Acara Prosesi Pelepasan Anak PAUD Tunas Harapan Berlangsung Sederhana

Medan, LN

Pagi itu, Senin (8/6) Sri Yuanita, Kepala PAUD Tunas Harapan usai melatih gerak dan lagu ‘Terima Kasih Guruku’ peserta didik Kelompok PAUD B yang terlihat bersemangat. Apalagi Sri menghiasi ruangan sederhana tempat mereka akan di wisuda itu dengan berbagai warna balon-balon hias yang cantik. Yusniati Harahap, tutor Kelompok Bermain dan PAUD A juga turut melatih anak-anak tersebut.

Orang tua peserta didik pun mulai hadir untuk menyaksikan prosesi pelepasan anak-anak mereka.Dari Play Group (Kelompok Bermain) ke PAUD A/TK A dan dari PAUD B untuk memasuki pendidikan ke Sekolah Dasar. Sekira 09.30 WIB kegiatan pun dimulai. Sederhana namun  penuh khikmad. Sri yang sebenarnya tampak tak dapat menahan air mata haru saat paginya melatih gerak dan lagu Terima Kasih Guru. Gerakan dan lagu itu merupakan gerakan sebelum masuk untuk belajar setiap harinya peserta didik tersebut. Saat memberikan kata sambutannya berurai airmata lagi karena mengingat anak-anak itu telah akrab setiap harinya di PAUD Tunas Harapannya tersebut. Semua kelucuan dan kenakalan peserta didik terkenang kembali.

Berhubung kegiatan perpisahan PAUD Tunas Harapan telah dilakukan minggu sebelumnya lewat karya wisata di dua tempat yakni ke bandara KNIA dan Pantai Cermin sambil mengadakan lomba mewarnai, Sabtu (30/6). Karena itu peserta didik PAUD Tunas Harapan tidak ada persiapan untuk menari dan membuat atraksi pertunjukan apa pun selain gerak dan lagu Terima Kasih Guru dengan memakai baju wisuda dan toga sebelum prosesi pelepasan dilaksanakan.

  • Pagiku cerahku…
  • Matahari bersinar…
  • Kugendong tas merahku di pundak…
  • Selamat pagi semua…
  • Kunantikan dirimu…
  • Di depan kelasmu…
  •  Menantikan kami…
  •                        Guruku tersayang
  •                        Guruku tercinta…
  •                        Tanpamu apa jadinya aku…
  •                        Tak bisa baca tulis…
  •                        Mengerti banyak hal…
  •                        Guruku terima kasihku…
  • Nyatanya diriku..
  • Kadang buatmu marah…
  • Namun segala maaf kau berikan…

Gerakan fisik dan motorik mereka sudah semakin baik  meski pun terkadang mereka belum mengingat dan mengetahui mana kiri dan kanan.

Usai acara sederhana tersebut tak dinyana tutor-tutor PAUD Tunas Harapan tiba-tiba membawakan kue lengkap dengan lilinnya dan diarahkan kepada Sri. Ternyata para tutor telah punya rencana memberikan kejutan kepada Sri yang berulang tahun sehari sebelumnya, Minggu (7/6). Suasana haru dan akrab terlihat saat semua tutor dan orang tua peserta didik memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Sri.

Sri mengatakan kepada LN bahwa ada kebahagiaan tersendiri yang tidak dapat diungkapkan sejak beroperasionalnya PAUD Tunas Harapan itu. Di PAUD tersebut Sri dapat melihat dan memantau para peserta didiknya. “Kami berusaha melakukan dan memberikan yang terbaik sebatas kemampuan kami para pendidik dan berharap orang tua peserta didik juga dapat membimbing anak-anaknya di rumah Saya tidak bisa mendengar jika ada yang mengatakan murid kami bodoh karena tidak ada anak seusia mereka yang bodoh. Hanya perlu mengulang kembali semua yang didapatnya dari PAUD di rumah dengan orang tua atau pun saudaranya yang lebih besar. Di PAUD ini kami selalu memberikan kertas latihan baik berupa gambar mau pun berupa latihan menulis dan mengenal angka juga latihan berhitung bagi yang di Kelompok PAUD B meski pun kami belum mendapatkan bantuan dari pemerintah namun saya selalu berusaha bagaimana caranya agar proses pembelajaran tetap dapat berjalan dengan baik.”

Sri melanjutkan bahwa dirinya sangat berterimakasih kepada para dermawan yang telah membantu sedikit demi sedikit sehingga semuanya dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Hanya dirinya terkadang mengalami kesulitan untuk penggajian para tutornya, Dirinya berharap dapat menaikkan gaji gurunya namun terkadang malah pembayaran gaji gurunya setiap bulannya agak telat bahkan terkadang dua bulan sekali baru bisa membayarkan gaji para tutornya sehingga ada yang pindah kerja ke tempat lain atau berhenti. Jumlah muridnya sedikit berkurang dan terkadang juga ada yang telat membayar uang sekolah bahkan ada yang tidak membayar uang sekolah sama sekali.

Namun apa pun itu namanya sudah dijalani Sri akan tetap berusaha semampunya agar sekolah PAUD Tunas Harapan dapat terus berjalan demi keinginannya untuk dapat berperan serta dalam mendukung program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.(Jn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s