Kategori: Berita Sumut

Laskar Merah Putih Sumut Gelar Musda I

Medan, LN.  Musda I Laskar Merah Putih Sumatera Utara (Sumut) digelar Sabtu dan Minggu (29-30/4) di Convention Hal Hotel Danau Toba Jalan Imam Bonjol Medan. Acara Musda dibuka Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi dan dihadiri unsur Muspida, pemuka agama, tokoh masyarakat, pengurus Ormas dan sejumlah elemen masyarakat Sumut serta para undangan lainnya. Musda I Laskar Merah Putih Sumut dilaksanakan dalam rangka pemilihan Ketua dan Sekretaris Markas Besar Daerah LMP Periode 2016-2021 serta menyusun program kerja Merah Putih untuk 5 tahun ke depan dan menyikapi situasi dan kondisi anak bangsa saat ini.
Darwin Hamonangan Lubis, SH :  Laskar Merah Putih Sumut Siap Membantu Program Pemerintah Sebatas Rel Yang Telah ditentukan
   Ketua Laskar Merah Putih Provinsi Sumatera Utara Darwin Hamonangan Lubis, SH dalam sambutannya mengatakan bahwa Laskar Merah Putih siap membantu program pemerintah apabila masih berada pada rel yang telah ditentukan dan kepemerintahannya berpihak kepada masyarakat. Dalam kesempatan itu, Darwin menyebutkan dan berharap agar LMP Sumut menjadi contoh atau icon Indonesia. Acara Musda juga dihadiri Ketua Umum Markas Besar LMP Adek Erfil Manurung, Ketua Karang Taruna Sumut Solahuddin Nasution, ketua dan pengurus serta anggota Laskar Merah Putih se-Provinsi Sumatera Utara dan undangan lainnya.
Image result
   Sementara itu Gubernur Sumatera Utara T. Erry Nuradi dalam sambutannya, Minggu (30/4) mengatakan pengaruh narkoba menimbulkan dampak buruk dalam kehidupan bermasyarakat. “Untuk itu anggota Laskar Merah Putih harus menjadi garda terdepan pemberantasan narkoba karena pengaruh narkoba telah merusak tatanan kehidupan bermasyarakat,” tandas Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi pada Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) I Laskar Merah Putih (LMP) I Provinsi Sumatera Utara di Convention Hall HDTI Medan. Dalam setiap aspek kehidupan baik pada pemerintahan maupun pada organisasi kemasyarakatan, harus mempertahankan kebaikan, dimana setiap manusia tidak ada yang luput dari kesalahan. Gubsu didampingi Kepala Badan Kesbangpol Limas Suriadi Bahar juga mengatakan bahwa Musda bukan saja melahirkan ketua ataupun pengurus, namun juga melahirkan program yang lebih baik sehingga dapat dirasakan masyarakat manfaatnya. ‘’LMP harus berperan dan peka terhadap kondisi sosial kemasyarakatan, turut menciptakan rasa aman, damai dan tenteram ditengah-tengah masyarakat,’’ cetus Erry. (SR)
Iklan

Tarian Massal Maena Lebih Berbudaya Daripada Ciuman Massal di Nias

Medan, LN.  Sejak beberapa tahun belakangan ini setiap ada malam pentas seni dari kabupaten/kota dari Kepulauan Nias di open stage PRSU yang di selenggarakan di Tapian Daya Medan Tarian Massal Maena selalu saja dipentaskan di open stage tersebut. Apakah tarian massal Maena itu?

Tarian tradisional satu ini merupakan tarian suka cita masyarakat suku Nias di Sumatera Utara. Tari Maena adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tarian ini termasuk jenis tarian rakyat yang dilakukan secara bersama-sama  atau massal. Tari Maena ini biasanya sering ditampilkan di berbagai acara, seperti penyambutan tamu terhormat, pernikahan, dan acara seremonial adat Nias lainnya.

Menurut sejarahnya, Tari Maena ini merupakan salah satu tarian tradisional masyarakat suku Nias yang sudah ada sejak dahulu kala, dan sudah diwariskan secara turu-temurun hingga sekarang. Sejak dulu tarian ini sering dilakukan sebagai bagian dari seremonial adat masyarakat suku Nias. Kebiasaan tersebut kemudiaan terus berlanjut dan masih sering dilakukan hingga sekarang.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Tari Maena difungsikan sebagai tarian hiburan atau bagian dari prosesi seremonial suatu acara. Bagi masyarakat suku Nias sendiri, tarian ini tentu memiliki makna khusus didalamnya, salah satunya adalah makna persatuan dan kebersamaan. Hal ini juga terlihat dari bagaimana mereka menari dan melakukannya secara bersama-sama dengan penuh suka cita. Semakin banyak yang mengikuti, suasana acara menjadi semakin hangat dan meriah.

Image result for foto tarian massal maena nias

Foto : Tarian Massal Maena dari Kepulauan Nias

Dalam Tari Maena bisa diikuti oleh para penari pria maupun wanita. Untuk jumlah penari dalam acara seremonial  adat biasanya tidak ditentukan, sehingga bisa diikuti oleh siapa saja. Dalam pertunjukannya, biasanya diawali dengan pantun yang dibawakan oleh Sanutuo Maena (tetua adat/sesepuh suku).  Untuk pantun yang dibawakan biasanya disesuaikan dengan tema acara. Kemudian dilanjutkan dengan syair maena (fanehe maena) yang dilantunkan semua penari sambil menari.

Beberapa bulan yang lalu tepatnya bulan Februari 2017 di hari Valentine terjadi aksi ciuman masasal yang dilakukan oleh beberapa pasang suami istri PNS di Nias Selatan yang terindikasi meniru budaya Barat. Hal ini menimbulkan kontroversi terhadap masayarakat Sumut yang memprotes aksi ciuman massal tersebut.

“Jika dikaitkan dengan aksi ciuman massal dalam memperingati Hari Valentine di Nias Selatan Februari 2017 yang lalu maka tarian massal Maena ini jauh lebih beradab daripada ciuman massal tersebut. Meski pun infonya bahwa yang melakukan aksi ciuman massal tersebut notabene adalah suami istri yang PNS namun mempertontonkan kemesraan di depan publik secara sangat tidak etis untuk budaya ketimuran saat ini yang memang sudah tergerus nilai moralnya. Secara tidak langsung remaja dan anak-anak yang melihat foto-foto ciuman orang tua di depan publik akan membuat mereka ingin menirunya. Budaya Barat memang tidak pantas ditiru jika buruk efeknya bagi anak-anak dan kaum remaja. Karena anak-anak dan remaja yang masih mencari jati dirinya lebih suka meniru meski pun hal buruk. Janganlah sampai para remaja di negeri ini semakin tidak paham tentang moral dan bisa jadi dengan sesukanya melakukan aksi ciuman di depan umum tanpa malu-malu lagi untuk mengumbar kemesraan dengan pacarnya. Apalagi pengaruh gagdet juga telah mempengaruhi moral remaja di negeri ini ” demikian ungkap Mara Salem Harahap seorang aktifis di Sumut saat ditanyakan tentang aksi ciuman massal tersebut lewat selular, Jum’at (14/4). (SR)

 

 

 

 

Kapoldasu : Di Usia Ke-71, Brimob Harus Siap Hadapi Tantangan

Medan, LN – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol H. Rycko Amelza Dahniel mengatakan, Satuan Brimob Polda Sumut harus semakin siap menghadapi tantangan tugas ke depan, yang tentunya akan lebih kompleks dan dinamis sesuai dinamika politik bangsa kita saat ini.

Hal itu disampaikan Kapoldasu dalam Upacara dan Syukuran Hari Ulang Tahun Brimob ke 71 di Lapangan Brimob Polda Sumut Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Senin (14/11).

“Terima kasih atas kinerja Brimob Polda Sumut, baik dalam giat rutin sehari-hari maupun dalam memback-up berbagai kegiatan pengamanan dan operasi Polda Sumut,” ujar Rycko.

Image result for foto2/gambar hut brimob ke-71 di lap brimob medan, senin 2016

Keterangan :  Foto kegiatan upacara dan syukuran HUT Brimob ke-71 di Lapangan Brimob Poldasu Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Senin (14/11) 2016
Dijelaskannya lagi, adapun tantangan tugas ke depan adalah antisipasi rencana demo Aliansi Umat Islam tanggal 25 Nopember 2016, antisipasi potensi konflik di wilayah Sumut masih cukup tinggi, antisipasi bencana alam termasuk gunung Sinabung, pengamanan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

“Begitu juga dengan pengamanan Pilkada tunda di Pematang Siantar dan Pilkada tahun 2017 di Tebingtinggi. Untuk dapat menghadapi tantangan tugas harus memahami filosofi keberadaan Polisi yaitu sebagai ‘Wasit Yang Adil’ bukan alat kekuasaan atau kelompok dan bukan untuk mencari keuntungan no politic, no clique, no profit,” tegasnya.

Selain Kapoldasu, ikut juga dalam upacara itu Gubsu Tengku Erry Nuradi, Unsur FKPD Sumut, Ketua DPRD Sumut, Pangdam I/BB, Pangkosek Hanudnas, Danlantamal, Kabinda, Kepala BNNP, Kajati, Waka Polda Sumut Brigjen Pol Adhi Prawoto, seluruh Pejabat Utama Polda Sumut, Para Walikota/ Bupati serta Ketua DPRD TK II, Kapolres/ tabes. (jeg)

 

 

 

Komunitas TKI Kepung PT OMNI di Mandiri Building

Medan, LN – Puluhan warga yang tergabung dalam Komunitas TKI melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor PT OMNI Sarana Cipta, yang terletak di lantai enam gedung Mandiri Building, Jalan Imam Bonjol, Medan.

Massa menuding PT OMNI Sarana Cipta selaku vendor pengurusan visa ke Malaysia melakukan pungutan liar (pungli) terhadap TKI.

“Kami menuntut agar pemerintah mengusut dugaan pungli di PT OMNI. Setiap TKI yang melakukan pengurusan visa di PT OMNI dipungli sebesar Rp 875.000,” ujar Kordinator Aksi Komunitas TKI, Franky Manalu, Kamis (27/10/2016).

Menurut massa TKI, dugaan pungli ini sudah berlangsung lama. Sehingga, banyak TKI yang dirugikan atas adanya dugaan pungli ini.

“Semula pengurusan visa ini dilakukan di Kantor Konsul Malaysia dengan membayar Rp55 ribu. Namun, sejak 15 Desember 2014 silam, pengurusan visa dialihkan ke PT OMNI,” kata orator.

Saat menggelar aksi, massa Komunitas TKI turut melakukan teaterikal. Dua orang TKI dirantai sembari memegang bendera merah putih.

Selain menggelar teatrikal, massa Komunitas TKI juga membawa berbagai spanduk. Mereka mendesak agar pemerintah menurunkan tim sapu bersih (saber) pungli ke PT OMNI.

“PT OMNI ini harus segera ditutup. Kenapa ditutup, karena selain melakukan pungli, izin operasional kantor cabang (PT OMNI) yang dikeluarkan oleh Badan Pelayanan Terpadu Kota Medan dengan izin usaha yang dikeluarkan Dinas Koperasi Usaha Mikro, Menengah dan Perdagangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai perusahaan yang memproduksi pakaian jadi, alat rumahtangga, namun dalam kenyataannya, kenapa bisa mengurus endors visa,” lanjut Franky lagi.

Menurut massa, adanya pungli di PT OMNI telah melanggar UU No39 tahun 2014. Untuk itu, kata massa, PT OMNI harus segera ditutup.

“Selama ini, pihak Kemenaker RI belum memberikan persetujuannya terhadap surat edaran dari Kerajaan Malaysia terhadap keberadaan PT OMNI. Dan juga, legalitas PT OMNI tidak jelas,” pungkasnya.

Ketika massa Komunitas TKI melakukan aksi, sejumlah sekuriti Mandiri Building membuat barikade di depan pintu masuk kantor.(SR)

HUT PMI Sumut dan PMI Medan ke-71 Dirayakan Bersamaan


PMI Sumut dan PMI Medan Rayakan HUT ke-71 PMI
Rahmat Shah: Kebersamaan Untuk Kemanusiaan

Medan, LN –  Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara bersama PMI Kota Medan merayakan hari ulang tahun (HUT) PMI ke-71 di Markas PMI Sumut, Jl Perintis Kemerdekaan, Sabtu (17/9/2016). Kebersamaan yang semakin ditingkatkan menjadi harapan para pengurus PMI Sumut dan Medan untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama yang dipimpin Ketua PMI Sumut, DR H Rahmat Shah didampingi Ketua PMI Kota Medan, Drs H Musa Rajekshah MHum beserta para pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, Rahmat Shah mengatakan perayaan ultah itu menjadi momentum agar PMI Sumut bersama PMI kabupaten/kota lainnya semakin bersemangat untuk melaksanakan kerja-kerja sosial demi melayani masyarakat.

“Tepat hari ini lahirnya PMI di Indonesia. Selama 24 jam kita selalu siap melaksanakan tugas kemanusiaan dengan sebaik-baiknya. Pengurus di sini rela dan ikhlas membuang waktu pikiran bahkan dana untuk melayani kebutuhan masyarakat akan darah dan kebutuhan sosial lainnya,” kata Rahmat.

Dengan usianya yang semakin tua PMI Sumut berharap dapat meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak. Salah satunya pemerintah Sumatera Utara yang dinilai minim kontribusi dalam perjalanan PMI Sumut dalam beberapa tahun belakangan ini.

“Kita bisa bangun gedung ini (markas PMI Sumut dan UTD PMI Medan, Red), tanpa bantuan pemerintah. Kita berharap pemerintah provinsi Sumut dapat membantu melalui APBD mengingat banyak yang ingin PMI Sumut perbuat untuk kemanusiaan,” ucapnya.

Apalagi menurut Rahmat, Sumut merupakan daerah rawan bencana. Karena itu perlu kesadaran berbagai elemen untuk turut bersama-sama menanganinya. “Bencana bukan hal yang kita harapkan. Tapi kita selalu siap menghadapi segala bencana. Karena itu kita selalu stok berbagai macam keperluan, tidak hanya daerah yang tak pernah kurang dari 1.000 kantong per bulan. Ini bukan kerja Rahmat atau Ijeck seorang. Tapi itulah perlunya kebersamaan,” katanya.

PMI Sumut saat ini memiliki 12 Unit Transfusi Darah (UTD) yang tersebar di 12 kabupaten dan kota. Salah satunya UTD PMI Medan yang lokasinya sama dengan markas PMI Sumut. Rahmat juga mengatakan PMI telah menertibkan UTD di rumah sakit-rumah sakit yang melanggar peraturan pemerintah.

“Sudah kita coba tertibkan rumah sakit-rumah sakit yang menggelar UTD karena itu bukan kemauan kita, tapi ada hukum dan peraturannya. Mereka cukup buat Bank Darah. Itu sudah tertib dan Insya Allah akan teratasi. Apalagi sekarang mereka perlahan mulai sadar jika untuk UTD itu peralatan mahal, staf karyawan dan lain-lain,” pungkasnya. (SR)

 

Luhut : TPL Punya Andil Terbesar Atas Pencemaran Danau Toba

“Kalau dia tidak bisa (memperbaiki), evaluasi keberadaannya. Jangan karena terima Rp5 miliar, sudah senang, padahal mereka terima 500 juta dolar AS.”
Medan, LN.  Pencemaran yang terjadi di Danau Toba yang ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata nasional dinilai luar biasa sehingga diperlukan penanganan serius untuk mengatasinya.
Dalam dialog nasional di Medan, Senin, Menko Polhukam Luhut Panjaitan mengatakan jika tidak disiapkan langkah yang serius dan tegas dikhawatirkan pencemaran tersebut akan sulit diatasi dengan cepat.
Pihaknya mendukung Pemprov Sumut yang telah menyiapkan sejumlah rencana aksi untuk mengatasi pencemaran tersebut, terutama untuk mendukung program pengembangan Danau Toba.
“Karena lintas kabupaten, tidak usah ragu, saya dukung,” katanya dalam dialog dengan tema “peranan tokoh masyarakat dalam membina kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI itu”.
Foto : Kerusakan hutan di kawasan Danau Toba sehingga sisa vegetasi hutan tinggal 12% dari luas areal hutan di kawasan tersebut
Menurut Luhut, cukup banyak faktor penyebab pencemaran tersebut danau yang menjadi kebanggaan warga Sumatera Utara tersebut.
Salah satu perusahaan yang ikut memberikan andil dalam pencemaran tersebut adalah PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang bergerak dalam produksi bubur kertas.
Untuk itu, perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Toba Samosir tersebut perlu memperbaiki teknologinya, pengolahan limbahnya, dan memiliki HTI tersendiri agar tidak menebang hutan yang lain.
Pemangku kepentingan di Sumut juga diingatkan untuk tegas dalam menegakkan aturan, terutama jika mengetahui adanya praktik yang merusak lingkungan.
“Jangan karena diberi recehan, lalu lupa. Kita berdosa sama anak cucu. Cari makan masih banyak di tempat lain. Jangan di limbah kita mainkan,” katanya.
Mantan perwira tinggi TNI Angkatan Darat tersebut mengaku telah bertemu pimpinan TPL dan mengingatkan perusahaan tersebut untuk memperbaiki kinerjanya, termasuk memperbaiki jalan yang rusak akibat dilalui truk-truk milik perusahaan tersebut.
“Kalau dia tidak bisa (memperbaiki), evaluasi keberadaannya. Jangan karena terima Rp5 miliar, sudah senang, padahal mereka terima 500 juta dolar AS,” katanya di hadapan Gubernur Sumut HT Erry Nuradi, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Adhi Prawoto, dan puluhan tokoh masyarakat Sumut.
Gubernur Sumut HT Erry Nuradi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah rencana aksi untuk mengatasi pencemaran yang melanda Danau Toba tersebut.
Rencana aksi tersebut akan dilaksanakan hingga tahun 2018 dengan melibatkan tujuh kabupaten di sekitar Danau Toba yakni Simalungun, Karo, Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Dairi.
Diantaranya rencana aksi itu adalah penghapusan aktivitas keramba jaring apung, peningkatan kualitas air Danau Toba, penghentian penebangan hutan, penataan kawasan, konservasi dan pendayagunaan sumber daya air, dan pengembangan infrastruktur.
Penghapusan aktivita keramba jaring apung tersebut akan dilakukan secara bertahap. “Kalau tidak bisa dihapuskan semua, bisa dilakukan dengan zonanisasi,” katanya.
Dialog tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen untuk menjalankan rencana aksi pengembangan Danau Toba oleh tujuh bupati yang disaksikan Menko Polhukam Luhut Panjaitan. (tyo)

Gubsu Harapkan Merdang Merdem Masuk Kalender Pariwisata Sumut

Gubernur Hadiri Merdang Merdem Kota Medan 2016
Foto bersama Gubernur Sumatera Utara bersama Aron Merdang Merdem 2016

Medan, LN. Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi mengharapkan kegiatan Merdang Merdem yaitu perayaan suku Karo yang disebut juga Kerja Tahun dapat dilaksanakan rutin dan menjadi salah satu kalender pariwisata Sumatera Utara. Hal itu disampaikan Gubsu saat menghadiri acara Merdang Merdem Kuta Madan/ Kota Medan yang dilaksanakan di Monumen Guru Patimpus Jalan S. Parman, Medan, Jumat (15/7) Acara ini dihadiri oleh Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dan tokoh tokoh Karo Sumut serta sekitar ratusan tamu undangan.

Kegiatan Pesta Tahunan tersebut diharapkan Gubsu menjadi ajang silaturahmi dan juga wahana melestarikan budaya Karo.  Pelaksanaan Merdang Merdem Kota Medan menurut Gubsu terasa bermakna karena digelar di monumen Guru Patimpus yang merupakan tokoh pendiri Kota Medan. “Pak Eldin dan Pak Akhyar sebaiknya memperhatikan kegiatan ini dan menjadi ini sebagai agenda rutin Kota Medan dan Provsu,” ujar Erry.

Pesta Tahunan atau Merdang Merdem bila dikemas secara baik menurut Erry layak masuk sebagai  salah satu atraksi pariwisata di Sumatera Utara. Kegiatan ini dikatakan Erry dapat menjadi salah satu Kalender Pariwisata Sumatera Utara.

Dalam kesempatan itu, Gubsu juga mengakui kelemahan pariwisata Sumut yang saat ini belum memiliki jadwal tahunan kegiatan (calendar of event) pariwisata yang terintegrasi. Kegiatan yang dilakukan selama ini seringkali pada waktu yang mepet dan tidak terprogram jauh hari. Saya berharap Sumut yang mempunyai 33 kabupaten/kota memiliki calendar of event bersama. “Kalau saja ada 1 event setiap kabupaten/ kota maka ada minimal 33 kegiatan setiap tahun. Belum lagi Tanah Karo yangg memiliki even lebih dari sekali dalam setahun ini bisa memperkaya calendar of event pariwisata kita,” ujar Erry.

Gubernur juga mengatakan Karo dan budayanya memperkaya dan menjadi salah satu kebanggaan Sumatera Utara.  “Masyarakat Karo memiliki tradisi dan kebudayaan yang kaya, terkenal mandiri dan pekerja keras. Karakter masyarakat  karo yang patut dibanggakan diantaranya  keharmonisan, persaudaraan, toleransi, sifat mudah menyesuaikan diri dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip moral ,” ujar Erry.

Dengan sifat tersebut masyarakat karo dapat dengan mudah bergaul dengan etnis lainnya. “Banyak akademisi, politisi, birokrat dan pengusaha sukses yang lahir dari masyarakat Karo,” ujarnya.

Gubsu juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap bencana erupsi Gunung Sinabung yang berlangsung selama lima tahun dan hingga kini masih menjadi persoalan bagi Tanah Karo.  Dijelaskannya saat ini pemerintah berupaya menyelesaikan relokasi bagi sekitar 10 ribu pengungsi yang dulunya bertempat tinggal di radius 5 km. “Saya berharap kita semua, seluruh tokoh masyarakat Karo bisa mendukung agar persoalan ini bisa diselesaikan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Karo, Effendy Barus, mengatakan maksud kegiatan Merdang Merdem Kota Medan untuk mengenang kembali sejarah berdirinya Kota Medan. Sebelum menjadi kota disebut Kuta Medan. Guru Patimpus Sembiring Pelawi. Dengan memperingati, maka kita ikut mengenang jasa dan melanjutkan cita-cita pendahulu,” katanya.

Dikatakannya, tujuan diadakan Merdang Merdem sebagai ucapan syukur kepada Tuhan, sekaligus memperkenalkan sejarah berdiri Kota Medan kepada masyarakat. Selan itu untuk mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat Karo dan turut serta membangun kebanggaan dan cinta tanah air.

Abdi Sembiring selaku ketua panitia kegiatan Merdang Merdem Kota Medan 2016 didampingi oleh Purnama Br Ginting (Mami Pur Ginting Petir) selaku sekretaris turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu demi suksesnya acara yang digelar.

“Mewakili seluruh panitia, saya sebagai Ketua Panitia mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga dapat terlaksananya acara Merdang-merdem Kota Medan 2016,” ujarnya.

Abdi Sembiring juga berharap agar kegiatan Merdang-merdem yang dikenal juga dengan istilah Kerja Tahun tersebut dapat dijadikan agenda kegiatan Tahunan Pemko Medan dan anggarannya dapat ditampung di APBD Sumut atau Pemko Medan.

Acara menampilkan Opera Guru Patimpus dan adu perkolong-kolong serta dimeriahkan beberapa penyanyi Karo seperti Plato Ginting, Averiana Barus, Rezky Purba, Wisnu Bangun, Mpuh Sembiring, dan Gendang guro-guro aron. (SR)