Bulan: Oktober 2015

Minsheng Fasilitasi Kawasan Industri CMI Berjangka Panjang

Minsheng sebagai salah satu perusahaan investasi terbesar di Tiongkok fasilitasi pelaksanaan Strategi One Belt One Road Pemerintah Tiongkok. Pada tanggal 12 Oktober 2015, Dong Wenbiao, Chairman of the Board China Minsheng Investment Corp., Ltd. (CMI) mengumumkan bahwa China Minsheng International Capital Limited (CMIC) yang merupakan platform penanaman modal asing CMI, akan membentuk Yayasan Pengembangan Tenaga Kerja One Belt One Road. Dong Wenbiao mengumumkan inisiatif tersebut di tengah pertemuannya dengan Suryo Bambang Sulisto, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan sejumlah pemimpin industri lainnya di Jakarta.

Dana sejumlah 100 juta Yuan akan ditanamkan selama 10 tahun guna meningkatkan kualitas sumber daya (SDM) lokal yang diharapkan dapat mendukung penanaman modal perusahaan-perusahaan Tiongkok di Indonesia, agar inisiatif One Belt One Road tercapai secara efektif dalam jangka panjang.

Kondisi ekonomi Tingkok sendiri diakui berpengaruh kuat terhadap pembangunan ekonomi Asia dan dunia. Saat ini, Tiongkok dan Indonesia juga telah merumuskan perjanjian perdagangan bilateral, dengan harapan ekonomi Tiongkok dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai respon aktif terhadap strategi One Belt One Road, CMI akan memimpin perusahaanperusahaan swasta ternama dari industri yang penuh daya saing di Tiongkok untuk memasuki pasar global secara berkelompok, serta membangun Kawasan Industri CMI di Indonesia.

Kawasan Industri CMI di Indonesia merupakan sebuah wadah yang tidak hanya mengintegrasikan perusahaan-perusahaan dan modal yang luar biasa, tetapi juga menyediakan sumber daya manusia (SDM) dan bakat guna mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara. Kawasan Industri CMI di Indonesia akan memfasilitasi hubungan kedua negara, yang mencakup modal, perusahaan, manajemen, pasar, SDM, dan rantai industri. CMI akan memegang sejumlah peran, antara lain sebagai pemberi dukungan modal, penasihat hukum, penyedia SDM, serta penanganan hubungan dengan pemerintah bagi perusahaan Tiongkok untuk mendukung pengembangan mereka di Indonesia.

Sebuah pepatah lama Tiongkok mengatakan: jika ingin bekerja dengan baik, kita harus mengasah peralatan terlebih dahulu.

Yayasan Pengembangan Tenaga Kerja One Belt One Roadakan memberikan pelatihan bagi dua kategori SDM. Kategori pertama adalah para staf manajemen senior. Melalui kerja sama dengan sejumlah pihak di Indonesia,  para staf  administrasi  bisnis  berprestasi akan dipilih  setiap tahun dan  dikirim  ke  sekolah  tinggi manajemen dan perguruan tinggi terkemuka di Tiongkok, Eropa, dan Amerika Serikat untuk menerima pelatihan dengan dukungan dari CMI. Program ini akan menyalurkan tenaga kerja senior di bidang pemasaran, operasi, penjualan, dan keuangan bagi perusahaanperusahaan Tiongkok di Kawasan Industri CMI Indonesia. (sr)

Iklan

Ngantuk, dr. Susi Tabrak Pohon

Medan, LN

Rasanya hanya sekejab mengedipkan matanya untuk merilekskan kantuk di matanya yang tidak tertahankan tiba-tiba… braaakk…Toyota Yaris bernomor polisi BK 1456 QV yang dikendarai dr. Susi(34)  telah menubruk pohon di kawasan Pangkosek Hanudnas Polonia Medan. dr. Susi pingsan dan teman-temannya shock dan panik dengan kejadian tersebut. Demikianlah yang terjadi menurut dr. Susi yang ditemui LN di ruang perawatan di RS Elisabeth Medan, Kamis (1/10).

“Kami baru pulang dari Lubuk Pakam dan saya sebenarnya mau bilang sudah tidak sanggup bawa mobil namun memang kami harus pulang,” tutur dr. Susi yang mengalami memar di pergelangan tangannya.

Keke (24 th) salah seorang teman dr. Susi yang ikut di dalam kecelakaan tabrak pohon tersebut tidak mau banyak komentar saat dikonfirmasikan LN tentang kronologis kejadian tersebut. “Saya shock, kak,” ujar Keke.

LN melihat Yaris putih yang penyok menubruk pohon di kawasan Pangkosek Hanudnas Medan dan melihat dr. Susi telah dibopong karena pingsan. Keke dan teman lelakinya sempat diantar LN dan wartawan dari Garuda Pos yang juga melihat kejadian tersebut ke rumah sakit AURI untuk mengetahui keadaan dr. Susi. Namun karena dr. Susi tidak ada di rumah sakit tersebut maka Keke dan temannya minta tolong dantar kembali ke pos AURI semula. (Sr)