Janji dan Harapan Eldin di HUT Kota Medan ke-426

Medan, LN

Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin mengakui banyak program dalam masa pemerintahannya yang dijanjikannya semasa kampanye belum terlaksana sejak kembali terpilih sebagai wali kota awal 2016 lalu.

Pengakuan ini disampaikan Eldin dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Medan ke-426, di Gedung DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Kamis (30/6/2016).

Beberapa persoalan di Kota Medan selama masa kepemimpinan Eldin adalah relokasi pedagang di Jalan Sutomo yang berujung pada perpecahan pedagang Sutomo dengan pedagang di Pasar Induk Lau Chi, Medan Tuntungan, janji menghadirkan Trans Medan yang hingga sekarang belum ada kejelasan, penertiban billboard reklame yang molor hingga beberapa bulan, dan ketidakjelasan panitia seleksi dalam melakukan penjaringan calon direksi di tiga perusahaan daerah (PD) yang ada di Medan.

Beberapa persoalan lainnya yang “diwariskan” sejak dulu yakni pengurusan administrasi kependudukan seperti KTP dan KK yang masih ruwet dan banyak disertai pengutan liar (pungli), pungutan parkir liar berlatar premanisme yang merajalela, hingga infrastruktur jalan yang masih banyak rusak.

“Program demi program yang telah kami lakukan ada peningkatan walaupun tidak signifikan. Secara berkesinambungan akan terus kita capai. Karena kami masih melakukan program-program di 2016 ini. Memang belum ada satu program yang tuntas dibanding program lainnya,” kata Eldin.

Eldin mengaku, sejauh ini belum ada program yang difokuskan untuk diselesaikan lebih dulu. Ia berjanji, dalam sisa periode 2016 dan 2017, akan merampungkan sejumlah program utama. Program utama yang ia maksud antara lain perbaikan infrastruktur dan pelayanan publik.

HUT Kota Medan Ke 426 Jadi Momentum Percepatan Pembangunan

“Nanti di 2017 saya akan fokuskan di satu-satu bidang sampai tuntas. Sehingga nanti lebih terasa di masyarakat, sesuai keinginan dan harapan masyarakat. Sekarang ini yang saya sadari (belum tuntas) adalah masalah infrastruktur. Oleh karena itu nanti infrastruktur akan kita duluankan. Baru setelah itu menyusul masalah pendidikan, kesehatan, dan lainnya,” kata dia.

Ditanya apa yang menjadi tugas terberatnya, Eldin mengaku tidak ada yang berat.

“Tidak ada yang terlalu berat. Hanya nanti kalau ada pembukaan jalan baru, akan ada ganti rugi yang harus diberikan ke masyarakat. Tapi inshaa Allah kalau dikomunikasikan di awal, masyarakat akan memahami. RPJMD sudah kami ajukan. Tinggal dimatangkan aja,” katanya.

Selain infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan dan kesehatan, Eldin juga memasukkan program smart city (kota cerdas) sebagai bagian dari target jangka pendek yang akan ia dahulukan.

“Supaya memberikan kemudahan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat kita tidak perlu harus berhubungan secara langsung, tapi bisa cukup dengan IT saja. Baik itu nanti untuk pencatatan sipilnya maupun soal perizinan –perizinan yang sifatnya tidak kontak langsung,” katanya.

Eldin juga mengungkapkan alasan terperinci dari program-programnya yang belum terwujud. Mengenai bus trans Medan, misalnya. Ia bilang, bus Trans Medan belum dapat diwujudkan lantaran masih terkendala pada pengadaan dari pemerintah pusat.

“Kemarin pemerintah pusat masih belum bisa terfokus. Ke depan akan kami komunikasikan dengan pemerintah pusat, departemen perhubungan khususnya, untuk bisa merealisasikan bus trans itu,” katanya.

Soal banjir, Eldin menjanjikan tanggul penahan banjir rob pada 2017.

“Masalah banjir, memang tidak bisa kita pungkiri belum tuntas, terutama sekali banjir rab di wilayah Medan (bagian) utara. Tetapi kita sudah mulai melakukan upaya penataan dan pencegahan banjir. Insya Allah 2017 program kita sudah selesai dan sudah di tampung di Balai Sungai untuk dibangun tanggul banjir rob,” ujarnya.

Di bidang pendidikan, Eldin mengemukakan bahwa perbaikan pendidikan dimulai dari sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Insya Allah, sudah ada sistem yang sudah kita bangun untuk pendidikan. Yang jelas, saya berharap semua pihak saling kerjasama. Dan bagi masyarakat jangan pernah ada memberikan sesuatu pun dalam PPDB. Jangan mau kalau diminta,” katanya.

Tentang hal administrasi kependudukan, Eldin menegaskan bahwa dirinya tidak akan segan-segan untuk menjatuhkan sanksi kepada oknum yang mempersulit dan melakukan pungutan liar kepada masyarakat.

“Tidak boleh ada kutipan-kutipan liar. Di semua bidang enggak boleh ada. Ada sanksinya kalau ada pegawai yang mengutip itu,” jelasnya.

Eldin pun berharap, di hari jadi Kota Medan, semua pihak, terutama para aparatur sipil negara, bisa meningkatkan kinerja masing-masing untuk memajukan kota ini. Konsep Medan Rumah Kita yang ia usung, ia yakini dapat membuat Medan menjadi kota yang maju dan tentram bila semua elemen masyarakat mendukung. (SR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s