PTPN IV akan Mutasi Karyawannya Yang Beternak di HGU Marihat

Marihat, LN

Maksud hati beternak untuk menambah penghasilan lalu tiba-tiba muncul pelarangan beternak bagi karyawan kebun unit usaha Marihat PTPN IV di Kecamatan Tanah Jawa Simalungun sehingga meresahkan para karyawannya yang telah lama beternak di areal HGU Kebun Marihat. Bahkan larangan tersebut yang ditandatangani manajer Unit PTPN IV Mulyadi Is itu disertai ancaman mutasi.

Memo Manajer Unit PTPN IV yang ditandatangani Mulyadi Is selaku Manajer Unit areal HGU Marihat tertanggal 26 Agustus 2013 menyebutkan, karyawan PTPN IV yang memiliki sapi di kawasan Kebun Marihat diundang oleh pihak manajemen untuk menyampaikan sosialisasi pelarangan ternak kepada karyawan tanggal 28 Agustus 2013 yang lalu dan menyebabkan resahnya mereka dengan ternak dan ancaman mutasi.

Syahrul Aman Siregar yang dihubungi LN via seluler, Kamis (26/9) mengatakan bahwa tidak ada maksud dari pihak PTPN IV melarang karyawannya untuk hidup sejahtera bahkan perusahaan senantiasa berupaya meningkatkan kesejahteraan karyawannya sesuai motto SP-Bun “Perusahaan Sehat, Karyawan Sejahtera.”

Kebijakan perusahaan melarang beternak sapi di areal HGU karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah. Sosialisasi internal sudah dilakukan di Balai Karyawan Kebun Marihat tentang pelarangan ternak masuk areal HGU pada 6 September 2013 lalu yang ditujukan kepada karyawan yang memiliki ternak sapi di sekitar Kebun Marihat. Hasil sosialisasi disepakati bahwa batas waktu kepada karyawan pemilik ternak s/d 16 Oktober 2013 untuk tidak ada lagi karyawan memelihara, mengangonkan dan menitipkan ternak kepada pihak ketiga di areal HGU Kebun Marihat, demikian ungkap Syahrul Aman Siregar.

Ketua Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP) Rickson Hutagalung menilai kebijakan PTPN IV yang melarang karyawannya beternak sapi sangatlah tidak bijaksana karena para karyawan tersebut beternak, mengangonkan dan menitipkan ternak kepada pihak ketiga adalah untuk memperbaiki kehidupannya lebih baik lagi.

Menurut Rikson alasan pihak perkebunan yang mengatakan bahwa keberadaan ternak milik karyawan tersebut merusak tanaman tidaklah masuk akal. Bahkan Rikson yang mewakili para karyawan akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukun dan menggugat PTPN IV karena telah melanggar HAM dimana membangun usaha sampingan dengan beternak di kawasan HGU merupakan hak warga negara dalam mencapai perbaikan kehidupannya.

LN kembali mencoba menjumpai Humas PTPN IV untuk mengkonfirmasi soal tersebut, Kamis (3/9) namun tidak dapat ditemui di kantornya karena sedang keluar untuk urusan lain. (kz)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s