Tarian Massal Maena Lebih Berbudaya Daripada Ciuman Massal di Nias

Medan, LN.  Sejak beberapa tahun belakangan ini setiap ada malam pentas seni dari kabupaten/kota dari Kepulauan Nias di open stage PRSU yang di selenggarakan di Tapian Daya Medan Tarian Massal Maena selalu saja dipentaskan di open stage tersebut. Apakah tarian massal Maena itu?

Tarian tradisional satu ini merupakan tarian suka cita masyarakat suku Nias di Sumatera Utara. Tari Maena adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tarian ini termasuk jenis tarian rakyat yang dilakukan secara bersama-sama  atau massal. Tari Maena ini biasanya sering ditampilkan di berbagai acara, seperti penyambutan tamu terhormat, pernikahan, dan acara seremonial adat Nias lainnya.

Menurut sejarahnya, Tari Maena ini merupakan salah satu tarian tradisional masyarakat suku Nias yang sudah ada sejak dahulu kala, dan sudah diwariskan secara turu-temurun hingga sekarang. Sejak dulu tarian ini sering dilakukan sebagai bagian dari seremonial adat masyarakat suku Nias. Kebiasaan tersebut kemudiaan terus berlanjut dan masih sering dilakukan hingga sekarang.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Tari Maena difungsikan sebagai tarian hiburan atau bagian dari prosesi seremonial suatu acara. Bagi masyarakat suku Nias sendiri, tarian ini tentu memiliki makna khusus didalamnya, salah satunya adalah makna persatuan dan kebersamaan. Hal ini juga terlihat dari bagaimana mereka menari dan melakukannya secara bersama-sama dengan penuh suka cita. Semakin banyak yang mengikuti, suasana acara menjadi semakin hangat dan meriah.

Image result for foto tarian massal maena nias

Foto : Tarian Massal Maena dari Kepulauan Nias

Dalam Tari Maena bisa diikuti oleh para penari pria maupun wanita. Untuk jumlah penari dalam acara seremonial  adat biasanya tidak ditentukan, sehingga bisa diikuti oleh siapa saja. Dalam pertunjukannya, biasanya diawali dengan pantun yang dibawakan oleh Sanutuo Maena (tetua adat/sesepuh suku).  Untuk pantun yang dibawakan biasanya disesuaikan dengan tema acara. Kemudian dilanjutkan dengan syair maena (fanehe maena) yang dilantunkan semua penari sambil menari.

Beberapa bulan yang lalu tepatnya bulan Februari 2017 di hari Valentine terjadi aksi ciuman masasal yang dilakukan oleh beberapa pasang suami istri PNS di Nias Selatan yang terindikasi meniru budaya Barat. Hal ini menimbulkan kontroversi terhadap masayarakat Sumut yang memprotes aksi ciuman massal tersebut.

“Jika dikaitkan dengan aksi ciuman massal dalam memperingati Hari Valentine di Nias Selatan Februari 2017 yang lalu maka tarian massal Maena ini jauh lebih beradab daripada ciuman massal tersebut. Meski pun infonya bahwa yang melakukan aksi ciuman massal tersebut notabene adalah suami istri yang PNS namun mempertontonkan kemesraan di depan publik secara sangat tidak etis untuk budaya ketimuran saat ini yang memang sudah tergerus nilai moralnya. Secara tidak langsung remaja dan anak-anak yang melihat foto-foto ciuman orang tua di depan publik akan membuat mereka ingin menirunya. Budaya Barat memang tidak pantas ditiru jika buruk efeknya bagi anak-anak dan kaum remaja. Karena anak-anak dan remaja yang masih mencari jati dirinya lebih suka meniru meski pun hal buruk. Janganlah sampai para remaja di negeri ini semakin tidak paham tentang moral dan bisa jadi dengan sesukanya melakukan aksi ciuman di depan umum tanpa malu-malu lagi untuk mengumbar kemesraan dengan pacarnya. Apalagi pengaruh gagdet juga telah mempengaruhi moral remaja di negeri ini ” demikian ungkap Mara Salem Harahap seorang aktifis di Sumut saat ditanyakan tentang aksi ciuman massal tersebut lewat selular, Jum’at (14/4). (SR)

 

 

 

 

Prof. DR H. Paul Sirait SKM, MM, MKes Dikukuhkan Menjadi Guru Besar STIKES Sumut

Medan, LN. Bertempat di Santika Dyandra Medan berlangsung pengukuhan Prof. H. DR. Paul Sirait SKM, MM, MKes sebagai Guru Besar STIKES Sumut,  Kamis (13/4).
Dalam acara tersebut dihadiri Gubsu T. Erry Nuradi, dosen-dosen STIKES, civitas akademisi STIKES Sumut, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh pendidikan Sumut.

Dalam kata sambutannya T. Erry menyebutkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi mencetak sarjana, master dan doktor saja namun juga seorang profesor atau guru besar.

Foto : Gubernur Sumut T. Erry Nuradi dan Guru Besar STIKES Sumut yang baru dikukuhkan di Santika Dyandra, Kamis (13/4).
“Guru Besar dan tidak disebut sebagai Dosen Besar, karena hal ini mengandung arti bahwa seorang Guru Besar pada hakikatnya adalah seorang pendidik sekaligus peneliti yang hasil penelitiannya ditunggu oleh masyarakat luas sebagai bagian dari wujud pengabdiannya,” ucap Tengku Erry saat menghadiri Pengukuhan Prof DR H Paul Sirait, SKM, MM, MKes sebagai Guru Besar bidang Ilmu Keperawatan pada Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Sumut di Hotel Santika Medan, Kamis (13/4/2017).
Dalam kesempatan itu, Gubsu Erry juga mengatakan bahwa membicarakan SDM kaitannya dengan daya saing suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dari peranan Perguruan Tinggi sebagai kawah candara dimuka untuk melahirkan SDM yang berkualitas.
“Atas nama Pemerintah Provsu, pribadi dan keluarga, kami mengucapkan Selamat kepada Pak Paul Sirait serta keluarga atas raihan prestasi berupa jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar. Masyarakat Sumut bangga karena kita tahu bahwa belum banyak akademis di bidang keperawatan yang telah mencapai jabatan akademik tertinggi ini,” tutur Erry.
T. Erry berharap, Prof Paul Sirait dapat memberikan solusi sekaligus motivasi khususnya bagi para dosen untuk terus memacu prestasi dalam pengembangan keilmuannya sehingga dapat pula mencapai jabatan akademik tertinggi sebagai dosen sudah barang tentu menjadi seorang Guru Besar. “Jadikan gelar ini sebagai spirit yang senantiasa membangkitkan inspirasi baru guna melahirkan karya-karya yang lebih brilian dan bermanfaat bagi khalayak umum,” tandas Erry.
Sebelumnya, Prof Paul Sirait dengan orasi ilmiahnya berjudul ‘Kemiskinan, Pelayanan Kesehatan dan Indeks Pembangunan Manusia’, menyebutkan bahwa kemiskinan merupakan salah satu masalah yang paling mendesak untuk segera diatasi terutama di negara berkembang dan negara miskin dimana angka kemiskinan di Sumut hampir sama dengan angka kemiskinan nasional yaitu 10,35 persen.
Ketua Yayasan STIKes Sumatera Utara Asman Karo-karo melaporkan bahwa Guru Besar Keperawatan yang ada di Indonesia masih 6 orang maka dengan dikukuhkannya tadi Prof Paul Sirait, jumlah  Guru Besar menjadi 7 orang. (SR)

Walikota Medan Buka Musrenbang RKPD 2018

Walikota Medan Saat membuka Musrenbang kota Medan
Walikota Medan Saat membuka Musrenbang kota Medan

Dalam Musrenbang RKPD ini Wali Kota mengatakan, tahun 2017 ini merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD kota Medan tahun 2016 -2021. Artinya melalui  Tema Musrenbang tahun ini, nantinya sekaligus menjadi arah kebijakan dan prioritas pembangunan kota tahun 2018, yang dintegrasikan dengan prioritas pembangunan nasional sebagaimana dituangkan dalam nawacita.

“Prioritas pembangunan Kota tahun 2018 yang kita canangkan adalah melakukan penataan lingkungan Perkotaan. Kita akan terus menata, meningkatkan ketersedian, kualitas dan optimalisasi fungsi berbagai infrastruktur/ utilitas kota yang ada baik itu prasarana/sarana jalan, jembatan, drainase, perhubungan dan pemukiman”, kata Wali Kota.

Melalui program ini, Walikota,  berharap kualitas infrastrukur/utilitas kota yang tersedia dapat semakin bagus, sehingga membangun citra kota yang semakin baik pula. Artinya konektivitas dan integrasi antar kawasan secara lokal dan regional juga menjadi salah satu isu utama yang akan kita laksanakan. Sehingga kota medan semakin terintegrasi  dengan kawasan ekonomi regional.

“Atas dasar itulah, Pemko Medan terus mendukung sepenuhnya pemantapan berbagai pembangunan infrastruktur/utilitas perkotaan yang semakin  terpadu dilakukan pemerintah, seperti pembangunan jalan tol, fly over, under-pass, jalan layang kereta api, termasuk rencana pemerintah mengembangkan monorail, sebagai modal transportasi massal dan modern pada masa mendatang”, ungkap Eldin.

Untuk lebih meningkatkan daya saing kota sekaligus menciptakan kota yang layak huni dan humanis, Wali kota berharap, tahun 2018 pemerintah sudah dapat melaksanakan pembangunan tanggul rob di Belawan dan program normalisasi sungai, termasuk bendungan Lau Sememe sehingga Kota Medan terbebas dari potensi  genangan atau banjir.

Selanjutnya, menyikapi masih banyaknya keluhan masyarakat terkait kualitas pelayanan public seperti administrasi kependudukan, kesehatan, perizinan maupun yang lainnya. Keluhan itu menjadi pekerjaan rumah bagi dirinya bersama Wakil Wali Kota Medan untuk memperbaikinya agar menjadi lebih baik lagi ke depannya.

“ selain melakukan  pedelegasian tugas pelayanan administrasi kependudukan dari tingkat kota ke kecamatan, sehingga pelayanan umum tersebut dapat lebih dekat dengan masyarakat, lebih tepat waktu dan sekaligus menyederhanakan mata rantai birokrasi pelayanan. Kita juga terus memperbaiki dan mengevaluasi standar operasi pelayanan agar masyarakat mendapatkan kualitas pelayanan yang semakin baik dengan sistem pelayanan prima,” ujar Eldin.

Dalam Pembukaan musrenbang yang berlangsung  dari tanggal 22 – 24 Maret tersebut, juga dihadiri oleh Wakil Wali kota Medan, Ir Akhyar nasution MSi, Mewakili Gubsu Ibnu S Hutomo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Arif Budi Santoso, Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung dan para Wakil Ketua DPRD Medan,  Sekda Kota Medan, Ir Syaiful Bahri Lubis, Kajari Medan Olopan Nainggolan SH, Forkominda Medan, Asisten, Staf ahli, Dewan Kota dan para pimpinan SKPD, serta  Camat dan Akademisi. (SR)

`Camat Tuntungan Diperiksa Poldasu Terkait Penipuan dan Kasus Serobot Tanah

Medan, LN (24/3)  Camat Medan Tuntungan Gelora Kurnia Ginting diperiksa penyidik Subdit II/Harda-Bangtah Ditreskrimum Polda Sumut terkait kasus dugaan penipuan dan penyerobotan lahan seluas 341 meter persegi di Jalan Bunga Rinte XII, Kelurahan Medan Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Jum’at (24/3).

Pemeriksaan Kecamatan Medan Tuntungan itu direncanakanakan Jumat (24/03/2017) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Hal ini dikatakan Penjabat Sementara (Pjs) Kasubdit II/Harda-Bangtah Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Jistoni Naibaho. “Besok pemeriksaannya, sekitar jam 09.00 WIB,” ujarnya, Kamis (23/03/2017).
Disinggung kapasitas Gelora Ginting dalam pemeriksaan itu, Justoni menyebut, masih sebatas saksi. “Oh belum (tersangka). Masih sebagai saksi. Kan masih ada tahapan-tahapan selanjutnya. Kalau semua bukti dan keterangan saksi sudah lengkap, baru nanti dilakukan gelar perkara. Dari gelar perkara itu, baru tahu hasilnya,” jelasnya.
Image result for foto camat medan tuntungan gElora ginting
Foto : Camat Tuntungan, Gelora Kurnia Putra Ginting SSTP, MSP
Kasus ini bermula ketika Camat Medan Tuntungan, Gelora Ginting menerbitkan Surat Keterangan (SK) Camat atas tanah yang sudah bersertifikat milik Tumiar Sianturi (almarhum). Hal ini membuat kuasa hukum pelapor kasus tersebut, Rinto Maha dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Serikat Pengacara Rakyat Sumatera Utara (SPR-SU) mengaku tak puas sebab kasus yang ditanganinya itu masih sebatas laporan di Poldasu. Menurutnya, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Poldasu sejak 22 Agustus 2016 lalu atas nama pelapor RPM Tambunan dengan bukti Laporan Polisi Nomor: LP/1083/VIII/2016 SPKT “II” yang diterima Bripka Rudi Bangun itu.
“Ini penyidikan apa namanya? Sudah delapan bulan kasus ini tak tuntas, sampai sekarang tak ada tersangkanya,” beber kuasa hukum pelapor, Rinto Maha. Diceritakannya, ada komplotan mafia tanah yang kemudian mengklaim tanah tersebut. Untuk menguatkan kepemilikan tanah tersebut, mafia tanah tersebut lantas membuat SK Camat dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu atas nama Tumiar. Selanjutnya, pihak Kecamatan Medan Tuntungan pun mengeluarkan SK Camat Tuntungan No.260/LEG/MTT/IX/2013 tanggal 24 September 2013.
“Penyerobotannya seperti ini, pemilik yang sah adalah Tumiar Sianturi, beliau sudah meninggal. Jadi pelapor (RPM Tambunan) ini adalah suami dari almarhum. Modus penyerobotannya adalah mafia ini memakai KTP palsu atas nama Tumiar. Di KTP palsu itu, si Tumiar ini jelas-jelas seorang laki-laki. Sementara klien (Tumiar Sianturi) kita adalah seorang perempuan. Ini sudah bukti jelas kalau ini tindak pidana, pemalsuan untuk penyerobotan tanah milik orang. Bukti-bukti lain juga sudah kita berikan, dan kami yakin bukti-bukti yang kita miliki sudah bisa menguatkan penyidik untuk menetapkan siapa yang bisa dijadikan tersangka,” sambung Rinto lagi.
Terpisah, Camat Medan Tuntungan Gelora Kurnia Ginting mengakui kalau besok dirinya memang dipanggil penyidik Subdit Harda-Bangtah Ditreskrimum Poldasu. Namun dia menyangkal akan diperiksa, dia berdalih pemanggilannya tersebut hanya untuk memberikan berkas. “Iya, dipanggil Polda besok. Cuma untuk ngasih berkas aja,” kilahnya. (SR)

Hasil Reses Sidang Paripurna DPRDSU Didominasi Masalah Infrastruktur

Medan, LN –  Sidang paripurna reses DPRDSU tahun  2016-2017 itu sesuai dengan jadwal berlangsung pukul 09.00 Wib, namun baru dimulai sekitar pukul 11.30 Wib, padahal wakil Gubernur Sumatera Utara Hj Brigadir Jenderal (Purn) Hj Nurhajizah Marpaung tepat waktu telah hadir, Selasa (14/3)
Pantauan LN laporan Tim Reses DPRDSU dapil I-XII didominasi berbagai masalah rusaknya infrastruktur jalan dan diharapkan Pemprovsu maupun pemerintah kabupaten/kota harus serius untuk memprioritaskan dana anggaran untuyk program pembangunan mau pun perbaikan jalan yang kondisinya sudah rusak parah.
Rapat paripurna tersebut dipimpion Ketua DPRDSU, Wagirin Arman dihadiri Wakil Gubernur SumutHj Brigadir Jenderal (Purn) Hj Nurhajizah Marpaung dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumut.Wagirin Arman yang memulai acara itu dengan mengenalkan wakil gubernur yang baru dilantik dengan mengucapkan selamat. “Buk wakil Gubernur Sumatera Utara dilantik langsung Presiden RI Jokowi dan wakil preseiden Yusuf Kalla dan saya juga hadiri,”ujarnya disambut tepuk tangan.Juru bicara dapil Sumut I (Kota Medan) HM Nezar Djoeli melaporkan kondisi jalan yang ada di Simpang Kantor tepatnya di depan Polsek Medan Labuhan kondisinya sudah kupak kapik atau babak belur bahkan masyarakat sudah seringkali melakukan demo massa. Begitu juga masalah banjir rob setinggi 1 meter yang kerap terjadi di kawasan Yong Tanah Hijau dan Pulau Sicanang. Kita sudah Kementerian PUPR agar membangun benteng agar banjir pasang tidak melanda rumah-rumah penduduk,” ungkap Nezar.

Image result for foto2 nezar djoeli
Foto : HM. Nezar Djoeli

Demikian juga halnya  persoalan ionfrastruktur jalan di Dapil II (Kota Medan) dilaporkan masyarakat Jalan Darma kelurahan Tanjung Gusta medan Helvetia juga sudah sangat rusak dan bagai kubangan saat hujan deras. Hal yang sama juga Jalan Eka Mulia Kelurahan Gedung Johor yang butuh pengaspalan sekaligus perbaikan drainasenya.

Sementara itu anggota dewan dapil Sumuit IX (Taput, Tobasa, Samosir, humbahas, Tapteng dan Sibolga) Juliski      Simorangkir mengungkapkan bahwa infrastrukur jalan di di Desa Lobusikkan Sipaholon Kabupoaten Tapanuli Utara kondisinya sangat memprihatinkan karean sudah bertahun-tahun tak pernah ada pembangunan dan perawatan jalan yang kupak kapik alias hancur-hancuran sehingga butuh perbaikan dan agar dianggarkan dalam APBD Provsu.

Banyak usulan yang sangat mendasar untuk peningkatan penghidupan warga desa seperti pembangunan jalan sepanjang 10 km yang kondisinya rusak parah dan banyak terjadi tanah longsor di beberapa tempat yang mengakibatkan jarak tempuh menjadi sangat lama juga rentan kecelakaan.

Dapil Sumut VI (Labuhanbatu, Labura dan Labusel) juga melaporkan banyaknya infrastruktur yang rusak parah dan perlu segera diperbaiki. Dan agar pemerintah mengubah status jalan kabupaten menjadi jalan provinsi sebagai jalan penghubung Kabupaten Labura dengan Labuhanbatu induk.

Sedangkan Tim XII Dapil Binjai dan Langkat melalui juru bicara Putri Susi Melani Daulay meminta  penertiban truk-truk yang melebihi tonase yang melewati Jalan Binjai menuju Bahoro karena menyebabkan jalan menjadi rusak parah. Dan kondisi tersebut perlu perhatian serta tindakan tegas dari aparat terkait.

Sementara menjawab adanya kesan tidak begitu pentingnya paripurna hasil laporan reses dewan, karena kurang tersahuti masuk dalam anggaran, Hasiddin Daulay anggota DPRD dari fraksi PPP ini membantah. “Bagi saya ini sangat penting, karena menjadi masukan yang berharga bagi Pemprovsu atas berbagai persoalan masyarakat”, ujarnya.

Pemprovsu , katanya harus mengakomodir dengan baik hasil reses DPRD Sumut untuk menjadi masukan dan pertimbangan dalam menyusun anggaran. Gubernur harus juga beralaku objektif dan adil dalam memasukkan dalam anggaran. “Jangan nantinya suka tidak suka yang menjadi pertimbangannya,”ujar Hasiddin. (SR)

Comments

Tarian Padi Menguning Akan Dijadikan Ikon Pemkab Labuhanbatu

Medan, LN.  Pagelaran Malam kesenian Pemkab Labuhanbatu berlangsung di open stage PRSU ke-46 Tapian Daya Medan cukup ramai dihadiri pengunjung meski pun hujan turun, Selasa (21/3). Penampilan berbagai tarian dan drama musikal yang dipersembahkan group tari dan pemeran seni drama musikal Kabupaten Labuhanbatu mampu memukau pengunjung PRSU yang hadir  menyaksikan malam seni budaya Pemkab Labuhanbatu.

Kegiatan pagelaran seni tersebut dihadiri Bupati Labuhanbatu   H. Pangonal Harahap, SE, M.Si, pimpinan SKPD, TP PKK Pemkab Labuhanbatu, Camat se-Kabupaten Labuhanbatu, ibu-ibu TP PKK Pemkab Labuhanbatu, tokoh masyarakat dan mahasiswa dari Labuhanbatu.

Penampilan drama musikal Labuhanbatu yang menceritakan kisah asmara sepasang kekasih dari Labuhanbatu yang semula ditentang oleh orang tua Sarma, gadis yang jatuh cinta kepada seorang pemuda Melayu asal Labuhanbatu yang bernama Jamal. Karena tidak tahan dengan larangan orang tua Sarma akhirnya Jamal nekad untuk mengajak Sarma ‘kawin lari.’ Namun mereka akhirnya sadar bahwa hal itu tidak baik lalu menemui orangtua Sarma memohon restu mereka. Restu pun diberikan orang tua Sarma dan orangtua Jamal pun meminang Sarma untuk menikah dengan Jamal. Drama  musikal yang berakhir dengan happy ending ini awalnya mampu membuat pengunjung agak penasaran karena dibuat dalam dua sesi.

Pagelaran busana dari model ibu-ibu TP PKK Pemkab Labuhanbatu yang menyuguhkan busana muslim dan busana resmi. Lima orang ibu-ibu TP PKK Labuhanbatu tampil begitu menarik dengan gerakan yang luwes bak model.

Hajjah Nurainun, penyanyi Melayu legendaris Kota Medan turut memeriahkan pagelaran mlam aseni Pemkab Labuhanbatu ini. Beberapa lagu-lagu Melayu nostalgia dilantunkannya dan mendapat respon dari Bupati dan jajaran SKPD Labuhanbatu ini untuk menyalami Hajjah Nurainun yang telah berusia senja.

Kepedulian Pangonal Harahap sebagai bupati Labuhanbatu terhadap seni budaya di daerah tesebut terlihat dari antusiasnya Bupati ini akan mem-patenkan atas tarian Padi Menguning sebagai tarian asli Labuhanbatu yang telah dikemas begitu menarik dan akan dijadikan sebagai ikon Pemkab Labuhanbatu. Tarian ini menceritakan tentang kebahagiaan dan kegembiraan para petani yang melihat kuningnya padi mereka di sawah dan siap untuk dipanen. Pangonal mengatakan akan secepatnya membuat hak paten atas tarian tersebut.

Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap menyampaikan, seni dan budaya merupakan sub sektor pembangunan yang tidak boleh luput dari perhatian kita, karena seni dan budaya mengajarkan nilai-nilai etika, nilai-nilai moral dan akhlakul karimah kepada umat manusia dan kepedulian kita terhadap pelestarian nilai-nilai seni dan budaya.
“Generasi muda kita saat ini butuh wadah untuk mengekspresikan kreatifitas mereka  melalui seni mau pun kreatifitas lainnya. Seni dan budaya di Labuhanbatu lewat sanggar-sanggar seni yang digiatkan oleh remaja dan masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu harus mendapat dukungan penuh dari instansi terkait di Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu, begitu juga dari kita semua yang peduli terhadap pembinaan generasi muda pada umumnya,” pungkasnya. (SR)

Tanah Karo Persembahkan Budaya Kreatifitas Generasi Muda Karo

Medan, LNT. Ratusan pengunjung terlihat puas dengan pertunjukan kreatifitas mahasiswa/i Kar dalam acara malam pesona budaya Tanah Karo di open stage PRSU ke-46, Senin (20/3). Tepuk riuh dari pengunjung yang sangat antusias menyaksikan beberapa pertunjukan budaya Karo.

Malam Pesona Budaya yang diisi Pemkab Tanah Karo tersebut dihadiri Bupati Terkelin Brahmana SH, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karo, beberapa anggota DPRD Karo, Camat-camat di tanah Karo dan TP PKK Pemkab Karo.

Terkelin Brahmana SH saat akan diwawancarai usai pagelaran tersebut tampak menolak dengan alasan agak letih. “Waduh, sama Pak Kadis Budaya dan Pariwisata Karo saja ditanyakan tentang malam pesona budaya Karo malam ini karena ini tupoksinya.”

Ir. Mulia Barus M. Si selaku Kadis Budaya dan Pariwisata Karo mengatakan bahwa Pemkab Tanah Karo sangatlah mendukung dan mengapresiasi sekali kreatifitas budaya generasi Karo yang meskipun mereka kuliah di daerah lain namun tetap mencintai budayanya sendiri. Seperti pemain biola Romelo Ginting yang berkuliah di Yogyakarta sudah mampu menampilkan pertunjukannya sendiri dengan biolanya dengan arah musik Karo. Lalu ada komunitas Sandalanen yang beranggotakan mahasiswa mahasiswi Karo yang kuliah di Medan namun mereka mampu membuat lagu dan musik Karo dengan ciri khusus.

Ramuna Purba, artis ibukota juga turut memeriahkan malam pesona budaya Tanah Karo ini.

Mulia juga menambahkan bahwa untk Pesta Bunga dan Buah pada bulan Juli 2017 mendatang akan banyak lagi digelar pertunjukan budaya Tanah Karo. Pesta Bunga dan Buah telah menjadi agenda pariwisata Kabupaten Karo. Kedepannya,  kegiatan ini diharapkan dapat menjadi even nasional. Pesta Bunga dan Buah akan digelar agar kunjungan wisatawan ke Karo mengalami peningkatan. Dengan demikian juga Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata juga diharapkan akan mengalami peningkatan yang signifikan,” pungkasnya. (SR)