupaten/kota di Sumut saat diperiksa Poldasu juga tidak pernah menyebutkan nama partai. Ridwan Winata memegang proyek Alkes di 6 Kabupaten/kota yaitu Tobasa, Samosir, Paluta, Labusel, Sibolga dan Tapteng. Sedangkan di Indonesia Ridwan memegang provinsi Sumut, Sumbar, Sumsel, Lampung dan Riau. Dan saat ini Ridwan Winata ditahan di Kejati Lampung, pungkas Yudha mengakhiri keterangannya. (kz)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s