Perkembangan PAUD Tergantung Kualitas Guru

Medan, LN. 

Perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di daerah sangat ber­gantung pada kualitas guru. Peran guru menjadi sangat penting dalam me­rangsang tumbuh kembang anak di usia pra sekolah. Karenanya kua­li­tas guru mutlak diperhatikan.

Demikian diungkapkan, Kepala Bi­dang Pengembangan PAUD LPP P PAUDNI Sumut, Nila Kesuma ke­­pada Analisa, Sabtu (16/1). Me­nu­rutnya perkembangan PAUD saat ini sudah cukup baik namun pe­me­rintah masih perlu memperhatikan kua­litas guru karena berkaitan erat de­ngan tum­buh kembang anak. PA­UD me­mer­lukan guru yang ahli di bi­dang pen­didikan anak usia dini, se­mentara m­a­sih banyak guru-guru PAUD dihampir se­mua kabupaten/kota yang belum sar­jana atau bukan be­rasal tamatan ju­rusan PAUD.

“Guru PAUD yang sarjana PAUD masih sedikit sekali. Bahkan ma­sih banyak yang tamatan SMA. Ta­matan S1 PAUD masih bisa di­hitung jari. Hampir di semua ka­bu­paten/kota seperti itu. Kita butuh gu­ru yang ahli  mengajar PAUD. Ini masa emas jadi kalau kita salah men­di­dik di sini ke depannya bisa mem­ben­tuk pribadi yang salah juga,” ujar­nya.

Ia menambahkan guru-guru PA­UD perlu diberikan pendidikan le­bih lanjut. Ia mengaku selama ini peme­rintah telah memberikan bantu­an kepada guru berupa beasis­wa un­tuk melanjutkan studi ke jenjang S1. Namun kuota yang diberikan masih terlalu sedikit. Sementara untuk me­lanjutkan pendidikan dengan biaya sendiri, para guru terhambat biaya pen­didikan yang tinggi sementara peng­hasilan guru PAUD masih ren­cah.

“Pemerintah memang mem­be­rikan beasiswa tapi jumlahnya se­dikit. Misalnya beasiswa di Ka­bu­petan Deliserdang, kuotanya hanya se­ratus sementara jumlah guru lebih dari 1000. Untuk melanjutkan sen­diri, guru terkendala biaya. Gaji guru PAUD itu ada yang masih 200 – 300 ribu perbulan. Jadi untuk kuliah tanpa bea­siswa kan susah,” ungkapnya.

Penghambat

Masalah kesejahteraan guru men­jadi salah satu penghambat per­kem­ba­ngan PAUD. Ia meng­ung­kap­kan ba­nyak guru yang harus mencari peng­­hasilan tambahan karena gaji yang kecil. Dana Insentif untuk PA­UD juga masih kurang dan tidak lan­car.

“Jika guru sudah sejahtera para gu­ru tidak perlu memikirkan sam­­pi­ngan mencari tambahan peng­ha­silan. Se­lama ini memang para guru ikh­las tapi alangkah baiknya pem­e­rintah mem­perhatikan juga hal ini,” ujar­nya.

Meskipun beasiswa untuk melan­jut­kan pendidikan kejenjang S1 PAUD masih minim, menurut Nila ma­sih ada cara untuk meningkatkan kua­litas guru PAUD di daerah. Pe­ningkatan kualitas ini penting untuk me­nyeragamkan pendidikan di jen­jang pendidikan awal itu. Perlu lebih ba­nyak Pendidikan Pelatihat (Diklat) un­tuk melatih para guru. Pelatihan ha­rus dilakukan dalam beberapa hari dan sering. Bukan hanya dalam se­minar sehari.

Selain itu, ia mengapresiasi ren­ca­na pemerintah untuk bekerja­sama de­ngan Unimed dalam meng­ge­lar pro­gram penyetaraan guru PAUD se­lama 3 semester untuk guru-guru PAUD yang sudah sarjana na­mun bu­kan ta­ma­tan program PAUD. Pro­gram ini, lan­jut Nila, se­perti program pen­di­dikan profesi atau pe­ngambilan akta 4 bagi guru. Pe­nyeragaman kurikulum untuk jen­jang PAUD juga perlu di­lakukan.

“Kurikulum ada, tapi agak lebih be­­­bas. Kalau di formal sudah ters­truk­­tur rapi tapi kalau di PAUD si­fat­nya bebas.

Walaupun ada ku­ri­ku­lum tapi ka­rena guru tidak me­ma­ha­mi­nya jadinya ja­lan saja. Makanya pen­didikan bagi guru perlu diting­katkan. Tidak pun dengan kuliah lagi minimal ikut pelatihan berjenjang,  cukup lah,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengatakan Jumlah guru PAUD saat ini sudah seim­bang. Rasio guru dan murid di PA­UD sudah sesuai dengan seharus­nya. Rasio guru dan murid di TK ada­lah 1 : 15 sedangkan di PAUD ha­rus mencapai 1 : 13. (tyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s