Kategori: Berita Daerah

Wagirin Arman : PAD Kabupaten Deliserdang Semestinya Minimal Rp 1 Triliun

Deliserdang, LN – Dispenda Deliserdang menggelar sosialisasi Perda No 2 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Pajak, Selasa (8/11) di Wisma Taman Indah Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang.

Kegiatan sosialisasi tersebut  dihadiri oleh Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman, Bupati Deliserdang Drs. H. Ashari Tambunan yang diwakili oleh Wabup Deliserdang H. Zainuddin Mars, Kadispenda Deliserdang Drs. Darwin Zein, S.Sos, Camat Tanjung Morawa, seluruh Kepala Desa,  Perangkat Desa, para pelaku usaha  dan sejumlah perwakilan tokoh Masyarakat dengan narasumber dari Kadispenda DS, Drs Darwin Zein S. Sos, Anggota DPRD DS, Sisiwo Adi Suwito (Golkar).

Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman memaparkan tentang pajak bumi bangunan sektor pedesaan/Perkotaan dan tentang Bea perolehan hak tanah dan Bangunan (BPHTB)mengatahkan, tujuan dari sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha, Kades, Ketua BPD, Perangkat Desa dan tokoh masyarakat terhadap pentingnya membayar pajak daerah dan restribusi Daerah sebagai salah satu penunjang pembangunan daerah Deliserdang. PAD Kabupaten Deliserdang tahun 2015 yang lalu mencapai sekitar Rp. 680 miliar. Semestinya PAD Kabupaten Deliserdang telah mencapai di atas Rp. 1 triliun.  Jadi merupakan tugas Dispenda DS untuk mensosialisasikan Perda No 2 Tahun 2011 ini untuk meningkatkan PAD dengan meningkatkan kinerja agar kepercayaan masyarakat tercipta semakin baik.

Sementara itu Kadispenda Deliserdang, Darwin Zein, S. Sos mengatakan salah satu permasalahan eksternal yang dialami oleh Dispenda DS antara lain yakni rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak daerah dan retribusi daerah, serta adanya krisis kepercayaan masyarakat terhadap petugas pengelola pajak. Salah satu upaya untuk mengatasi persoalan tersebut agar tercipta kepercayaan masyarakat terhadap petugas pengelola Pajak  Daerah maupun untuk melahirkan kesadaran dalam menunaikan kewajiban terhadap Pajak Daerah dan Retribusi Daerah maka Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten DS secara rutin melaksanakan sosialisasi tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Di akhir kegiatan Sisiwo Adi Suwito  dengan Pelaksanaan Sosialisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di Kecamatan Tanjung Morawa yang melibatkan unsur dunia usaha, aparatur Desa dan tokoh masyarakat setempat akan dapat meningkatkan pemahaman, kepercayaan masyarakat dalam membayar Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dan Sisiwo juga mengapresiasi Camat Tanjung Morawa, Timur Tumanggor yang telah bekerja keras dalam mewujudkan kegiatan sosialisasi Perda No 2 Tahun 2011 ini. (jeg)

 

Iklan

PTPN III : KEK Sei. Mangke Butuh Promosi

Medan, LN
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei,Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara masih jauh dari hiruk pikuk kegiatan industri. Pengamatan lapangan minggu ini menunjukkan bahwa kawasan yang dijadikan sebagai andalan menarik investor industri hilir minyak sawit itu baaru dihuni sebuah pabrik oleokimia milik Unilever Group.
PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) itulah nama pabrik itu. Mereka masuk ke kawasan tersebut karena memang Unilever sudah menjadikan Indonesia sebagai lokasi basis industri barang-barang toiletris (kebutuhan langsung konsumen).
Mulai dari kebutuhan mandi hingga kecantikan, dihasilkan perusahaan yang berbasis di Belanda tersebut. “Unilever masuk ke Sei Mangkei untuk mempertahankan basis pasar dan produksinya di Indonesia. Kalau dari sisi bisnis Unilever menyesal masuk ke Sei Mangkei,” ujar seorang Dirut BUMN perkebunan belum lama ini.
Direktur Utama PTPN III Elia Massa Manik yang melakukan kunjungan ke lokasi industri PT UOI di KEK Sei Mangkei, Senin 27 Juni 2016 menegaskan bahwa KEK Sei Mangkei masih membutuhkan pembenahan. Harga gas yang mahal, energi listrik yang masih kurang, serta infrastuktur jalan yang masih belum memadai membuat KEK Sei Mangkei kurang menarik bagi investor.
Manik yang baru diangkat menjadi Dirut PTPN III Holding itu mengadakan pertemuan tertutup dengan Managing Director PT UOI Saikrishna Devarakonda. Apa yang mereka bicarakan tak begitu jelas. Tapi ada bocoran Manik menerima keluh kesah managing director PT UOI mengenai minimnya prasarana dan sarana pendukung KEK Sei Mangkei serta mahalnya harga gas, sehingga produk mereka tak kompetitif di pasar global.
Usai pertemuan, Elia Massa Manik mengungkapkan bahwa perusahaannya tertarik masuk ke industri hilir kelapa sawit dengan membangun pabrik minyak goreng.Kami sedang membangun pabrik minyak goreng, konstruksinya paling lama 24 bulan,kata dia.
Deny Mulyawan, Manajer Badan Pengelola dan Pembangun KEK Sei Mangkei menambahkan pabrik minyak goreng yang akan dibangun di KEK Sei Mangkei akan dikelola oleh entitas perusahaan bernama PT Industri Nabati Lestari (join antara PTPN III dan PTPN IV dengan membangun pabrik olein berkapasitas 600.000 ton per tahun).Pabrik olein ini sedang dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Selain pabrik minyak goreng, lanjut dia, PTPN III juga akan membangun pabrik ban sepeda motor di KEK Sei Mangkei. Rencana pembangunan pabrik ban saat ini sedang dalam tahap penyelesaian Detail Engineering Design (DED).
PTPN III sedang mencari partner untuk membangun pabrik ban berbahan baku karet tersebut.
Sementara PTPN III sendiri nantinya akan memberikan penyertaan lahan dan sumber bahan baku. Dia memastikan, PTPN III memiliki sumber bahan baku dalam jumlah yang memadai untuk memasok pabrik yang diproyeksi memiliki kapasitas produksi 7,5 juta ban per tahun.
Deny mengatakan kebutuhan infrastruktur sudah memadai untuk operasional industri. Sejak awal, air bersih sudah tersedia dan listrik yang siap pakai ada sekitar 40 MW dan masih bisa ditingkatkan lagi sampai tiga kali lipat.
Begitu juga dengan lahan. Dari 1.933 hektare lahan yang saat ini sudah dimatangkan, baru sekitar 10% yang sudah dialokasikan kepada investor termasuk Unilever. Pemasaran Tahap I dengan luas lahan 104 hektare sudah selesai dan sekarang masuk ke Tahap II dengan 640 hektare.
Rel kereta api koneksinya sudah siap, tinggal pengujiannya. Koneksinya dari areal kita, terhubung ke jalur eksisting di Gunung Bayu. Kalau sudah terhubung ke Gunung Bayu, bisa langsung ke Pelabuhan Belawan.
Tinggal jalur ke Pelabuhan Kuala Tanjung yang menurutnya belum selesai. Masih ada sekitar 7 kilometer lagi belum bisa dibangun rel dan masih proses pembebasan lahan. Sementara pembangunan infrastruktur jalan di dalam kawasan tinggal menyisakan 2,7 kilometer.(SR)

Walikota Tebingtinggi Terima Penghargaan Pembina K-3 Nasional


Umar Zunaidi Hasibuan.

Tebingtinggi, LN – Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menerima penghargaan sebagai Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) Nasional Tahun 2016 yang diserahkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiridi Birawa Hotel Bidakara, Jakarta.

Kabag Humas PP Pemko Tebingtinggi, Bambang Sudaryono mengatakan, penghargaan serupa juga sudah pernah diterima pada tahun 2015, Wali Kota Tebingtinggi juga menerima penghargaan yang sama dari Menaker.

“Penghargaan itu diberikan atas komitmen wali kota dalam melakukan pembinaan Sistem Manajemen K-3 di Kota Tebingtinggi. Dalam acara tersebut Menaker juga akan menganugerahkanpenghargaanserupa pada 13 Gubernur dan 26 Bupati / Wali Kota se Indonesia,” ujar Bambang, dalam keterangan persnya, Kamis (19/5/2016).

Rencananya akan diserahkan Penghargaan Nihil Kecelakaan (Zero Accident Award) kepada 106 perusahaan di Provinsi Sumatera Utara, dan sebanyak 22 diantaranya adalah perusahaan dari Kota Tebingtinggi, termasuk Direktur RSUD Kumpulan Pane, Nanang Fitra Aulia dan Direktris RS Sri Pamela Medika Nusantara, Nina Zuliani.

 

“Pelaksanaan Sistem Menejemen K-3 di setiap perusahaan adalah suatu keharusan dalam rangka perlindungan dan peningkatan kesejahteraan pekerjaan – buruh. Sistem menejemen K-3 harus dibudayakan dalam menghadapi berbagai tantangan di era perdagangan bebas,” sebut Bambang mengutip ucapan Wali Kota Umar Zunaidi.

Umar juga mengucapkan terima kasih kepada pihak RSUD Kumpulan Pane dan RS Sri Pamela Medika Nusantara atas kerja keras yang telah dilakukan, sehingga mendapat penghargaan Zero Accident Award.

“Manajemen Sistem Manajemen K-3 di setiap rumah sakit adalah sangat penting untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja paramedis dalam memberikan pelayanan prima kepada setiap pengguna jasa (pasien),” jelas Bambang.

Penghargaan itu diberikan atas komitmen Wali Kota Umar Zunaidi Hasibuan dalam Pembinaan K3 lewat berbagai kebijakan diantaranya, memberikan penghargaan pada pengusaha yang telah melaksanakan program K3 dan diberikan setiap tahun saat peringatan Hari Jadi Kota Tebingtinggi.

Melakukan kegiatan pencanangan bulan K3, serta pengawasan K3 di perusahaan. Sosialisasi lewat spanduk dan baleho, mengalokasikan dana APBD untuk kegiatan diklat ahli K3 Umum di Kota Tebingtinggi, serta mengusulkan perusahaan untuk mendapatkan zero eccident award.

Melalui Kabag Humas PP,  Wali Kota juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Sistim Manajemen K3 harus dibudayakan dalam menghadapi perdagangan bebas. Pelaksanaan SMK-3 di setiap perusahaan merupakan satu keharusan dalam rangka perlindungan dan peningkatan kesejahteraan pekerja/buruh.

Sedangkan kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) setempat diharapkan wali kota untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan yang intensif terhadap Sistim Manajemen K3 (SMK3) di setiap perusahaan yang beroperasi di Kota Tebingtinggi sesuai dengan undang-undang yang berlaku. (Tp)