Sejumlah Pimpinan Partai KIH Hadiri Kongres IV PKPI di Medan

Medan, LN

Hampir seribuan kader dan pengurus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dari sabang sampai merauke tampak menghadiri Kongres IV di Santika Dyandra Premiere Medan, Sabtu (18/4). Warna merah dan putih meramaikan kongres tersebut yang merupakan warna seragam partai yang masih muda namun telah mendapat hati di masyarakat Indonesia.

Dalam pembukaan Kongres IV PKPI tersebut juga dihadiri presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP yang juga mantan presiden RI ke-V, Megawati Soekarno beserta sejumlah pimpinan partai Koalisi Indonesia Hebat seperti Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono. Dari partai PPP diwakili Fadli Nurzal dan partai PKB diwakili Marwan Jafar.

Dan lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan paduan suara siswa-siswi Yayasan Harapan I Medan sebagai tanda dimulainya pembukaan kongres tersebut.

Ketua Umum PKPI Sutiyoso dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagianya dapat melaksanakan Kongres IV PKPI di Medan. Pemerintah Jokowi masih berjalan 6 bulan dan masih ada 4,5 tahun tahun merealisasikan aksi-aksi nyata di masyarakat yang tepat sasaran dan dapat mengurangi penderitaan rakyat  yang merupakan visi dan misi PKPI juga. Dan Sutiyoso juga berharap jika ada pengurus atau kader yang dapat menggantikannya sebagai Ketua Umum PKPI dan mempunyai semangat dalam mengurus partai tersebut.

Sedangkan Presiden Jokowi yang mengenakan batik coklat lengan panjang dalam sambutannya mengatakan masyarakat Indonesia janganlah maunya serba instan untuk mendapatkan realisasi program pemerintah. Semuanya membutuhkan proses dan tahapan serta waktu seperti untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang akan dibagikan pada akhir April 2015 ini. Ada sekitar 21 juta KIP dan 88 juta KIS yang akan dibagikan ke masyarakat Indonesia.

Selain itu pengalihan subsidi harga bahan bakar minyak (BBM) ke sektor produktif .Awal dari program pengalihan subsidi ini memang akan berat dirasakan masyarakat. Tapi akan mulai dapat dirasakan hasilnya sekitar 2 hingga 3 tahun ke depan.
Karena sepuluh terakhir ini Indonesia telah membakar minyak sekitar Rp 300 triliun setiap tahunnya. Dan yang menikmati subsidi BBM 80 persennya adalah pemilik mobil padahal semestinya yang menerima subsidi BBM adalah masyarakat yang tidak  mampu. (SR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s