PWI Kecam Arogansi Dir Narkoba Poldasu Usir Wartawan

Medan, LN
Peristiwa pengusiran wartawan yang dilakukan Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Edi Iswanto saat Kapolda Sumut, Irjen Pol Raden Budi Winarso menggelar inspeksi mendadak (sidak), Rabu (15/6) kemarin, terus menuai protes dari berbagai elemen masyarakat.
Jika kemarin (16/6/2016), anggota DPRD Sumut dan praktisi hukum sudah angkat bicara dan mengutuk keras sikap arogansi yang ditunjukkan Edi Iswanto tersebut, kali ini Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara (Sumut) pun mengeluarkan kecamannya.
“Yang jelas itu (halaman dan Gedung Narkoba Polda Sumut) ruang publik. Selama di ruang publik, tidak ada yang berhak melarang wartawan,” tegas Ketua PWI Sumut, Hermansyah, Jumat (17/6/2016).
Dia kembali menegaskan, sikap yang ditunjukkan Edi Iswanto tersebut sudah melanggar hukum, yakni Undang-Undang (UU) Pers No.40 tahun 1999.
Dia juga menyebut, pengusiran yang dilakukan Edi Iswanto itu sama halnya telah merendahkan profesi jurnalis atau wartawan.
“Kalau tidak senang atau merasa dirugikan atas sikap wartawan atau pemberitaan, bisa buat hak jawab. Jangan pejabat yang menghalangi UU Pers. UU itu menjamin dan melindungi tugas jurnalistik. Wartawan itu lebih bagus diajukan ke pengadilan, bukan diusir. Kita kerja sesuai UU, sama halnya dengan polisi. Kita menyayangkan sikap itu, kalau merasa dirugikan bisa mengajukan hak jawab, dewan pers, pengadilan. Diusir ini merendahkan kerja wartawan,” tegasnya lagi.
Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD Sumut, Sarma Hutajulu juga mengutuk keras arogansi Dir Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Edi Iswanto.
“Kita (Komisi A DPRD Sumut) meminta Polda Sumut memberi penjelasan secara transparan, jangan halang-halangi wartawan. Publik berhak tahu. Apakah masalah kaburnya tahanan itu karena unsur kelalaian atau ada unsur konspirasi. Kita berharap, agar polisi tidak alergi dengan wartawan. Kalau memang sidak itu menyangkut masalah di internal Polri, saya pikir tidak perlu ada pengusiran. Kalau terkait masalah tahanan kabur tadi, ya tidak perlu ada yang ditutup-tutupi lagi. Masyarakat sudah tahu peristiwa itu, dan memang publik berhak tahu,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan Wakil Direktur (Wadir) Pusat Studi Hukum dan Pembaharuan Peradilan (PusHpa) Sumut, Nuriyono.
“Kerja jurnalis adalah mencari informasi untuk disebarkan ke publik. Kerja jurnalis dilindungi undang-undang (UU). Jadi prilaku pengusiran Dir narkoba itu sama halnya bentuk pelanggaran terhadap UU,” tandas mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan ini.
Lantas, sambung Nuriyono lagi, sikap tak pantas Kombes Pol Edi Iswanto itu juga menyiratkan sebuah pesan, ada yang tidak beres dalam kasus kaburnya 11 tahanan di Polda Sumut itu.
“Apa yang dilakukan Dir Narkoba (Kombes Pol Edi Iswanto) itu menimbulkan kecurigaan. Bukan mustahil ada rekayasa. Kaburnya tahanan ini, ada pelanggaran. Harus dilakukan pengusutan, baik internal maupun eksternal. Tidak mungkin ruang tahan di Polda yang sangat ketat itu, tahanan bisa melenggang kanggkung keluar begitu saja. Ini jadi tanda tanya besar, tidak mungkin begitu saja. Ada oknum dan ini harus diusut,” pungkasnya.
Untuk diketahui sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol R Budi Winarso didampingi Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Adhi Prawoto, Irwasda Kombes Pol Muhammad Jupri dan Direktur Pamobvit, Kombes Pol Heri Subiansauri melakukan sidak ke sel tahanan Direktorat (Dit) Narkoba dan Dit Reskrimum, Rabu (15/6/2016) siang kemarin.
Namun, jenderal bintang dua tersebut enggan memberikan keterangan kepada wartawan meski telah ditunggui beberapa saat, sejak masuk ke gedung Dit Reserse Narkoba Polda Sumut hingga keluar.
Setelah selesai sidak, Kapolda Sumut beserta rombongan langsung pergi menaiki mobil Golf menuju ke gedung Dit Reskrimsus melanjutkan sidak.
Kepada wartawan, Kapolda Sumut hanya mengacungkan jempol dan mengarahkan untuk mewawancarai Direktur Narkoba, Kombes Pol Edi Iswanto.
Namun, Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Edi Iswanto malah berang ketika hendak diwawancarai. Dia mengusir wartawan.
“Sana…sana…sana, ngapaian kalian di sini (gedung narkoba), di taman saja kan bisa nunggunya,” ketus Edi Iswanto kepada wartawan.
Gerah dengan kedatangan wartawan ke area ‘kekuasaannya’, mantan Kepala BNNP Jambi ini kemudian meminta agar wartawan tidak mendekat ke pintu masuk utama gedung tersebut. “Sana kalian. Jangan di sini, sana,” ucapnya.
Kunjungan Kapoldasu dan jajarannya itu disebut-sebut terkait kasus kaburnya 11 tahanan narkoba, Senin (13/6/2016) kemarin. (SR)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s