ITC Finance Sewa Jasa Preman Cegat dan Rampas Sepeda Motor Konsumen

Medan, LN

Kecewa atas perlakuan debt collector ITC Finance yang telah melakukan penarikan sepeda motornya dengan cara preman, Jum’at (18/10) padahal konsumen tersebut telah membayar 32 bulan angsuran kredit sepeda motornya, maka konsumen PT Internusa Citra Multi Finance (ITC) mengadukan masalahnya tersebut ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen di Jl AH Nasution No 17 Medan. Pasalnya Sri Yuanita Chan telah beritikad baik untuk membayar sisa angsuran pokok yang hanya tinggal 4 (empat) bulan lagi namun selalu ditolak pihak ITC Finance. Dan Sri ingin mendapatkan Hak perlindungan Konsumen dari BPSK atas masalahnya itu.

Ceritanya pada Jum’at (18/10) yang lalu Sri sedang berhenti di halaman restoran KFC depan kampus Nomensen tiba-tiba dihampiri 4 orang yang tidak dikenalnya yang mengendarai 3 sepeda motor. Stang Honda Blade miliknya dipegang salah satu dari mereka dan mengatakan,”Kami dari ITC Finance kak Kakak kami mohon untuk ikut ke kantor ITC Finance Jl Serdang karena ada yang ingin dibicarakan di sana.” Namun mereka tidak ada memperlihatkan tanda pengenal atau identitasnya kepada Sri.

Sri menjawab.”Sebentar, saya masih ada urusan ke Jl Pembangunan III krakatau Medan untuk menemui teman saya. Kalau kalian mau ikuti saja saya kesana.”

Lalu keempat orang tersebut mengikuti Sri ke Jl Pembangunan III Krakatau Medan. Dan Sri sesampainya di Jl Pembangunan III segera menjumpai Uli Hutabarat temannya dan mengajak Uli untuk menemaninya ke Jl Serdang Medan kantor ITC Finance karena Sri khawatir kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan kantor ITC Finance Jl Serdang Medan.

Sesampainya di ITC Finance Jl Serdang Sri memarkirkan sepeda motor Honda Blade BK 6562 AAI di atas trotoar di depan kantor ITC tersebut. Uli temannya menunggu di bawah. Setelah itu Sri naik ke lantai 2 gedung ITC Finance untuk menjumpai bagian akunting menurut debt collector. Saat sedang berbicara dengan bagian akunting salah seorang debt collector naik ke lantai 2 menemui Sri dan meminta kunci kontak Honda Blade dengan alasan ingin menyamakan nomor mesin namun Sri tidak mau memberikan kunci kontaknya kepada debt collector tersebut. “jika mau menyamakan nomor mesin saya juga ikut karena sepeda motor saya bukan curian,” jawab Sri mempertahankan kunci kontak Honda Blade miliknya.

Tak lama setelah itu tiba-tiba Uli menelponnya dan mengatakan bahwa salah seorang dari debt collector memegang kunci T akan membongkar Honda Bladenya jadi Uli di bawah saja menjaga sepeda motor.

Karena persaan Sri kurang enak maka Sri pun segera turun ke bawah dan melihat Honda Blade miliknya yang tadi diparkirkannya di atas trotoar telah berpindah ke dalam ruangan kantor ITC Finance. Sri menanyakan kepada Uli bagaimana Honda Bladenya bisa berpindah masuk ke dalam ruangan tersebut dan Uli menjawab bahwa debt collector telah menggotong paksa Honda Blade Sri masuk ke ruangan ITC Finance.

Sri dan Uli pun berdebat dengan orang kantor ITC Finance kenapa tidak bisa membawa Honda Bladenya pulang yang mana Honda Blade tersebut notabene adalah milik Sri karena telah dibayarkan 32 bulan atau lebih dari Rp 18.000.000 (delapan belas juta rupiah).

“Kalau hanya sisa 4 (empat) bulan lagi saya akan bayarkan dalam tempo sebulan ini,” kata Sri kepada karyawan ITC Finance namun mereka diam saja.

Tak lama kemudian Kepala Koordinator Penarikan ITC Finance Jl Serdang Medan Jon Piter Nababan datng ke kantor dan setelah berdebat maka Sri disarankan untuk datang ke ITC Finance Jl SM Raja No 360 Medan untuk membayar angsuran pokok selama 4 bulan dan uang tarik juga dendanya.

Sekira pukul 15.30 WIB Sri hendak pulang namun masih tidak diperkenankan membawa kembali Honda Bladenya maka Sri meminta surat yang menyatakan Honda Bladenya ada di pihak ITC Finance dan setelah menandatangani surat Sri dan Uli pun pulang dan kunci kontak ada dengan Sri.

Esok harinya, Sabtu (19/10) Sri datang ke kantor ITC Finance di Jl SM Raja untu menemui bagian administrasi dan menanyakan apa saja yang harus dibayarkan untuk bisa mengambil Honda Bladenya kembali. Bagian administrasi Deby Bayu Citra yang didampingi Fredi Nerick Asmara Koordinator Collection mengharuskan Sri untuk membayar sisa angsuran pokok dan denda minimal Rp 500.000,- sampai tanggal 30 Oktober 2013. Dan Sri menolak saat disuruh juga membayar uang tarik sepeda motornya.

Rabu (30/10) Sri datang sendirian ke ITC Finance dan hanya membawa uang sisa angsuran pokok 4 bulan sebesar Rp 2.260.000,- tanpa uang denda. setelah menjumpai Deby Bayu Citra yang segera menghubungi Fredi Nerick Asmara untuk menemui Sri di meja kerjanya. Lalu Fredi dan Deby menolak uang tersebut dan mengatakan bahwa uang tersebut jika diterima adalah merupakan “uang titipan” jadi mereka tidak dapat menerimanya. Sementara pimpinan mereka menghendaki Sri membayar juga uang tarika yang dipermanis dengan kata uang administrasi sebesar Rp 1.250.000 dan uang denda sebesar Rp 1.800.000,-

Sabtu (02/11) Sri datang kembali namun tetap ditolak uang sisa angsuran pokoknya dan Rabu (06/11) Sri datang kembali dan bertemu dengan Kepala Cabang ITC Finance Otase Sitorus yang sedang berada di luar gedung ITC finance Jl SM Raja. Setelah mengemukakan bahwa Sri hanya ingin membayarkan sisa angsuran pokoknya yang hanya tinggal 4 bulan lagi namun Otase Sitorus menjawab bahwa jawabannya sama dengan kata anggotanya bahwa Sri mesti membayar uang tarik sebesar Rp 1.250.000,- dan denda Rp1.800.000,-

“Haram bagi kami menerima uang titipan,” ketusnya kepada Sri yang didampingi rekan wartawan yang saat diperkenalkan Sri Kepala Cabang ITC Finance Otasew Sitorus sempat menghentakkan tangan saat bersalaman dengan rekan Sri. (SR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s