Tarian Padi Menguning Akan Dijadikan Ikon Pemkab Labuhanbatu

Medan, LN.  Pagelaran Malam kesenian Pemkab Labuhanbatu berlangsung di open stage PRSU ke-46 Tapian Daya Medan cukup ramai dihadiri pengunjung meski pun hujan turun, Selasa (21/3). Penampilan berbagai tarian dan drama musikal yang dipersembahkan group tari dan pemeran seni drama musikal Kabupaten Labuhanbatu mampu memukau pengunjung PRSU yang hadir  menyaksikan malam seni budaya Pemkab Labuhanbatu.

Kegiatan pagelaran seni tersebut dihadiri Bupati Labuhanbatu   H. Pangonal Harahap, SE, M.Si, pimpinan SKPD, TP PKK Pemkab Labuhanbatu, Camat se-Kabupaten Labuhanbatu, ibu-ibu TP PKK Pemkab Labuhanbatu, tokoh masyarakat dan mahasiswa dari Labuhanbatu.

Penampilan drama musikal Labuhanbatu yang menceritakan kisah asmara sepasang kekasih dari Labuhanbatu yang semula ditentang oleh orang tua Sarma, gadis yang jatuh cinta kepada seorang pemuda Melayu asal Labuhanbatu yang bernama Jamal. Karena tidak tahan dengan larangan orang tua Sarma akhirnya Jamal nekad untuk mengajak Sarma ‘kawin lari.’ Namun mereka akhirnya sadar bahwa hal itu tidak baik lalu menemui orangtua Sarma memohon restu mereka. Restu pun diberikan orang tua Sarma dan orangtua Jamal pun meminang Sarma untuk menikah dengan Jamal. Drama  musikal yang berakhir dengan happy ending ini awalnya mampu membuat pengunjung agak penasaran karena dibuat dalam dua sesi.

Pagelaran busana dari model ibu-ibu TP PKK Pemkab Labuhanbatu yang menyuguhkan busana muslim dan busana resmi. Lima orang ibu-ibu TP PKK Labuhanbatu tampil begitu menarik dengan gerakan yang luwes bak model.

Hajjah Nurainun, penyanyi Melayu legendaris Kota Medan turut memeriahkan pagelaran mlam aseni Pemkab Labuhanbatu ini. Beberapa lagu-lagu Melayu nostalgia dilantunkannya dan mendapat respon dari Bupati dan jajaran SKPD Labuhanbatu ini untuk menyalami Hajjah Nurainun yang telah berusia senja.

Kepedulian Pangonal Harahap sebagai bupati Labuhanbatu terhadap seni budaya di daerah tesebut terlihat dari antusiasnya Bupati ini akan mem-patenkan atas tarian Padi Menguning sebagai tarian asli Labuhanbatu yang telah dikemas begitu menarik dan akan dijadikan sebagai ikon Pemkab Labuhanbatu. Tarian ini menceritakan tentang kebahagiaan dan kegembiraan para petani yang melihat kuningnya padi mereka di sawah dan siap untuk dipanen. Pangonal mengatakan akan secepatnya membuat hak paten atas tarian tersebut.

Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap menyampaikan, seni dan budaya merupakan sub sektor pembangunan yang tidak boleh luput dari perhatian kita, karena seni dan budaya mengajarkan nilai-nilai etika, nilai-nilai moral dan akhlakul karimah kepada umat manusia dan kepedulian kita terhadap pelestarian nilai-nilai seni dan budaya.
“Generasi muda kita saat ini butuh wadah untuk mengekspresikan kreatifitas mereka  melalui seni mau pun kreatifitas lainnya. Seni dan budaya di Labuhanbatu lewat sanggar-sanggar seni yang digiatkan oleh remaja dan masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu harus mendapat dukungan penuh dari instansi terkait di Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu, begitu juga dari kita semua yang peduli terhadap pembinaan generasi muda pada umumnya,” pungkasnya. (SR)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s