Modus Baru Debt Kolektor Gadungan Ngaku-ngaku Dari Leasing Untuk Merampok Sepeda Motor

Medan, LasserNews

Pagi sekira pukul 09.30 WIB, Jumat (23/1) Reza (35) mengendarai sepeda motor Fit X dengan nomor Polisi BK 4439 OT dicegat enam orang yang mengaku-ngaku debt kolektor yang mengendarai 3 sepeda motor di dekat Polonia (bandara lama). Salah seorang dari mereka menggunakan jaket loreng. Salah seorang menunjukkan badge ITC Finance sebagai identitas pengenalnya. Tanpa basa-basi mereka merampas Fit X Reza setelah menandatangani surat keterangan serah terima kenderaan, namun masih sempat mengantarkan Reza hingga simpang Jalan Juanda Medan karena Reza akan pergi ke kantornya.

Reza, penduduk Jalan Bajak V Medan siangnya langsung mendatangi kantor ITC Finance di Jalan SM Raja Medan untuk melaporkan kenderaannya yang telah ditarik debt kolektor. Dan diketahui bahwa sepeda motornya belum ada sampai di kantor leasing tersebut.

Selasa (28/1) siangnya Reza kembali mengecek apakah sepeda motornya telah sampai di kantor ITC Finance namun hasilnya juga nihil. Kebetulan di saat yang sama LasserNews juga sedang berada di kantor ITC Finance hendak mengambil BPKB sepeda motor Blade bernomor Polisi BK 6562 AAI. Reza menemui Deby bagian administrasi dan Deby kembali mengecek apakah sepeda motornya sudah ada sampai di ITC Finance bagian penyitaan aset di ITC Finance Jalan Serdang Medan. Tidak ada juga jawaban dari ITC Finance Jalan Serdang.

LasserNews lalu meminta surat penyerahan kenderaan yang dipegang Reza dan ternyata tidak ada nama perusahaan ITC Finance seperti lazimnya yang dikeluarkan ITC Finance.

Sedikit panik Reza menggumam apakah dirinya telah dirampok para debt kolektor yang menjual nama ITC Finance untuk merampok sepeda motornya. LassewrNews menyarankan Reza agar segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsekta Medan Kota namun Reza menunggu hingga sampai Senin (3/2) jika belum ada juga sepeda motornya baru akan melaporkan tentang sepeda motornya yang telah dirampas debt kolektor gadungan.

BPKB Sudah di Tangan Namun Ada Debt Kolektor Ingin Merampok Blade BK 6562 AAI

Sri Yuanita Chan (46), wartawati dan Koordinator Liputan Media Nuansa baru saja keluar dari warnet membuat berita di Jalan STM Medan, Sabtu (1/2) sekira pukul 11.30 WIB. Tiba-tiba sebuah sepeda motor besar warna merah yang dikenderai 2 orang berjaket abu-abu menyuruhnya berhenti di Jalan Sakti Lubis dan mengaku-ngaku dari ITC Finance. Namun Sri hanya mengatakan, ” Mau merampok kalian ya?” Dan meneruskan jalannya hingga sampai di warung sop dan soto Mbak Meli dekat kantor PU Jalan Sakti Lubis baru menghentikan sepeda motornya. Lalu bertanya ada apa kepada pengendara sepeda motor tersebut yang juga berhenti di dekat Blade BK 6562 AAI.

Debt kolektor gadungan mengatakan bahwa Blade BK 6562 AAI akan ditarik karena masih ada tunggakannya. Sri segera berteriak kepada mereka bahwa Bladenya sejak 18 Oktober 2013 sudah ditarik ITC Finance dan baru diambil BPKBnya karena sudah lunas pembayaran sepeda motor tersebut sekitar 30 Desember 2013 yang lalu. Ternyata debt kolektor gadungan tersebut ada beberapa sepeda motor lagi yang mengikuti hingga ke warung sop dan soto Mbak Meli.

“Coba kalian telpon Hotase Sitorus, Deby dan Fredy Nerick Asmara dan tanyakan apakah Blade BK 6562 AAI sudah lunas atau belum karena BPKBnya sudah ada ditanganku!” tegas Sri kepada mereka.

Sri yang mencoba memfoto sepeda motor debt kolektor gadungan tewrsebut namun segera ditolakkan oleh salah satu preman tersebut. “Dasar preman-preman lontong tidak tau malu kalian,” teriak Sri kepada orang-orang tersebut.

“Ayo ikuti aku kita sama-sama ke ITC Finance untuk memastikannnya apakah masih ada tunggakan Blade ini atau sudah lunas!” ajak Sri kepada mereka namun tidak ada yang mau mengikutinya ke ITC Finance Jl SM Raja Medan.

Sesampainya di ITC Finance ternyata Kepala Cabangnya Hotase Sitorus dan para stafnya Fredy dan Deby masih libur Hari Raya Gong Xi Fa Choi, Sabtu (1/2). “Ibu datang hari Senin saja untuk menjumpai Kepala Cabangnya,” ujar sekuritinya.

Hari ini, Senin (3/2) LasserNews kembali menghubungi Reza melalui selular, korban perampasan sepeda motor tanggal 23 Januari 2014 yang lalu oleh debt kolektor yang mengaku-ngaku dari ITC Finance menanyakan apakah sudah melapor ke Polsekta Medan Kota atas kejadian yang dialaminya itu. Reza mengatakan kemungkinan besok dirinya akan melapor ke Polsekta Medan Kota.

Diduga ini merupakan modus baru bagi debt kolektor gadungan untuk merampok kenderaan konsumen. Kemungkinan mereka pernah jadi debt kolektor namun tidak bekerja lagi. Dan bisa saja mereka memantau nomor polisi kenderaan konsumen yang pernah menunggak dan yang masih menunggak. Lalu mereka membuat surat serah terima kenderaan palsu untuk beraksi. Diharapkan pihak kepolisian mau menanggapi pengaduan para konsumen yang kenderaannya dirampas oleh debt kolektor gadungan tersebut. (SR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s