Bulan: Oktober 2016

Komunitas TKI Kepung PT OMNI di Mandiri Building

Medan, LN – Puluhan warga yang tergabung dalam Komunitas TKI melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor PT OMNI Sarana Cipta, yang terletak di lantai enam gedung Mandiri Building, Jalan Imam Bonjol, Medan.

Massa menuding PT OMNI Sarana Cipta selaku vendor pengurusan visa ke Malaysia melakukan pungutan liar (pungli) terhadap TKI.

“Kami menuntut agar pemerintah mengusut dugaan pungli di PT OMNI. Setiap TKI yang melakukan pengurusan visa di PT OMNI dipungli sebesar Rp 875.000,” ujar Kordinator Aksi Komunitas TKI, Franky Manalu, Kamis (27/10/2016).

Menurut massa TKI, dugaan pungli ini sudah berlangsung lama. Sehingga, banyak TKI yang dirugikan atas adanya dugaan pungli ini.

“Semula pengurusan visa ini dilakukan di Kantor Konsul Malaysia dengan membayar Rp55 ribu. Namun, sejak 15 Desember 2014 silam, pengurusan visa dialihkan ke PT OMNI,” kata orator.

Saat menggelar aksi, massa Komunitas TKI turut melakukan teaterikal. Dua orang TKI dirantai sembari memegang bendera merah putih.

Selain menggelar teatrikal, massa Komunitas TKI juga membawa berbagai spanduk. Mereka mendesak agar pemerintah menurunkan tim sapu bersih (saber) pungli ke PT OMNI.

“PT OMNI ini harus segera ditutup. Kenapa ditutup, karena selain melakukan pungli, izin operasional kantor cabang (PT OMNI) yang dikeluarkan oleh Badan Pelayanan Terpadu Kota Medan dengan izin usaha yang dikeluarkan Dinas Koperasi Usaha Mikro, Menengah dan Perdagangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai perusahaan yang memproduksi pakaian jadi, alat rumahtangga, namun dalam kenyataannya, kenapa bisa mengurus endors visa,” lanjut Franky lagi.

Menurut massa, adanya pungli di PT OMNI telah melanggar UU No39 tahun 2014. Untuk itu, kata massa, PT OMNI harus segera ditutup.

“Selama ini, pihak Kemenaker RI belum memberikan persetujuannya terhadap surat edaran dari Kerajaan Malaysia terhadap keberadaan PT OMNI. Dan juga, legalitas PT OMNI tidak jelas,” pungkasnya.

Ketika massa Komunitas TKI melakukan aksi, sejumlah sekuriti Mandiri Building membuat barikade di depan pintu masuk kantor.(SR)

Iklan

RS Murni Teguh Tidak Pedulikan Pasien Sekarat di UGD

Medan, LN –   Apa gunanya rumah sakit jika tidak mau mempedulikan pasiennya yang sedang sekarat dan merintih keasakitan di ruangan UGD. Apa fungsinya rumah sakit jika bukan untuk mengobati dan menyelamatkan pasiennya yang datang berobat ke sana?

Betapa kecewanya Turnip, pasien yang diterlantarkan pihak RS Murni Teguh di UGD lantai I Jalan Jawa/Jalan Veteran Medan. Menurut Turnip perlakuan dokter (Dr Yasin Leonardi SpB, KBD), perawat, bahkan Satpam juga bersikap arogan dan sombong malah memarahi si pasien Turnip yang sedang sekarat di UGD. Hingga akhirnya Turnip pingsan karena pertengkaran yang terjadi dengan keluarganya dengan dokter, perawat dan Satpam.

Turnip mengatakan bahwa dirinya dan keluarga sudah memesan kamar sejak pagi namun diabaikan pihak rumah sakit. Karena kekecewaan tersebut Turnip dan keluarga pun mengeluh kepada dokter dan tetap saja kamar belum dapat diberikan. Alasan mereka kamar belum ada yang kosong. Namun arogansi Dr Yasin sangat mengejutkan kepada keluarga pasien, “Ibu jangan desak kami karena ibu juga bersedia jika pasien ini saya suntik mati!”

Turnip akhirnya mendapatkan kamar setelah perawat petugas RS Murni Teguh mencarikan kamar untuknya malam itu juga. Namun keluarga Turnip meminta agar perlakuan dokter, perawat dan Satpam yang sombong agar dilaporkan kepada pemilik RS Murni Teguh, Martua Sitorus. (SR)

 

HUT PMI Sumut dan PMI Medan ke-71 Dirayakan Bersamaan


PMI Sumut dan PMI Medan Rayakan HUT ke-71 PMI
Rahmat Shah: Kebersamaan Untuk Kemanusiaan

Medan, LN –  Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara bersama PMI Kota Medan merayakan hari ulang tahun (HUT) PMI ke-71 di Markas PMI Sumut, Jl Perintis Kemerdekaan, Sabtu (17/9/2016). Kebersamaan yang semakin ditingkatkan menjadi harapan para pengurus PMI Sumut dan Medan untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama yang dipimpin Ketua PMI Sumut, DR H Rahmat Shah didampingi Ketua PMI Kota Medan, Drs H Musa Rajekshah MHum beserta para pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, Rahmat Shah mengatakan perayaan ultah itu menjadi momentum agar PMI Sumut bersama PMI kabupaten/kota lainnya semakin bersemangat untuk melaksanakan kerja-kerja sosial demi melayani masyarakat.

“Tepat hari ini lahirnya PMI di Indonesia. Selama 24 jam kita selalu siap melaksanakan tugas kemanusiaan dengan sebaik-baiknya. Pengurus di sini rela dan ikhlas membuang waktu pikiran bahkan dana untuk melayani kebutuhan masyarakat akan darah dan kebutuhan sosial lainnya,” kata Rahmat.

Dengan usianya yang semakin tua PMI Sumut berharap dapat meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak. Salah satunya pemerintah Sumatera Utara yang dinilai minim kontribusi dalam perjalanan PMI Sumut dalam beberapa tahun belakangan ini.

“Kita bisa bangun gedung ini (markas PMI Sumut dan UTD PMI Medan, Red), tanpa bantuan pemerintah. Kita berharap pemerintah provinsi Sumut dapat membantu melalui APBD mengingat banyak yang ingin PMI Sumut perbuat untuk kemanusiaan,” ucapnya.

Apalagi menurut Rahmat, Sumut merupakan daerah rawan bencana. Karena itu perlu kesadaran berbagai elemen untuk turut bersama-sama menanganinya. “Bencana bukan hal yang kita harapkan. Tapi kita selalu siap menghadapi segala bencana. Karena itu kita selalu stok berbagai macam keperluan, tidak hanya daerah yang tak pernah kurang dari 1.000 kantong per bulan. Ini bukan kerja Rahmat atau Ijeck seorang. Tapi itulah perlunya kebersamaan,” katanya.

PMI Sumut saat ini memiliki 12 Unit Transfusi Darah (UTD) yang tersebar di 12 kabupaten dan kota. Salah satunya UTD PMI Medan yang lokasinya sama dengan markas PMI Sumut. Rahmat juga mengatakan PMI telah menertibkan UTD di rumah sakit-rumah sakit yang melanggar peraturan pemerintah.

“Sudah kita coba tertibkan rumah sakit-rumah sakit yang menggelar UTD karena itu bukan kemauan kita, tapi ada hukum dan peraturannya. Mereka cukup buat Bank Darah. Itu sudah tertib dan Insya Allah akan teratasi. Apalagi sekarang mereka perlahan mulai sadar jika untuk UTD itu peralatan mahal, staf karyawan dan lain-lain,” pungkasnya. (SR)

 

HUT ke-50, ALS Tetap Tingkatkan Kualitas Layanan dan Kenderaan

Ultah ke-50, ALS Tetap Tingkatkan Kualitas Layanan dan Kendaraan
Direktur Utama ALS, Chandra Lubis berfoto bersama jajaran petinggi ALS di Kantor ALS Medan, Jalan SM Raja, Jumat (22/9/2016).

Medan, LN. PT Antar Lintas Sumatera (ALS) yang akan memperingati Hari Ulang Tahun ke 50, Kamis (29/9/2016), mendatang ingin lebih dekat dengan konsumen.

Direktur Keuangan ALS, Efrizal Nursewan mengatakan, pihaknya akan terus memberikan yang terbaik bagi konsumen ALS. Pihaknya pun ingin lebih dekat lagi dengan konsumen.

“Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat dengan melakukan peningkatan pelayanan, mengutamakan kenyamanan penumpang, dan tetap menjaga penumpang sampai tujuan dengan selamat. ALS tidak pernah melakukan oper-oper, prinsip membangun kepercayaan masyarakat itu tinggi,” katanya di Kantor ALS, Jalan Sisingamangaraja, Jumat (23/9/2016).

Selain itu, pihaknya akan tetap berusaha bagaimana melayani penumpang dengan bagus dengan cara meningkatkan kualitas dari pelayanan dan kendaraan serta selalu berusaha tepat waktu. Saat ini pihak ALS juga telah mengoperasionalkan New Mersedez Bens Super Executive untuk melayani penumpang hingga rute ke Pulau Jawa.

“Setiap saat kami juga melakukan pemerajaan. Karena tidak dapat dipungkiri perawatan itu penting bagi kenyamanan penumpang. Tingginya harga suku cadang, ban, dan kepentingan lainnya untuk perawatan. Jadi ini sebenarnya pengeluaran yang banyak kami keluarkan. Tapi semua kami lakukan hanya untuk penumpang,” terangnya. (SR)