Kategori: Hukum dan Kriminal

LSM Tuding Kapolres Nias Tak Bernyali Berantas dan Narkoba

Nias, LasserNews.wordpress.com

Semakin maraknya judi togel dan narkoba di Nias mendapat kecaman dari sejumlah LSM Nias untuk angkat bicara. Kapolres Nias AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto MHum dituding tidak bernyali memberantas judi togel dan narkoba yang peredarannya telah lama berlangsung di kepulauan Nias tersebut.

Ketua LSM Gerakan Peduli Nias (GPN) Ododogo Lase kepada LasserNews.wp.com bahwa Kapolres Nias seperti tidak punya nyali untuk memberantas judi togel dan narkoba di Nias ini. Bahkan terkesan Kapolres Nias seperti tutup mata saja dengan kondisi ini.

“Dikhawatirkan maraknya judi togel dan narkoba di Nias akan membuat hancurnya hancurnya generasi muda karena dampak penggunaan narkoba sangatlah mencemaskan. Juga judi togel akan membuat masyarakat Nias menjadi pemimpi yang suka berangan-angan dengan membahas angka togel di hari-hari mereka,” tegas Ododogo Lase prihatin.

“Saya sebagai Ketua LSM Grerakan Peduli Nias menghimbau Kapolres Nias agar menabuh genderang perang terhadap judi togel dan narkoba! Karena dampak pemakaian narkoba dapat menurunkan drastis kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat kepulauan Nias sendiri sehingga akan menghambat pembangunan. Karena keberhasilan pembangunan di Nias adalah berhasilnya pimpinan daerah Nias mengatasi masalah narkoba,” lanjut Ododogo Lase.

Selanjutnya Ododogo Lase mengatakan jika Kapolres Nias tidak memperhatikan himbauan mereka maka LSM Gerakan Peduli Nias akan mengadukan hal tersebut kepada Kapolda Sumut agar dapat ditindaklanjuti.

LasserNews.wp.com yang mencoba mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Kapolres Nias melalui selulernya Kapolres hanya bungkam tidak memberikan tanggapan apa-apa. (kariaman)

Polsekta Medan Baru Abaikan Pengaduan Masyarakat Saat Listrik Padam

Medan, LasserNews.wordpress.com

Tampaknya masyarakat yang mengadu di wilayah hukum Polsekta Medan Baru harus menelan kekecewaan saat listrik PLN padam. Kantor Polsekta Medan Baru tersebut gelap gulita hanya menggunakan penerangan seadanya dengan memasang lilin dan beberapa lampu emergency light.

Sementara itu komputer tidak bisa digunakan karena Polsekta Medan Baru tidak mempunyai genset sehingga masyarakat yang mengadu ke Polsek tersebut pun tidak bisa dilayani.

Kondisi ini dilihat dan diketahui saat LasserNews.wp.com menyambangi kantor Polsekta Medan Baru tersebut pada malam hari bersamaan dengan padamnya listrik PLN sekira pukul 22.55 WIB, Sabtu (13/4).  Suasana temaram yang terlihat dengan penerangan seadanya.

Pada saat yang sama tampak pula seorang warga masyarakat yang ingin membuat pengaduan ke Polsek tersebut namun tidak dapat dilayani dengan alasan lampu PLN padam sehingga komputer tidak bisa digunakan. Hanya disarankan agar menunggu sampai lampu listrik PLN menyala kembali.

AR, warga Padang Bulan yang akan membuat pengaduan ke Polsek tersebut hanya menggerutu kesal karena pengaduannya tidak dapat langsung dilayani.

“Bagaimana laporan saya bisa dibuat kalau harus menunggu lampu listrik PLN menyala kembali. Semestinya kantor Polsekta Medan Baru setidaknya memiliki genset yang gunanya saat listrik padam. Polsekta Medan Baru adalah abdi masyarakat jadi jangan sampai kinerjanya membuat masyarakat yang akan mengadu menjadi kecewa karena tidak bisa dilayani Polsek Medan Baru tersebut,” ungkap AR menahan rasa kecewa.

AR sangat kecewa dengan pengaduannya yang tak bisa dilayani oleh Polsek tersebut. ” Jauh-jauh saya datang untuk membuat pengaduan tetapi apa yang saya hadapi ternyata untuk mengantisipasi listrik PLN padam saja Polsekta tidak mampu menyediakan genset. Kantor Polsek harus mempunyai genset yang gunanya untuk mengatasi listrik PLN yang padam karena mereka harus 24 jam melayani masyarakat. Setahu saya setiap biasanya mempunyai genset bahkan hingga di pelosok sekali pun,” lanjut AR kesal.

LasserNews.wp.com mencoba mengkonfirmasikan hal ini kepada Kapolsekta Medan Baru Kompol Jean Calvin Simanjuntak melalui selularnya namun Kapolsek tersebut sepertinya mengelak memberi jawaban dan hanya mengatakan dirinya masih sibuk.

“Lain kali saja kita bicara karena saya sedang sibuk,” ujar perwira berpangkat melati satu ini. (kariaman)

Lurah Gedung Johor Adukan Pemalsuan Silang Sengketa ke Polresta Medan

Medan, LasserNews.wp.com

Merasa tidak pernah mengeluarkan Silang Sengketa atas penjualan tanah di Gedung Johor terhadap SH pihak si pembeli, EF Lurah Gedung Johor Kecamatan Medan Johor melaporkan S (35) oknum mafia tanah, warga Jalan Pancing ke Polresta Medan pada, Sabtu (6/2). Dalam laporannya ke Polresta EF mengatakan bahwa tanda tangannya telah dipalsukan S sehingga S berhasil menjual tanah di daerah wilayahnya kepada SH.

S berhasil menjual tanah milik SD (50) warga Jakarta kepada SH dengan memalsukan tanda tangannya dalam Silang Sengketa yang dibuat oleh S. Sedangkan Silang Sengketa tersebut diketahui palsu setelah SH datang Ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengecek keabsahan Silang Sengketa tersebut. Sementara Silang Sengketa tersebut dibuat S. Pasalnya setelah pihak BPN mengecek Silang Sengketa tersebut terungkaplah bahwa tanda tangan Kepala Pemetaan BPN, Sigit ternyata tidak asli alias palsu. Begitu juga tanda tangan Lurah Gedung Johor EF juga turut dipalsukan.

Selain itu nama-nama orang yang tertera dalam SK Silang Sengketa tersebut juga patut dipertanyakan karena tidak jelas orangnya. Ada tiga nama dalam SK Silang Sengketa tersebut Jack Sibero, terkelin Ginting dan Andi Purnama.

Keterangan ini diperoleh dari saksi yang diperiksa di Tipiter Polresta Medan, Rabu (10/4). Kepada LasserNews.wp.com saksi A dan SH mengatakan bahwa Lurah EF telah melaporkan oknum S ke Polresta Medan atas pemalsuan Silang Sengketa tanah di Jl Karya Jaya Kecamatan Medan Johor.

Saat tim HR mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Juper bermarga Aipda J. Sinurat yang memeriksa saksi SH dan A, Juper mengatakan bahwa yang mempunyai kapasitas untuk memberikan keterangan adalah Kasat di Tipiter Polresta Medan. Namun LasserNews.wp.com tidak berhasil menemui Kasat karena sedang makan siang.

Sementara itu, LasserNews.wp.com, Kamis (11/4) datang ke kantor Lurah Gedung Johor untuk mengkonfirmasikan hal tersebut. Melalui selular EF mengatakan bahwa tidak usah dinaikkan beritanya dulu karena dirinya menunggu niat baik dari S, oknum mafia tanah tersebut. (SR)

Demo Mahasiswa Tangkap Kadispenda Sumut Razali Korupsi Rp 13 Miliar

Medan, LasserNews.wordpress.com

Gelombang unjuk rasa mahasiswa tak terbendung lagi untuk mengusut Kadispenda Razali karena kasus korupsi Rp 13 miliar di Biro Umum Pemprovsu, apalagi proses terdakwa Aminuddin mantan Bendahara Biro Umum telah sampai di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan.

Sangatlah aneh jika Razali tidak terlibat dalam kasus korupsi Rp 13 miliar tersebut karena tanda tangan Razali ada di dalam kwitansi bersama Aminuddin.

“Jelas terungkap Razali punya peranan dalam kasus korupsi di Biro Umum Pemprovsu dan terkesan Razali memiliki keistimewaan dimata hukum. Seharusnya Razali juga diseret dan diproses hukum bersama Aminuddin,” demikian menurut Ketua LKMM (Lembaga Kajian Masyarakat Marginal), Muhammad pada hari Minggu (10/2).

Razali tidak layak menjadi Kadispenda Sumut karena kasus tersebut dan dikhawatirkan ke depannya hanya akan menyalahgunakan PAD atau uang yang sumbernya dari rakyat. Jadi diharapkan agar Poldasu segera menangkap Razali dan memprosesnya secara hukum sebagai tersangka. Dan Jaksa agar segera mengungkap fakta-fakta keterlibatan Razali, lanjut Muhammad.

Sebelumnya ratusan massayang tergabung dalam Pimpinan Pusat Gerakan Pejuang Pembaharuan Sumut berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut Jl Imam Bonjol Selasa (5/2) merngkimbau agar DPRDSu meminta penjelasan Pemprovsu mengenai pengangkatan Razali sebagai Kadispenda Sumut padahal tersangkut kasus korupsi. Banyak bukti-bukti korupsi Razali semasa menjabat Kabiro Umum Pemprovsu dan juga mantan Kepala Perhubungan Sumut. (sr)

Indikasi Kerugian Negara Rp 3 Miliar di PDAM Tirtanadi

Medan, LasserNews.wordpress.com

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Poldasu Kombes Pol Sadono Budi Nugroho mengatakan bahwa ditemukan indikasi kerugian negara yang mencapai Rp 3 miliar dalam pengadaan jasa penagihan rekening air PDAM Tirtanadi.

Jumlah kerugian tersebut baru dari hasil perhitungan sementara penyidik Poldasu sementara jadi kemungkinan jumlah tersebut bisa bertambah melalui audit BPKP (Badan dan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) Perwakilan Sumut, ujarnya.

Penyidik masih memerlukan kelengkapan dokumen lainnya untuk memperkuat data yang telah dimiliki. Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Poldasu telah menggeledah Kantor Koperasi PDAM Tirtanadi di Jl Petani Kecamatan Medan Kota, Jum’at (1/2) dengan tujuan mencari data terkait dugaan korupsi dalam pengadaan jasa penagihan rekening air di perusahaan milik Pemprovsu tersebut. Selain itu ada ikatan kerja sama antara PDAM Tirtanadi dan Koperasi Tirtanadi yang dinilai dilakukan tanpa mekanisme pengadaan barang dan jasa yang diatur dalam SK Direksi PDAM Tirtanadi. Dan keterangan telah diberikan Bendahara Koperasi Adiyawarstuti, Kabag Sumber Daya Manusia, Arifuddin dan Yapto sebagai sekuriti koperasi, demikian menurut Kasubbid Pengelola Informasi dan Data Bidang HUmas Poldasu, AKBP MP Nainggolan.

Penentuan nilai pembayaran/prestasi atas pekerjaan tersebut juga tidak didasarkan pada perhitunganteknis yang dapatdipertanggungjawabkan sehingga ada dugaan nilai pembayaran tersebut terlalu mahal, lanjutnya.

Salah satu pejabat PDAM Tirtanadi juga membeberkan bahwa masalah ini sebenarnya pernah dipersoalkan Badan Pengawas PDAM Tirtanadi karena prosedurnya yang tidak sesuai. Semestinya uang pembayaran rekening dari konsumen/pelanggan masuk dulu ke rekening milik PDAM Tirtanadi baru manajemen membayarkan jasa kepada koperasi. Namun yang sekarang terjadi malah sebaliknya, uang rekening masuk ke Koperasi lalu koperasi yang membayarkan kepada PDAM Tirtanadi. Jadi bisa dikhawatirkan dana penyertaan modal oleh Pemprovsu melalui APBD tersebut diselewengkan adalah anggaran untuk produksi air.

Ketua LSM Cahaya Madani, Syafaruddin Hasibuan SH menyesalkan kejadian ini dan berharap kasus dugaan korupsi di PDAM Tirtanadi ini dapat diproses hukum jika terbukti adanya penyimpangan dalam penagihan rekening air di PDAM Tirtanadi sebab selama ini masyarakat selalu mengeluh tentang pelayanan Tirtanadi baik kualitas maupun debit air. Jika biaya produksi air dikorupsi bagaimana PDAM Tirtanadi dapat melayani mayarakat seperti yang diharapkan. (SR)

Sat Res Narkoba Polresta Gagalkan Peredaran Narkoba 1 Miliar

Medan, LasserNews.wordpress.com

Sat Res Narkoba Polresta Medan menggagalkan peredaran narkoba berupa ribuan pil ekstasi, empat ons lebih sabu, ratusan butir pil Happy Five (Erimin 5) dan ganja, totalnya ditaksir mencapai Rp 1 miliar dari empat lokasi berbeda dalam operasi Antinarkotika sepekan di penghujung januari 2013.

Dalaqm ioperasi tersebut polisi juga me3ringkus enam tersangka dan pengedar, masing-masing berinisial YD (27), HD (21) dan A (37) warga Jl Senangin Kelurahan Sukaramai Medan Area, PS (47) warga Jl Bambu I Kelurahan Durian Medan Timur, MN (41) warga Jl Bilal Gang Arjuna Pulo Brayan Darat dan FI (30) warga Jl Laksana Gang Buku Kelurahan Kota Matsum IV Kecamatan Medan Area.

Kasat Res Narkoba Polresta Medan Kompol Dony Alexander SIK didampingi Wakasat AKP Sangkot Simaremare dan Kanit Idik II AKP Azuar kepada wartawan ketika menggelar pemaparan di Mako Sat Res Narkoba, Selasa (5/2) sore mengatakan untuk tersangaka YD, HD dan A polisi menyita 3,7 ons sabu, 164 butir pil Happy Five (Erimin 5) milik YD.

Awalnya, saat menindaklanjuti laporan masyarakat, polisi menggerebek rumah A dan HD di kawasan Jl Senangin dan ditemukan pipet kaca berisi sabu dan satu mancis serta koper hitam bergembok bergembok ternyata berisi 3,7 ons sabu, 164 butir pil happy Five (erimin 5). Dan dari pemeriksaan polisi diakui tas itu milik YD.

Dalam pengembangannya polisi lalu berhasil meringkus YD di sebuah kawasan Jl Gatot Subroto, senin (28/1).

Kepada polisi YD mengaku barang haram tersebut diperolehnya dari A (45) warga Perbaungan yang kini masih diburu polisi.

Selanjutnya tersangka PS yang merupakan kurir bandar pil ekstasi yang diringkus di Jalan Nibung Raya dekat sebuah lokasi hiburan di Kecamatan Medan Baru, Rabu (30/1) berhasil diperoleh 1.875 butir pil ekstasi warna pink.

PS mengakui kepada polisi bahwa pil ekstasi tersebut akan diantarkannya ke sebuah lokasi hiburan Jl Nibung Raya Medan yang disuruh bandar narkoba berinisial GL (masih DPO). Dan upah mengantarempat bungkus pil ekstasi tersebut PS mendapat upah Rp 1 juta.

Sementara itu, MN pengedar sabu berhasil diringkus di Jl Veteran Gg Kuburan Desa Helvetia, Senin (28/1) sekitar pukul 17.30 WIB. Dari tersangka polisi menyita 50 gram sabu, timbangan elektrik dan Kijang Innova warna hitam.

Terakhir polisi meringkus FI di Jalan Laksana Gg Buku Kota Matsum IV Medan, Kamis (31/1). Dari tersangka polisi menyita 11 bungkus plastik klip sabu seberat 0,6 gram, 1 amplop daun ganja kering seberat 4 gram dan dua timbangan elektrik. Dan kepada polisi tersangka mengaku sebagai pengedar sabu yang di8jual seharga Rp 100 ribu per paket sedangkan ganja kering untuk konsumsi sendiri.

Dalam kesempatan itu Kasat Res Narkoba mengatakan bahwa pasca penangkapan keenam tersangka polisi masih menyelidiki asal narkoba guna mengungkapkan siapa bandarnya. Dan akan memperketat pengawasan ke seluruh lokasi hiburan sebab sejumlah keterangan dari tersangka sejumlah barang terlarang itu sengaja diedarkan ke lokasi-lokasi hiburan. Dan pihaknya akan terus menggelar razia ke lokasi tersebut guna meminimalisir peredaran narkoba guna menyelamatkan generasi muda bangsa, demikian Kompol Dony. (SR)

Aksi Merampok Shabu 2 Miliar Tertangkap Polisi

Medan, LasserNews.wordpress.com

Akibat bandar shabu-shabu bermaksud ingin mengakali pembelinya, JN (35) warga Perum. Manukan Mukti, Surabaya Provinsi Jatim maka sang Bbandar AM dan CI (DPO) menyuruh CP (34) warga Langkat untuk merampok barang haram seberat 2 kilogram dari tangan JN.

CP pun dengan sigapnya segera melaksanakan perintah sang bandar tersebut dan berusaha merampas tas yang berisi shabu tersebut dari JN yang tengah melintas naik betor (becak bermotor) bersama dua temannya di Jalan Sudirman Medan. Setelah berhasil mendapatkan tas tersebut, CP pun dengan kencang pergi membawa hasil jambretannya namun sialnya aksi jambret yang dilakukannya dilihat oleh 2 orang personel polisi yang juga tengah melintas di Jalan Sudirman sehingga CP pun berhasil ditangkap di Perumahan Setia Budi.

Bripka Khairuddin dari Satuan Resmob Detasemen A Binjai dan Brigadir Janter Hutapea dari Satuan Sabhara Kepolisian Daerah (Polda) Sumut segera membawa CP dan JN ke Mapolda Sumut untuk dimintai keterangan. Dengan barang bukti 2 kilogram shabu-shabu.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Komisaris Besar (Kombes) Pol. Toga H. Panjaitan mengatakan kepada wartawan bahwa JN menaiki betor Rahman Pohan pengemudi betor, bersama AM dan CI menuju bandara Polonia. Namun di tengah perjalanan tepatnya di Jl Juanda tas sandang JN dijambret CP yang kemudian berhasil diamankan Brigadir Janter dan Bripka Khairuddin yang melihat kejadian tersebut. Kaget melihat isi tas tersebut ternyata berisi shabu-shabu seberat 2 kilogram yang telah dipisah-pisah dalam delapan bungkusan kecil maka tersangka CP dan JN digelandang ke Mapoldasu untuk dimintai keterangan berikut barang bukti.

Di Mapoldasu JN sempat berkilah atas kepemilikan barang haram tersebut dan menolak mengenal AM dan CI dan menahan JN untuk mendalami kasus tersebut.

Berdasarkan pengakuan CP di Mapoldasu akhirnya diketahui bahwa AM dan CI adalah pemilik shabu-shabu tersebut dan telah melakukan transaksi dengan JN yang akan mengedarkan shabu tersebut di Surabaya namun AM dan CI ingin mengakali JN dengan menyuruh CP untuk merampas kembali barang haram tersebut dan dikembalikan kepada mereka si pemilik shabu tersebut. Namun aksi jambret tersebut dilihat 2 anggota polisi niat AM dan CI untuk memiliki kembali shabu tersebut gagal dan AM serta CI saat ini dinyatakan sebagai DPO. (SR)