Kategori: Berita Medan

`Camat Tuntungan Diperiksa Poldasu Terkait Penipuan dan Kasus Serobot Tanah

Medan, LN (24/3)  Camat Medan Tuntungan Gelora Kurnia Ginting diperiksa penyidik Subdit II/Harda-Bangtah Ditreskrimum Polda Sumut terkait kasus dugaan penipuan dan penyerobotan lahan seluas 341 meter persegi di Jalan Bunga Rinte XII, Kelurahan Medan Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Jum’at (24/3).

Pemeriksaan Kecamatan Medan Tuntungan itu direncanakanakan Jumat (24/03/2017) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Hal ini dikatakan Penjabat Sementara (Pjs) Kasubdit II/Harda-Bangtah Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Jistoni Naibaho. “Besok pemeriksaannya, sekitar jam 09.00 WIB,” ujarnya, Kamis (23/03/2017).
Disinggung kapasitas Gelora Ginting dalam pemeriksaan itu, Justoni menyebut, masih sebatas saksi. “Oh belum (tersangka). Masih sebagai saksi. Kan masih ada tahapan-tahapan selanjutnya. Kalau semua bukti dan keterangan saksi sudah lengkap, baru nanti dilakukan gelar perkara. Dari gelar perkara itu, baru tahu hasilnya,” jelasnya.
Image result for foto camat medan tuntungan gElora ginting
Foto : Camat Tuntungan, Gelora Kurnia Putra Ginting SSTP, MSP
Kasus ini bermula ketika Camat Medan Tuntungan, Gelora Ginting menerbitkan Surat Keterangan (SK) Camat atas tanah yang sudah bersertifikat milik Tumiar Sianturi (almarhum). Hal ini membuat kuasa hukum pelapor kasus tersebut, Rinto Maha dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Serikat Pengacara Rakyat Sumatera Utara (SPR-SU) mengaku tak puas sebab kasus yang ditanganinya itu masih sebatas laporan di Poldasu. Menurutnya, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Poldasu sejak 22 Agustus 2016 lalu atas nama pelapor RPM Tambunan dengan bukti Laporan Polisi Nomor: LP/1083/VIII/2016 SPKT “II” yang diterima Bripka Rudi Bangun itu.
“Ini penyidikan apa namanya? Sudah delapan bulan kasus ini tak tuntas, sampai sekarang tak ada tersangkanya,” beber kuasa hukum pelapor, Rinto Maha. Diceritakannya, ada komplotan mafia tanah yang kemudian mengklaim tanah tersebut. Untuk menguatkan kepemilikan tanah tersebut, mafia tanah tersebut lantas membuat SK Camat dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu atas nama Tumiar. Selanjutnya, pihak Kecamatan Medan Tuntungan pun mengeluarkan SK Camat Tuntungan No.260/LEG/MTT/IX/2013 tanggal 24 September 2013.
“Penyerobotannya seperti ini, pemilik yang sah adalah Tumiar Sianturi, beliau sudah meninggal. Jadi pelapor (RPM Tambunan) ini adalah suami dari almarhum. Modus penyerobotannya adalah mafia ini memakai KTP palsu atas nama Tumiar. Di KTP palsu itu, si Tumiar ini jelas-jelas seorang laki-laki. Sementara klien (Tumiar Sianturi) kita adalah seorang perempuan. Ini sudah bukti jelas kalau ini tindak pidana, pemalsuan untuk penyerobotan tanah milik orang. Bukti-bukti lain juga sudah kita berikan, dan kami yakin bukti-bukti yang kita miliki sudah bisa menguatkan penyidik untuk menetapkan siapa yang bisa dijadikan tersangka,” sambung Rinto lagi.
Terpisah, Camat Medan Tuntungan Gelora Kurnia Ginting mengakui kalau besok dirinya memang dipanggil penyidik Subdit Harda-Bangtah Ditreskrimum Poldasu. Namun dia menyangkal akan diperiksa, dia berdalih pemanggilannya tersebut hanya untuk memberikan berkas. “Iya, dipanggil Polda besok. Cuma untuk ngasih berkas aja,” kilahnya. (SR)

RS Murni Teguh Tidak Pedulikan Pasien Sekarat di UGD

Medan, LN –   Apa gunanya rumah sakit jika tidak mau mempedulikan pasiennya yang sedang sekarat dan merintih keasakitan di ruangan UGD. Apa fungsinya rumah sakit jika bukan untuk mengobati dan menyelamatkan pasiennya yang datang berobat ke sana?

Betapa kecewanya Turnip, pasien yang diterlantarkan pihak RS Murni Teguh di UGD lantai I Jalan Jawa/Jalan Veteran Medan. Menurut Turnip perlakuan dokter (Dr Yasin Leonardi SpB, KBD), perawat, bahkan Satpam juga bersikap arogan dan sombong malah memarahi si pasien Turnip yang sedang sekarat di UGD. Hingga akhirnya Turnip pingsan karena pertengkaran yang terjadi dengan keluarganya dengan dokter, perawat dan Satpam.

Turnip mengatakan bahwa dirinya dan keluarga sudah memesan kamar sejak pagi namun diabaikan pihak rumah sakit. Karena kekecewaan tersebut Turnip dan keluarga pun mengeluh kepada dokter dan tetap saja kamar belum dapat diberikan. Alasan mereka kamar belum ada yang kosong. Namun arogansi Dr Yasin sangat mengejutkan kepada keluarga pasien, “Ibu jangan desak kami karena ibu juga bersedia jika pasien ini saya suntik mati!”

Turnip akhirnya mendapatkan kamar setelah perawat petugas RS Murni Teguh mencarikan kamar untuknya malam itu juga. Namun keluarga Turnip meminta agar perlakuan dokter, perawat dan Satpam yang sombong agar dilaporkan kepada pemilik RS Murni Teguh, Martua Sitorus. (SR)

 

Polresta Medan Kini Levelnya Naik Jadi Polrestabes

Medan, LN. Kepolisian Resort Kota (Pol­resta) Medan, satu diantara 500 Polres lainnya di Indonesia yang dtingkatkan menjadi Polres Kota Besar (Polrestabes) atau Polres Metro. Peningkatan level dari Polresta ke Polrestabes ini sejak 23 September 2016 lalu.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat telegram Kapolri Jenderal Tito Karnavian nomor ST/2325/IX/2016 tanggal 23 September 2016. Dalam surat telegram ter­sebut, Kapolri tetap me­nun­juk Kombes Pol Mardiaz Ku­sin Dwihananto sebagai Ka­pol­restabes Medan, dan AK­BP Ma­hedi Surindra sebagai Wa­ka­pol­restabes Medan.

Diketahui, perubahan status dari Polresta Medan menjadi Polrestabes Medan akan me­ningkatkan jumlah personel kepolisian di Sumut khususnya di Kota Medan. Tujuan peningkatan tersebut untuk menekan tindak kejahatan pidana di Kota Medan.

Selain itu, dengan berubah­nya status Polresta Medan men­jadi Polrestabes, gedung kantor pun akan turut pindah ke Jalan Bhayangkara Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.

Sedangkan Markas Polresta Medan saat ini nantinya akan menjadi Polsek Medan Timur, yang selama ini dianggap berada di lahan milik PT KAI. Polresta Medan yang naik menjadi Polrestabes Medan, pangkat pemangku jabatan biasanya juga akan naik. Seperti, jabatan Kepala Satuan (Kasat) biasa dipegang oleh polisi ber­pang­kat Komisaris Polisi (Kom­pol).

Dengan naiknya status men­jadi Polrestabes Medan, hanya polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) junior yang bisa memegang jabatan Kasat, seperti Ka­sat­reskrim, Narkoba, Lantas, In­telkan, dan lain se­bagainya.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto ketika dikonfirmasi, Sabtu (24/9), membenarkan peningkatan sta­tus Polresta Medan menjadi Polrestabes Medan. Dia berharap dengan me­ningkatnya status menjadi Pol­restabes Medan dapat lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan meningkatnya sta­tus menjadi Polrestabes Me­dan diharapkan lebih dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Peningkatan status tentunya akan disertai dengan peningkatan sumber daya yang ada,” ujar Mardiaz.

Tingkatkan Pelayanan
Sementara, Pengamat Hu­kum, Teguh Syuhada Lubis me­ngingatkan, agar polisi ha­rus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Soalnya, Polresta Medan sudah naik menjadi Polrestabes. Selain itu, tindak kriminalitas juga harus berkurang.

“Peningkatan status ini di­harapkan dapat meningkatkan pelayanan. Sebab, Kota Medan ini penuh dengan kompleksitas masalah, baik tingkat kriminal jalanan dan lainnya. Jangan hanya perubahan status tapi tak dibarengi dengan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujar Teguh, Minggu (25/9).

Polisi sebagai pelindung dan penganyom masyarakat, le­bih jauh, Teguh berpesan, agar Kapolda Sumut Irjen Pol Raden Budi Winarso dapat me­­nem­patkan pejabat yang mema­hami Kota Medan.
Soalnya, jabatan Kasat akan dirubah menjadi AKBP. Otomatis, ada perubahan yang selama ini dijabat oleh Kompol.

“Jangan sampai terkesan, perubahan status tak dibarengi dengan pejabat yang mengerti dan faham Kota Medan. Ha­rus­nya, di tempatkan pejabat yang faham dan mengerti Kota Medan, untuk para Kasat yang nantinya berpangkat AKBP. Sebab, masyarakat Kota Medan ini beragam,” ujar dosen Fakultas Hukum UMSU ini.

Tak lupa, Teguh juga menilai, peningkatan level ke Polrestabes ini, harus dibarengi dengan penyesuaian polsek-polsek. Artinya, masih ada satu polsek yang memegang dua kecamatan, belum menunjukkan kinerja yang maksimal. Masih banyak tunggakan kasus dan tidak sesuainya luas wilayah yang dipegang.

Misalnya, Polsek Percut Sei­tuan yang memegang dua ke­camatan, Medan Tembung dan Percut Seituan. Sementara, luas wilayah Kecamatan Percut Seituan itu diduga tak terjangkau hingga ke wilayah pesisir sana.

Selain Polsek Percut Seituan, ada Polsek Sunggal. Kemudian Polsek Pancurbatu yang wilayah hukumnya hingga ke Sibolangit. “Dengan ditingkatkan Polres­ta Me­dan ke Polrestabes Medan, perlu kiranya ada pembahasan dan perhatian serius untuk polsek yang memegang dua kecamatan. Apakah itu masih pantas digabung,” tutup praktisi hukum, alumni Magister Hukum Pidana UMSU ini. (SR)

Kepling Belawan Sicanang Diburon Poldasu Akibat Jual Hutan Bakau

Belawan, LN. Penimbunan ruang terbuka hijau (RTH) dan hutan bakau di Kota Belawan dan sekitarnya berujung terjadinya banjir rob. Jika sebelumnya banjir rob dapat diprediksi kapan datangnya namun kini tidak lagi setelah puluhan hektar hutan bakau dan ruang hijau di Kelurahan Sicanang ditimbun.

Padahal hutan bakau ini sebelumnya merupakan daya tarik Kampung Sicanang, satu-satunya kelurahan di Sumatera Utara yang masuk dalam daftar Kampung Iklim 2015 oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Entah dimana letak pemahaman Kepling Belawan Sicanang, Fadang tentang arti ruang terbuka hijau dan daya tarik  hutan bakau sebagai jalur wisata yang ada di Kampung Sicanang sehingga tega menjualnya dengan melakukan pemalsuan surat tanah ruang hijau kepada sejumlah pengusaha PT Belawan Indah dan kontraktor alat berat, Pesek warga Simpang Kantor Medan Labuhan.

Selain itu lemahnya pengawasan Dinas Kehutanan Belawan yang membuat hutan bakau dan ruang hijau bias berpindah tangan kepada pengusaha yang membuat Kota Belawan dan sekitar mengalami banjir 2 hari sekali. Paling parah di Jalan Sumatera sudah sampai seukuran lutut orang dewasa. Di pajak baru Belawan dan Kampung Kolamn air sudah mencapai 1,5 meter yang mengakibatkan ditutupnya aktifitas kantor pemerintahan yang ada di sana saat banjir melanda.

Pemerhati Pelabuhan Belawan, Yusmawardi SH mengaku heran mengapa ruang hijau dan hutan bakau di Sicanang Belawan bisa ditimbun. Bagaimana kontrol Dinas Kehutanan Belawan dan pihak DPRD Dapim V Medan Utara menanggapi perampasan ruang hijau dan penimbunan hutan bakau sehingga dapat djual oleh kepling Belawan Sicanang.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga kecolongan dengan kepling sipenjual hutan bakau sehingga BPN bisa menerbitkan sertifikat ruang terbuka hijau.

Sampai saat ini kepling penjual hutan bakau sedang dicari-cari oleh Poldasu karena andilnya sangat besar dalam pembuatan surat ruiang hijau dan hutan bakau menjadi milik masyarakat.

Mengapa anggota DPRD Dapim V terkesan tidak peduli dengan  banjir yang ada di Medan Utara saat ini. Padahal seharusnya dilaporkan kep DPRD Kota Medan agar Kota Belawan tidak dilanda banjir bandang, ungkapnya.

PT Pelindo Cabang Medean Belawan juga dituding tidak peduli dengan Kota Belawan yang sudah hampir tenggelam karena tidak mau berkoordinasi dengan Pemko Medan begitu juga Walikotanya.

Mengapa Walikota Medan setelah terpilih keadaan warga masyarakat Belawan tetap saja dimarginalkan. Masyarakat Belawan tetap pasrah dengan keadaan ini. sebagian mereka terpaksa eksodus ke wilayah lain seperti ke Marelan dan kecamatan lainnya.

  • “Saya menghimbau kepada instansi terkait agar tidak tutup mata dengan keadaan ini. Jangan biarkan Belawan banjir setiap harinya jika hujan turun. Padahal pelabuhan Belawan merupakan tempat masuknya pendapatan devisa negara,” pungkas Yusmawardi. (SR)

 

 

Alumni SMPN 2 Medan Angkatan ’84 Selenggarakan Halal bi Halal

Medan, LN

Suasana hangat, kompak dan kekeluargaan tampak mewarnai acara halal bi halal yang diselenggarakan alumni SMPN 2 Medan Jalan Brigjen Katamso Kampung Baru Medan di Resto Desa2 Jalan Setia Budi Medan, Sabtu (9/7).

Alumni SMPN 2 Medan Angkatan ’84 ini menyelenggarakan kegiatan halal bi halal ini selain untuk menyambung hubungan silaturahmi yang terputus juga untuk membentuk komunitas Angkatan ’84 agar kembali dapat tercipta hubungan persahabatan dan kekeluargaan dengan mengadakan berbagai program jangka pendek dan jangka panjang.

Foto Ildasari Daulay.
Foto bersama sebagian alumni SMPN 2 Medan Angkatan ’84 dalam acara halal bi halaldi Desa2 Jalan Setia Budi Medan, Sabtu (9/7)

“Saya rela bolak balik Medan – Jakarta demi untuk menyambung silaturahmi yang telah lama terputus ini dan untuk membentuk komunitas Alumni SMPN 2 Medan Angkatan ’84 ini agar ke depannya dapat memberikan manfaat yang lebih berarti bagi keluarga alumni SMPN 2 Medan Angkatan ’84 ini. Dan alhamdulillah berkat kerja keras panitia alumni SMPN 2 Medan Angkatan ’84 akhirnya acara halal bi halal ini dapat berjalan lancar,” demikian sambutan Ketua Panitia kegiatan halal bi halal Idul Fitri 1437 alumni SMPN 2 Medan Angkatan ’84, Rizal F Ritonga.

Dan acara halal bi halal SMPN 2 Medan akan dilanjutkan besok hari, Minggu (10/7) di Asrama Haji dalam kegiatan Reuni Akbar SMPN 2 Medan Tahun 2016, demikian info dari dr. Hetty Indah Puri salah seorang alumni SMPN 2 Medan Angkatan ’84 yang juga panitia kegiatan halal bi halal ini.

Dan sebelumnya telah dibentuk pula susunan komunitas Alumni SMPN 2 Medan Angkatan ’84 untuk masa periode 3 tahun ke depan. Ada pun Ketua Rizal F. Ritonga, Wakil Ketua Andi Paikar, Sekretaris Nazri Thahar, Wakil Sekretaris  Syahrial P. dan Bendahara dr Hetty Indah Puri.  Acara tersebut berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. (SR)

 

 

Buka Puasa Bersama Jalin Silaturahmi Tingkatkan Pelayanan Polresta Medan

Mardiaz bilang salah satu fokus Polresta Medan adalah memerangi kejahatan penggunaan narkoba dan peredarannya di masyarakat.Ini adalah tahun kedua bagi Mardiaz melewati bulan suci Ramadhan sejak bertugas sebagai Kapolresta Medan pada Juni 2015 silam. Sebelumnya, polisi lulusan Akpol yang saat ini berpangkat tiga bunga sudut lima di pundaknya itu bertugas sebagai Wadir Reskrimum Poldasu.

Sementara itu Kabid Humas Poldasu AKBP Rina Sari Ginting SIK yang turut hadir mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kunjungan Kerja Kapoldasu dalam membahas program kerja di jajaran Polresta Medan terutama menjelang hari besar lebaran Idul Fitri 1437 H ini. Jajaran kepolisian semakin meningkatkan pelayanannya di terminal bus, bandara, tempat-tempat ibadah dan tempat keramaian lainnya.

“Setiap Polres sejajaran Poldasu akan dikunjungi oleh Bapak Kapoldasu.untuk meningkatkan silaturahmi dan membahas program kerja,”ujarnya.

 Tampak lebih dari 300 personel kepolisian hadir mengisi acara kunjungan kerja Kapoldasu, syukuran dan buka bersama itu. (SR)

BBPOM Medan Gelar Sidak Produk Makanan dan Kosmetik

BBPOM Medan Gelar Sidak Produk Makanan dan Kosmetik

BBPOM medan sidak produk makanan di Smarco Superstore Medan, Kamis (9/6)

Medan, LN

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, menggelar inspeksi mendadak ke Smarco Superstore, Ringroad City Walks di Jalan Ringroad/Gagak Hitam Medan, Kamis (9/6).

Kepala BBPOM Medan, M. Ali Bata Harahap mengatakan, sidak ini dilakukan untuk melihat dan mengecek produk-produk makanan maupun alat kosmetik yang tidak memiliki izin untuk diedarkan.

“Sidak ini digelar sebagai langkah pengawasan kita terhadap produk makanan dan produk kesehatan yang tidak ada izinnya. Apalagi memasuki hari-hari besar keagamaan, sering kedapatan produk yang tidak memiliki izin,” ujar Ali Bata.

Ali menambahkan, bertujuan untuk melindungi masyarakat dari produk pangan, kosmetik, obat-obatan dan lainnya yang tidak memenuhi syarat serta beresiko bagi kesehatan.

“Banyak masyarakat yang membeli produk makanan dan kosmetik sembarangan tanpa melihat izin edarnya. Apalagi banyak produk kita jumpai yang berasal dari luar Indonesia,” tambahnya. (ast)