Gubsu Harapkan Merdang Merdem Masuk Kalender Pariwisata Sumut

Gubernur Hadiri Merdang Merdem Kota Medan 2016
Foto bersama Gubernur Sumatera Utara bersama Aron Merdang Merdem 2016

Medan, LN. Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi mengharapkan kegiatan Merdang Merdem yaitu perayaan suku Karo yang disebut juga Kerja Tahun dapat dilaksanakan rutin dan menjadi salah satu kalender pariwisata Sumatera Utara. Hal itu disampaikan Gubsu saat menghadiri acara Merdang Merdem Kuta Madan/ Kota Medan yang dilaksanakan di Monumen Guru Patimpus Jalan S. Parman, Medan, Jumat (15/7) Acara ini dihadiri oleh Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dan tokoh tokoh Karo Sumut serta sekitar ratusan tamu undangan.

Kegiatan Pesta Tahunan tersebut diharapkan Gubsu menjadi ajang silaturahmi dan juga wahana melestarikan budaya Karo.  Pelaksanaan Merdang Merdem Kota Medan menurut Gubsu terasa bermakna karena digelar di monumen Guru Patimpus yang merupakan tokoh pendiri Kota Medan. “Pak Eldin dan Pak Akhyar sebaiknya memperhatikan kegiatan ini dan menjadi ini sebagai agenda rutin Kota Medan dan Provsu,” ujar Erry.

Pesta Tahunan atau Merdang Merdem bila dikemas secara baik menurut Erry layak masuk sebagai  salah satu atraksi pariwisata di Sumatera Utara. Kegiatan ini dikatakan Erry dapat menjadi salah satu Kalender Pariwisata Sumatera Utara.

Dalam kesempatan itu, Gubsu juga mengakui kelemahan pariwisata Sumut yang saat ini belum memiliki jadwal tahunan kegiatan (calendar of event) pariwisata yang terintegrasi. Kegiatan yang dilakukan selama ini seringkali pada waktu yang mepet dan tidak terprogram jauh hari. Saya berharap Sumut yang mempunyai 33 kabupaten/kota memiliki calendar of event bersama. “Kalau saja ada 1 event setiap kabupaten/ kota maka ada minimal 33 kegiatan setiap tahun. Belum lagi Tanah Karo yangg memiliki even lebih dari sekali dalam setahun ini bisa memperkaya calendar of event pariwisata kita,” ujar Erry.

Gubernur juga mengatakan Karo dan budayanya memperkaya dan menjadi salah satu kebanggaan Sumatera Utara.  “Masyarakat Karo memiliki tradisi dan kebudayaan yang kaya, terkenal mandiri dan pekerja keras. Karakter masyarakat  karo yang patut dibanggakan diantaranya  keharmonisan, persaudaraan, toleransi, sifat mudah menyesuaikan diri dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip moral ,” ujar Erry.

Dengan sifat tersebut masyarakat karo dapat dengan mudah bergaul dengan etnis lainnya. “Banyak akademisi, politisi, birokrat dan pengusaha sukses yang lahir dari masyarakat Karo,” ujarnya.

Gubsu juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap bencana erupsi Gunung Sinabung yang berlangsung selama lima tahun dan hingga kini masih menjadi persoalan bagi Tanah Karo.  Dijelaskannya saat ini pemerintah berupaya menyelesaikan relokasi bagi sekitar 10 ribu pengungsi yang dulunya bertempat tinggal di radius 5 km. “Saya berharap kita semua, seluruh tokoh masyarakat Karo bisa mendukung agar persoalan ini bisa diselesaikan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Karo, Effendy Barus, mengatakan maksud kegiatan Merdang Merdem Kota Medan untuk mengenang kembali sejarah berdirinya Kota Medan. Sebelum menjadi kota disebut Kuta Medan. Guru Patimpus Sembiring Pelawi. Dengan memperingati, maka kita ikut mengenang jasa dan melanjutkan cita-cita pendahulu,” katanya.

Dikatakannya, tujuan diadakan Merdang Merdem sebagai ucapan syukur kepada Tuhan, sekaligus memperkenalkan sejarah berdiri Kota Medan kepada masyarakat. Selan itu untuk mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat Karo dan turut serta membangun kebanggaan dan cinta tanah air.

Abdi Sembiring selaku ketua panitia kegiatan Merdang Merdem Kota Medan 2016 didampingi oleh Purnama Br Ginting (Mami Pur Ginting Petir) selaku sekretaris turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu demi suksesnya acara yang digelar.

“Mewakili seluruh panitia, saya sebagai Ketua Panitia mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga dapat terlaksananya acara Merdang-merdem Kota Medan 2016,” ujarnya.

Abdi Sembiring juga berharap agar kegiatan Merdang-merdem yang dikenal juga dengan istilah Kerja Tahun tersebut dapat dijadikan agenda kegiatan Tahunan Pemko Medan dan anggarannya dapat ditampung di APBD Sumut atau Pemko Medan.

Acara menampilkan Opera Guru Patimpus dan adu perkolong-kolong serta dimeriahkan beberapa penyanyi Karo seperti Plato Ginting, Averiana Barus, Rezky Purba, Wisnu Bangun, Mpuh Sembiring, dan Gendang guro-guro aron. (SR)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s