Kategori: Seputar PRSU ke-42

‘Horas Tap Teng’ Negeri Wisata Sejuta Pesona

Medan, LasserNews.wordpress.com

Berbagai jenis kesenian budaya Tapanuli Tengah dan juga budaya etnis lainnya yang ada ditampilkan Pemkab Tapanuli Tengah di open stage PRSU ke-42, Sabtu (6/4) berhasil memukau seluruh pengunjung yang datang menyaksikan pegelaran Tapanuli Tengah tersebut.

Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang yang membuka acara pagelaran tersebut mengatakan bahwa dirinya sangatlah bangga dapat membawa keindahan daerah kabupaten Tapanuli Tengah yang memiliki potensi wisata bahari dengan alam pantainya yang sangat memukau, Kawasan Minapolitan Negeri Wisata Sejuta Pesona yang dapat dibuktikan saat berada di sana dengan petualangan bawah laut dengan olahraga snorkling atau diving, tepatnya di areal Pulau Mursala. Juga banyak terdapat air terjun yang salah satunya terdapat di Pulau Mursala.

Selain itu Kabupaten Tapanuli Tengah juga mempuanyai tempat wisata kuliner, wisata budaya dengan beragam etnis yang hidup berdampingan. Jadi tidaklah salah Kabupaten Tapanuli Tengah saat ini sangat banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.

Pagelaran seni budaya Tapanuli Tengah tersebut dihadiri oleh Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang, juag Wakil Bupati Tapanuli Tengah, seluruh pimpinan SKPD dan stakeholder Pemkab Tapanuli Tengah anggota DPRD yang asal Tapanuli Tengah dan masyarakat TapTeng yang berdomisili di Kota Medan.

Operet ‘Pariban Dari Tapanuli Tengah’ yang dibawakan oleh siswa/i SMAN 1 Matauli Plus Tapanuli Tengah juag tampil lumayan yang diselingi gaya komedian dari para siswa/i tersebut.

Usai acara pagelaran, Bonaran Situmeang juga mempromosikan film Mursala yang akan ditayangkan perdana di bioskop 21 di Jakarta pada 8 April 2013. Hal ini sangatlah membahagiakan dirinya selaku Bupati Tapanuli Tengah yang awal proses pembuatan film Mursala tersebut pernah mendapat rintangan dari oknum yang pernah bertugas sebagai Kepala Dinas di Dinas Budaya dan Pariwisata. Namun dengan dukungan dari seluruh masyarakat Tapanuli Tengah film Mursala yang 50 persen lokasinya diambil di daerah Tapanuli Tengah dan sisanya diambil lokasi di daerah Jakarta dapat dirampungkan dengan baik dan lancar tanpa kendala yang berarti. Seluruh dana pembuatan film Mursala adalah dari pihak swasta.

Diharapkan ke depannya setelah film Mursala ditayang di seluruh provinsi di Indonesia maka Kabupaten Tapanuli Tengah akan semakin maju sebagai daerah pariwisata di Provinsi Sumatera Utara dan akan membuat turis domestik dan mancanegara semakin suka berkunjung untuk menikmati semua keindahan alam daerah tujuan wisatanya di Tapanuli Tengah, pungkas Raja Bonaran Situmeang dengan sumringah. (SR)

G-Resources Berpartisipasi Dalam PRSU 2013

Medan, LasserNews.wp.com

Setiap tahun penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Tambang Emas Martabe selalu berpartisipasi. kali ini, Tambang Emas Martabe menempati lokasi pameran berukuran 6X6 meter di ruang Serba Guna Gedung Pemprovsu.

Di lokasi pameran, Tambang Emas Martabe menampilkan beberapa foto kegiatan eksplorasi, penambangan, pabrik pengolahan emas dan perak, kegiatan pemantauan dan pengelolaan lingkungan dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Selaian itu, ditampilkan juga sejumlah batuan yang mengandung mineral hasil kegiatan eksplorasi dan contoh produk akhir dari pabrik pengolahan emas dan perak; berupa replika batangan emas dan perak (dore/bullion). Untuk di bidang lingkungan, ditampilkan sejumlah tanaman asli Batangtoru seperti baringin, cempedak air, kayu baja, jambu hutan, hapinis, hapas-hapas, yang digunakan untuk kegiatan rehabilitasi dan reklamasi lahan, jaring (jutnet) untuk keperluan rehabilitasi lahan, dan cocorise yang digunakan untuk mencegah terjadinya erosi pada lereng. Sedangkan yang berkaitan dengan pemantauan lingkungan, ditampilkan peralatan untuk pemantauan kadar sianida dalam air.

Sebagai catatan, cocorise merupakan hasil dari program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Tambang Emas Martabe dan Desa Batu Hula. Cocorise ini dibuat dengan memanfaatkan jerami hasil panen. Sebelumnya, jerami hasil panen tidak dimanfaatkan oleh warga Desa Batu Hula. Dengan program pemberdayaan masyarakat, jerami tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjadi cocorise yang berguna bagi lingkungan.

Sebagai perusahaan yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja, ditampilkan juga peralatan pelindung diri seperti peralatan anti jatuh (body harness) yang digunakan oleh karyawan saat bekerja di ketinggian, alat pelindung diri berupa helm, masker, kacamata dan safety shoes.

Pada PRSU kali ini, di lokasi pameran, Tambang Emas Martabe mengadakan sosialisasi dalam bentuk kelas interaktif kepada para pengunjung di bidang kegiatan geologi, eksplorasi, penambangan dan lingkungan. Kegiatan ini diadakan dari 26 Maret – 11 April 2013. Ada pun topik yang diketengahkan : “A-Z Tentang Geologi Eksplorasi”; “Yuk, Mengenal Mine Geology”; “Mengubah Batuan Menjadi Emas”; “Tanggung Jawab Lingkungan: Dari Awal Hingga Akhir Penambangan”; Serba Serbi Keselamatan Kerja di Pertambangan”. Nara sumber dari kelas interaktif ini adalah karyawan Tambang Emas Martabe.

Senior Manager Corporate Communication Tambang Emas Martabe mengatakan :” Dengan diadakannya kelas interaktif ini, Tambang Emas Martabe ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas mengenai kegiatan pertambangan. Tambang Emas Martabe adalah tambang emas pertama yang berproduksi di Sumatera Utara. Diharapkan, para pengunjung dapat lebih memahami keberadaan Tambang Emas Martabe, berikut menfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, kelas interaktif ini merupakan kesempatan emas bagi masyarakat untuk mengenal dunia pertambangan khususnya Tambang Emas Martabe”

Sekilas Tambang Emas Martabe

Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat Pulau Sumatera, Kecamatan Batangtoru, Provinsi Sumatera Utara, dengan luas wilayah 1.639 km2, di bawah Kontrak Karya Generasi keenam (“CoW”) yang ditandatangani April 1997. Tambang Emas Martabe kini telah memiliki sumber daya 8,05 juta oz emas dan 77 juta oz perak dan ditargetkan mulai berproduksi pada awal 2013, dengan kapasitas per tahun sebesar 250.000 oz emas dan 2-3 juta oz perak berbiaya rendah.

Pemegang saham Tambang Emas Martabe adalag G-Resources Group Ltd sebesar 95%, dan pemegang 5% saham lainnya adalah PT Artha Nugraha Agung, yang 70% sahamnya dimiliki pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan 30% dimiliki oleh Pemprovsu. Dua ribu orang saat ini bekerja di Tambang Emas Martabe, 70% nya direkrut dari masyarakat di empat belas desa di sekitar tambang.

Martabe akan menjadi standard acuan bagi G-Resources untuk menjalankan bisnisnya di Indonesia dan wilayah lainnya, dan terus bertumbuh dan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja, kelestarian lingkungan dan pengembangan komunitas. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi situs http://www.g-resources.com

Informasi lebih lanjut, hubungi:

Katarina Hardono – Corporate Communications Senior Manager
M +62 811 9005146 email Katarina.hardono@g-resources.net

Legenda Batu Merdahup Cerita Rakyat Dairi

Medan, LasserNews.wordpress.com

Hari kedua PRSU, Sabtu (16/3) stand Pemkab Dairi menggelar pagelaran Budaya Dairi/Pakpak di open stage PRSU Medan. Dalam pagelaran budaya Pakpak tersebut tampak hadir Bupati Pemkab Dairi KRA Jhonny Sitohang Adinegoro, Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi Sh, Kadis Budaya dan Pariwisata, Budaya dan Olahraga Dairi Drs Bonar Butar-butar, Ketua DPRD Dairi Delfi Masdiana Ujung SH. MSi, pimpinan SKPD Pemkab Dairi, unsur Muspida Pemkab Dairi, anggota DPRD Provsu asal Dairi dari fraksi Golkar Edi Richard M Lingga SE, tokoh-tokoh masyarakat Dairi, masyarakat Pakpak yang berdomisili di Kota Medan.

Bupati Pemkab Dairi dalam sambutannya mengatakan bahwa sudah saatnya Dairi menunjukkan kepada masyarakat Sumut bahwa Dairi/Pakpak tidak lagi mesti ditakuti lagi seperti selama ini oleh masyarakat Sumut sebab banyak hal-hal positif dan menarik yang dapat ditemui dan dilihat di Kabupaten Dairi/Pakpak. Untuk itu di PRSU ini diharapkan masyarakat lainnya dapat melihat semua itu dari berbagai promosi budaya, industri dan hasil agribisnis yang memiliki daya saing dan juga hasil-hasil perkebunan dari daerah Dairi di stand pameran Pemkab Dairi

Lembaga Kebudayaan Pakpak (LKP) menampilkan persembahan cerita rakyat yang berjudul “Legenda Batu Merdahup”. Menureut Kabid Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pemkab Dairi Drs Naik Capah kepada LasserNews.wp.com menuturkan bahwa legenda ini mengisahkan kehidupan tentang seorang raja di zaman dahulu yang hidup di salah satu kampung Pakpak bernama Parube Haji yang suka bertindak semena-mena terhadap rakyatnya. Pada suatu hari, sang raja menikahi seorang wanita yang dijadikannya sebagai istri muda. Namun tidak disangka istri muda tersebut malah mengusir bindohara (istri pertama) Parube Haji dan putra putrinya sehingga mereka terlantar dan menderita.

Penderitaan mereka itu membuat bindohara tidak sanggup menerimanya sehingga bindohara pergi mendekati batu besar (batu Merdahup). Batu Merdahup pun menelan bindohara sehingga tinggallah putra-putrinya yang tidak mengetahui bahwa ibu mereka telah ditelan batu Merdahup. Lalu putra-piutrinya berjalan mendekati batu Merdahup dan melihat sebutir telur ayam dan 7 helai rambut ibunya sehingga mereka meratapi ibunya yang telah ditelan batu Merdahup tersebut. Lalu saat mereka menangisi ibunya dan berniat ingin ditelan batu tersebut tiba-tiba terdengar sayup-sayup suara yang menyuruh mereka agar meninggalkan tempat tersebut. Lalu mereka pun pergi meninggalkan batu Merdahup sambil membawa telur dan helai rambut ibunya.

Telur tersebut merupakan kunci akan bertahtanya putra Parube Haji dari sang bindohara kelak dan selanjutnya ikuti kisahnya dalam pagelaran budaya Pakpak di open stage PRSU, Sabtu (16/3). (SR)

Sibolga, Tuan Rumah Pekan Raya Sumut ke-42

Medan, LasserNews.wordpress.com

Pekan Raya Sumatera Utara ke-42 yang dibuka Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, Jum’at (15/3) di eks Tapian Daya Jl Gatot Subroto Medan. Dalam pembukaan PRSU ke-42 ini Gatot mengatakan bahwa dirinya mengharapkan agar PRSU ini tidak hanya sebagai ajang seremonial kegiatan daerah atau nasional memamerkan berbagai produk saja namun dapat berkembang bertaraf internasional.

PRSU sebagai pesta rakyat Sumut setiap tahunnya diadakan sebagai ajang budaya untuk mempromosikan budaya, industri dan bisnis di Kota Medan harus dapat dilestarikan seterusnya dan dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan domestik maupun luar negeri. PRSU juga menjadi promosi bagi perkembangan pariwisata Sumut dan bisa mendatangkan pendapatan bagi masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

Kali ini Pemko Sibolga dipercayakan menjadi tuan rumah PRSU ke-42. Walikota Sibolga M Syarfi Hutauruk mengatakan akan memberikan yang terbaik sehingga seluruh kegiatan yang akan berlangsung selama 32 hari tersebut akan berjalan sukses dan lancar.

Kota Sibolga sebagai tuan rumah menampilkan dan mempromosikan berbagai seni tari, budaya, cerita rakyat, produk industri dan berbagai bentuk hiasan kerajinan tangan dan pengolahan ikan hasil karya masyarakat kota Sibolga selama ini.

Sementara itu Ketua Pelaksana Yayasan PRSU, Sabrinan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan PRSU ke-42 ini akan berlangsung selam 32 hari dan diikuti sebanyak 180 stand pameran yang berasal dari negara bagian Malaysia, pulau Pinang, Provinsi Sumbar, 32 kabupaten/kota di Provinsi Sumut, SKPD pemprovsu, Pemko Medan, BUMN, BUMD, UKM danindustri kerajinan rakyat. Selain itu juga akan menampilkan berbagai seni budaya dari 32 kabupaten/kota di Provinsi Sumut, artis-artis ibukota, pagelaran budaya seni pentas, tari kreasi dan lain-lain. (SR)